
Raymond Adyastha Ganendra
Ray telah bersiap dikediamannya. Selain sudah memesan tiket pesawat. Dia sudah menitipkan perusahaan pada Avandi dan Bram orang kepercayaan Almarhum papah Ray semasa ada. Ray percaya pada mereka dibanding pada Helena ibu sambung nya.
"Kamu mau kemana Ray? " ucap Helena yang melihat Raymond membawa kopernya.
"Aku ada urusan" ucap Raymond yang masih kesal pada Helena.
"Lalu perusahaan Ray? " Helena sangat antusias mendengar jawaban nya.
" Aku percayakan pada om Afandi" ucapnya. Terlihat Helena mengepalkan tangannya.
Ray pergi tanpa kata meninggalkan kediamannya, menuju airport. Raymond menaiki pesawat kurang dari 2jam Ray telah sampai di airport Bali. Ray mengecek lagi pesan kini terlihat pesan baru bahwa Gerald juga ada di Bali dan sudah menemukan Chelin. Raymond menuju lokasi yang Gerald kirim padanya.
Sesampainya di sebuah hotel.
"Ka Ray.. " seorang perempuan menyambut Raymond.
Deg! langkah kaki Ray terhenti. Raymond melihat ke arah perempuan tersebut. Terlihat perempuan itu memakai kaos putih dan celana jeans pendeknya. Dengan rambut yang di cepolnya. Perempuan itu berlari ke arah Ray dan memeluknya.
__ADS_1
Hufffft!
"Chelin.. " Raymond mengusap rambut Chelin.
" Lo udah datang Ray" ucap Gerald yang keluar dari arah dapur.
"Ya..,"
"Kaka, ka Ray menempati janji nya " terlihat airmata keluar berderai membasahi pipi Chelin.
" Ya Chelin.. " Gerald tersenyum ke arah adiknya. Kini Ray duduk di kursi ditemani Chelin yang menempel terus padanya dan di temani Gerald.
Raymond diam tanpa kata. Terlihat Gerald memperhatikan Raymond dia merasa bahwa ada perubahan pada diri Raymond.
" Tapi aku masih kangen ka Ray" ucap Chelin manja.
"Ayolah Chelin, dokter bilang kehamilan mu bisa bermasalah jika kamu terlalu cape" ucap Gerald.
"Baiklah ka.. " Chelin berjalan ke arah kamar hotel. Kini di dalam ruangan hanya ada Raymond dan Gerald. Gerald melihat ke arah Raymond.
" Ada apa Ray?, lo ga akan ingkar kan sumpah lo pada Chelin".
__ADS_1
Deg! perasaan Raymond resah dia tidak lupa akan sumpahnya, yang akan bertanggung jawab pada Chelin. Raymond sempat mencintai Chelin semasa di LA sebelum kejadian menyedihkan menimpa Chelin. Selain Chelin mengidap penyakit serius Chelin juga kini lagi mengandung walaupun itu bukan perbuatan nya tapi Raymond pernah bersumpah akan menjaganya.
"Kenapa lo ga jawab Ray..! " pekik Gerald padanya.
" Aku akan tetap tanggung jawab " ucap Ray pada Gerald dengan berat hati Raymond menerimanya. Karena perasaan Raymond yang masih tak menentu melihat Chelin perempuan yang hidup lama dengannya semasa di LA. Dan karena kelalaian nya Chelin kini menderita.
" Bagus Ray.. gua ga mau lo ngecewain gua " ucap Gerald pada Raymond.
" Gua titip Chelin dulu " ucapnya dan meninggalkan Raymond di hotel. Kini terlihat Chelin menghampiri Raymond. Ray tersenyum ke arah Chelin. Kini terlihat kesedihan di wajah Chelin.
" Kamu kenapa Chelin? " Raymond mengusap kepala Chelin.
" Apa perasaan ka Ray telah berubah pada ku? " ucap Chelin pada Raymond.
Raymond terdiam. Chelin menitikkan airmata nya lagi Raymond tak tahan melihat kesedihan yang terlihat pada Chelin. Raymond mengusap air matanya.
" Apa ka Ray tau? hidup aku tidak lama lagi setelah kelahiran anaku. Bisa aja aku meninggalkan dunia ini" ucap Chelin.
Deg! Raymond memeluk erat Chelin.
"Aku hanya ingin ka Ray menemani sisa waktu Chelin sesuai janji ka Ray" ucapnya.
__ADS_1
"Ya Chelin aku akan bertanggung jawab dan terus menjaga kamu sesuai janjiku " ucap Raymond. Karena terhanyut dengan Chelin sesaat Raymond melupakan Cleona.