
Ditengah perkotaan gedung² tinggi yang menjulang, dan mall yang menjejer. Dibawah teriknya, matahari Kleona dan Zhe menikmati hari yang panas sambil jalan santai di pinggir trotoar .
“Baru kali ini, aku merasakan kebebasan setelah beberapa hari mumet karena pelajaran,, ” ucap Kleona seraya menyeruput minuman teh cup yang berada dalam genggamnya.
“Jika seperti itu,, aku akan sering² membawa mu jalan Euna. ” Zhems menyeruput minuman yang berada di tangan Kleona.
“Zhe,, kamu kan punya sendiri, kenapa harus meminum punyaku” ucap Kleona.
“Aku hanya mencobanya Euna, memangnya tidak boleh,, aku rasa punyamu lebih enak” ucap Zhems.
Kleona hanya menggelengkan sedikit kepala nya, tidak habis fikir pada sahabatnya.
“Bagaimana bisa berbeda Zhe,,, minuman kita itu sama rasanya original” ucap Kleona, Zhems hanya tersenyum dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Ditengah perjalanan Kleona menghentikan langkahnya.
“Hey,, kenapa berhenti parkiran masih jauh di depan sana” ucap Zhems yang melihat Kleona kini berdiri diam membeku. Zhems mengedarkan pandangannya, ke arah tatapan yang di tuju Kleona. Terlihat di salah satu toko mas berdiri sesosok pria yang menggandeng seorang wanita. Terlihat jelas itu adalah Raymond dan Shelin.
“Ayo kita pulang,,,” Kleona mengabaikan Zhems, langkah kakinya kini berjalan mendekat ke arah toko tersebut.
“Kamu serius ingin menemui Ray” ucap resah Zhems. Kini Kleona berdiri tepat berdiri didepan toko.
“Ezra, sedang apa disini” ucap Raymond. Kini Ray menatap ke arah Kleona.
“Ka Ray, siapa ini?” ucap Shelin seraya berjalan mendekat dan menggandeng tangan Ray. Terlihat Ray yang merasa risih pada Shelin.
__ADS_1
Walaupun suasana terasa ramai, suara bising kendaraan dan suara orang-orang yang berlalu lalang, namun di antara mereka kini terasa hening. Apalagi di dalam pikiran Kleona ia masih belum mencerna semua yang terjadi, tiba-tiba saja cintanya kandas karena orang ketiga yang kini tepat berada di depannya. Nafasnya tercekat, nafasnya terasa sesak melihat Ray kini bersama orang lain, hati Kleona terasa terhujam sesuatu yang tajam dalam hatinya.
“Ehm,, bagaimana jika kita berbincang di caffe sebrang sana” ucap Shelin.
“Maaf kita pulang saja,,” ucap Zhems.
“Ayoo,, kita berbincang ” ucap Kleona.
“Kamu yakin Euna” bisik Zhems. Kleona menganggukkan sedikit kepalanya. Kini mereka di dalam caffe Kleona duduk disamping Zhems, dan Ray duduk bersebelahan dengan Shelin.
Bagai pinang terbelah dua, sungguh luar biasa selera ka Ray, Shelin maupun Kleona keduanya perempuan yang imut, batin Zhems.
“Kalian berdua nanti datang ke pertunangan kami, akan aku jadikan tamu yang paling spesial, karena kelihatannya kalian sangat dekat dengan ka Ray” ucap Shelin. Ya tidak di pungkiri bukan hanya parasnya saja yang terlihat manis namun suara serak imutnya, bisa membuat semua pria tergila-gila. Nafas Kleona semakin terasa sesak saat mendengar Raymond akan bertunangan dengan Shelin. Walaupun terasa berat Kleona berusaha membendung air matanya.
“Maaf aku harus pergi,,” ucap Kleona melenggang pergi meninggalkan caffe.
“Ka Ray,,, apa ada perkataan yang salah dari ucapan ku? ” lirih Shelin.
“Tidak ada,,,” ucap Raymond seraya menghela nafasnya, yang terasa sama sesaknya.
Diatas jembatan yang terlihat sepi Kleona berteriak sekencang²nya meluapkan segala emosi dan perasaannya. Dilanjutkan dengan tangisannya yang tersedu².
“EUNA. . .” dengan nafasnya yang terengah-engah Zhems sedikit berlari mendekati Kleona yang sedang menangis.
“Hentikan,,, Euna! ” pekik Zhems yang kesal melihat Kleona yang sedang menangis tersedu².
__ADS_1
Hiks, hiks...
“Ka Ray,, ka Ray akan bertunangan, ka Ray benar² akan pergi selamanya” histeris Kleona sambil terus menangis.
“Cukup Euna,,,” Zhems merasa tidak tega melihat Kleona yang menangis tersedu².
“A,, aku, aku tidak bisa menerimanya, aku tidak bisa menerima ka Ray bersama orang lain hiks, hiks. ”
“Aku bilang hentikan Euna, yang merasa tersakiti hanya kamu,, sedangkan Ray. . . dengan tenangnya dia mengabaikan kamu” ucap Zhems namun Kleona menghiraukan Zhems, malah semakin keras ia menangis.
“Emh,,” Zhems mendarat kan bibirnya ke arah, bibir Kleona. Zhems menghentikan tangisan Kleona dengan ciumanya. Sontak Kleona terdiam.
“Maaf,,,” bukan hanya Kleona, Zhems pun merasa kaget dengan apa yang dilakukannya. Zhems memalingkan pandangannya.
“Aku tidak tega saat melihat mu menangis” ucap Zhems.
Tangisan yang membuat telinga terasa pengang kini terhenti, suasana kini terasa hening jantung Kleona kini berdegup dengan kencangnya. Tiba-tiba saja Zhems memberikan sebuah ciuman, membuat benak Kleona kini bertanya².
Apaan sih yang aku lakukan, Euna pasti marah kan, batin resah Zhems.
“Ayo,, aku antarkan pulang”.
Kleona kini diantarkan Zhems menuju apartemen nya. Di sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir Kleona maupun Zhems. Setelah sampai Kleona langsung melenggang pergi mengacuhkan Zhems. Zhems kini tertunduk lemas, menyesali perbuatannya.
Arrgghh!! Zhems pergi meninggalkan apartemen mengendarai motornya.
__ADS_1
Diatas ranjang Kleona membaringkan badannya, ia mengusap bibirnya secara perlahan lagi² jantungnya berdegup. Kleona menggelang sedikit kepala dan membuyarkan pikirannya terhadap Zhems.
“Yang aku cintai ka Ray, hanya ka Ray. . . Zhe hanya sahabatku, aku ataupun Zhe tidak memiliki perasaan apapun” ucap tegas Kleona.