
Waktu berlalu, di malam hari Raymond berjalan menuju arah dapur karena merasa sangat kehausan.Dia membuka kulkas dan mengambil botol minuman. Tiba-tiba dari arah belakang Yuuna menghampiri Raymond yang sedang minum.
"Yuuna?" ucap Ray memalingkan wajahnya ke arah Yunna.
"Ray, aku suka kamu! " ucap Yuuna sambil menggoda. Dari arah belakang Yuuna melingkar kan tangannya ke arah tubuh Raymond.
"Lepas! .." pekik Raymond.
"Kita udah sama-sama dewasa Ray. Kita bisa belajar saling mencintai setelah kita menikah"
Yuuna tidak melepaskan pelukan nya.
" Aku bilang lepas Yuuna !.." Dengan nada marah Raymond coba melepaskan pelukan Yuuna. Tiba-tiba Yuuna tersentak dan jatuh menarik tangan Raymond. Membuat Ray ikut terjatuh dan berada di posisi atas Yuuna.
"Auww ...! " Yuuna meringis kesakitan. Dibalik pintu dapur, Cleona kaget melihat Raymond yang sudah berada di posisi atas Yunna.
"Maaf!, aku cuma mau ambil minum" ucap Cleona sambil mengambil botol minuman dan bergegas meninggalkan dapur.
"Tunggu Cleo!..." pekik Ray. Raymond langsung berdiri. di susul Yunna terbangun dan membenarkan baju kimono nya yang sedikit berantakan.
"Tunggu Ray!..." Yuuna menarik tangan Raymond yang mau mengejar cleona.
"Kamu peduli banget sama adik kamu?, apa jangan-jangan kamu cinta sama adik kamu sendiri Ray?"
"Ohh, ia aku lupa Cleo itu kan cuma adik angkat kamu dan anak asuh tante Helena, bagaimana yaa reaksi tante Helena kalo tau anaknya mencintai adiknya sendiri?" ucap Yuuna mengisyaratkan ancaman.
__ADS_1
"Kamu.. mengancam aku Yunna ?" Raymond sangat merasa kesal pada Yunna.
"Yaa tergantung kamu yang menanggapi.
Temani aku besok jalan Ray dan aku ga akan bilang apapun pada tante."
"Baiklah...! " ucap Raymond kepada Yunna. Raymond pergi meninggalkan Yunna dan berjalan menuju kamar Cleona yang berdampingan dengan kamarnya.
"Cleo...?" Ray mengetuk pintu kamar Cleona namun tidak ada Jawaban darinya. Raymond mencoba membuka kamarnya namun terkunci. Dia pun berbalik menuju arah kamar nya. Dibalik kamar Cleona dia sedang marah marah sendiri.
"Munafik ka Ray..!, kesel banget aku sama dia. Bilang ga mau di jodohin tapi melihat ka Yunna yang keliatan sexy begitu, langsung dia sosor gitu aja" ucap kesalnya.
"Aaahh..!, kenapa aku cemburu liat ka Ray sama ka Yunna? harus nya kan aku seneng, biar bunda juga seneng permintaan nya jadi terwujud kan"
"Tapi aku ga bisa terima ka Ray bersama perempuan lain rasanya sakit sekali" Cleona menarik selimutnya sambil bersiap untuk tidur.
Di pagi hari
Cleona membantu Helena menyiapkan untuk sarapan. Raymond menghampiri dan duduk di kursi yang berada di depannya.
" Ray.. kamu terlihat tampan" ucap Helena pada Raymond. Cleona melirik ke arah Raymond, dia melihat Ray yang sudah terlihat keren memakai pakaian casual santai nya.
Memakai kaos putih, dan jaket hitam, juga memakai sepatu sneakers putih, celana sobek sobek, memberi kesan santai pada Ray.
"Mau kemana kamu Ray?" tanya Helena.
__ADS_1
Raymond tidak menjawab pertanyaan, dirinya melirik ke arah Cleona namun gadis tersebut langsung memalingkan wajahnya.
Ngapain sih ka Ray ? lirik aku segala bukanya jawab pertanyaan bunda, batinnya.
"Tante helena... " ucap yuuna yang sudah terlihat cantik dan rapih menghampiri meja makan dan tersenyum.
"Yuuna juga udah terlihat rapi aja, mau kemana kamu?"
"Aku mau jalan bareng dengan Ray tante".
"Akhirnya..! kalian bisa dekat juga. Tante harap kamu bisa lebih deket sama Ray, tante udah ga sabar buat menimbang cucu" ucap Helena.
Uhuk.. uhuk!... Cleona tersedak makanan mendengar perkataan bunda nya itu.
"Hati hati.. dong Cleo bisa sampe tersedak gitu kamu minum !"
"Iya bund.. " Cleona tersenyum ke arah Helena.
Brakkkk!...
Raymond menggebrak meja yang didepannya, semua tersontak kaget.
"Apaan sih bund! Ray cuma sekedar mengantar Yunna jalan, jangankan punya anak buat menikah aja Ray ga sudi" ucap Ray dengan nada kesal. Raymond pergi meninggalkan meja makan dan berjalan ke arah luar.
"Kalo gitu.. Yunna pergi dulu tante."
__ADS_1
"Iya hati hati Yuuna .." Yuna menyusul Raymond yang sudah keluar rumah dan menuju mobilnya.