
Cleona berbaring di tempat tidurnya, sambil memikirkan pekerjaan apa yang harus dia kerjakan, hanya dengan mengandalkan ijazah SMA nya saja. Cleona mencoba menelpon semuanya dan jawaban semuanya hanyalah meledek saja. Ya bagaimana mereka tidak meledek, Cleona memang tinggal di rumah yang sangat mewah. Dan helena yang disebut bundanya adalah seorang pengusaha yang sukses.
"Cleona..? lagi apa kamu?" Ray yang disebut kaka nya tepat berada depan pintu kamar Ray berjalan memasuki kamar Cleona .
"Ka Ray? " liriknya menatap ke arah Raymond yang kini berada di samping nya. Raymond sangat kaget melihat mata Cleona yang terlihat sembab, dan terlihat ada bekas tamparan di pipi nya.
"Ada apa dengan kamu Cleo? maafin aku, tadi pagi sudah menghiraukan kamu, apa ini semua perbuatan bunda?" Raymond terlihat sangat kesal Raymond berdiri sambil mengepalkan tangannya.
"Tunggu ka Ray...!, jangan temui bunda. Jangan buat bunda tambah kesal" ucapnya pada Raymond.
"Tapi Cleo.. ?"
"Aku mohon sama ka Ray jangan buat bunda tambah kesal ya.. , aku mohon ka! " Ray menghela nafas nya dan memeluk Cleona.
"Kamu bisa jadikan aku sandaran buat kamu Cleo, aku sayang kamu" ucap Raymond.
"Makasih ka Ray, udah menganggap aku seperti adik ka Ray sendiri. Aku bersyukur mempunyai ka Ray di samping aku" ucap Cleona
__ADS_1
"Kamu salah paham cleona..." Ray melepas pelukannya. Cleona kaget mendengar perkataan Raymond.
"Jadi maksud ka Ray, kaka ga benar benar sayang sama aku..? ya bagaimana mungkin aku hanya anak asuh bunda " ucapnya merasa kecewa. Cleona meneteskan air matanya lagi.
"Bukan seperti itu maksudku Cleo.." Raymond mengusap air mata Cleona.
"Aku sayang kamu bukan sebagai kakak. Tapi aku sayang kamu sebagai pria, aku mau kamu jadi calon istri ku Cleo " Cleona sangat kaget mendengar pernyataan dari Raymond dalam hati nya bergejolak senang mendengar pernyataan Raymond namun tercampur rasa takut yang sangat besar.
"Kenapa kamu terdiam Cleo ?" ucap Raymond.
"Aku yakin kamu juga mencintai aku kan cleo?" Cleona masih terdiam dan takut memberi jawaban pada Raymond. Karena suatu saat pasti akan jadi ancaman buat hidup Cleona.
"Kamu takut pada bunda kan Cleo ?" Cleona masih terdiam karena merasa takut dengan jawabannya.
"Aku tidak akan memaksa kamu Cleo " ucap Raymond pada cleona.
"Aku akan menunggu jawaban kamu Cleo, tapi Cleo aku berharap kamu bisa bergantung pada ku, mau sebagai kaka atau apapun itu jangan pernah sungkan" Raymond mengusap kepala Cleona dan memberikan sebuah kecupan di keningnya.
__ADS_1
Jantung Cleona berdegup sangat kencang. Karena mendapatkan sebuah kecupan dari Raymond.
"Kalau begitu aku pergi dulu.. kalau kamu membutuhkan aku kamu bisa datang ke tempatku.." ucap Raymond.
"Iya ka Ray, kamar kita kan bersebelahan..." ucap Cleona sambil terkekeh.
"Akhirnya kamu tersenyum juga Cleo" Raymond mencium pipinya yang terdapat memar tamparan .."
"Ka Ray apaan sih! udah sana pergi ke kamar ka Ray..." ucap cleona malu, pipinya memerah.
"Iya.. Iyaa aku pergi sekarang, tapi boleh kan cium kamu sekali lagi?" ucap Raymond menggoda Cleona.
"Apaan sih ka ray UDAH PERGI SANA..."
Hahahaha! Raymond pun tertawa.
"Ya udah aku pergi dulu, jangan kangen kakakmu ini oke" mengedipkan sebelah matanya. Ray pun pergi meninggalkan Cleona. Cleona merasa sangat bahagia karena cintanya pada Raymond tidak bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1