Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)

Aku Mencintaimu Kakak (Revisi)
27


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Raymond.


"Kamu gak ke kantor Ray ?" ucap Helena ibunda Raymond yang menghampirinya yang sedang duduk di ruang tamu.


"Engga biar om Avandi yang menghandle kantor", ucap Raymond sambil menyenderkan badannya kebelakang sofa.


"Sebentar lagi Yuuna akan kesini Ray"


" Muak aku mendengar nama Yuuna "ucap Raymond kesal sambil menendang meja di depannya, sampai buku majalah di atasnya berserakan. Ray meninggalkan Helena dan pergi ke kamarnya.


" Sialan...! sekarang aku belum bisa berbuat apa-apa karena Helena sekarang yang berkuasa"


" Pah...!! kenapa sih papah menikahi Helena dulu. Aku muak sama sifatnya yang terlalu mengatur hidup ku" Ray beranjak dari duduknya dan membawa jaket nya. Yang tergantung dalam lemari lalu meninggalkan kediamannya.


Selang beberapa menit kepergian Raymond dikediamannya kedatangan Yuuna.


"Bunda, gimana soal Ray?" ucap Yuuna pada Helena.


"Sabar dong sayang ga gampang juga, apa lagi sekarang Ray udah tau soal perjodohannya dengan Cleo .. " ucap Helena pada Yuuna.


" Gimana sih mah.. aku udah mengalah dan setuju di asuh teman mamah itu, tapi apa? sekarang mamah menikah dengan papah Ray juga ga dapat apa-apa kan? gerutu Yuuna pada Helena.


"Pokoknya Yuuna mau menikah dengan Ray! masa mamah ga bisa sih urus Cleo yang masih bocah itu".


"Udah berisik Yuuna mamah lagi pusing..." Helena meninggalkan Yuuna dan beranjak pergi.

__ADS_1


Di kediamannya Cleona


tok ..tok ..tok..!!


Ray mencoba mengetuk pintu rumah kediaman Cleona, namun tidak ada orang yang membukanya.


tok..tok..tok..!!


Ray pun mulai merasa gelisah, karena masih tidak ada yang membuka kan pintu, dan menjawab salamnya.


Ray membawa telpon genggam nya, yang berada di saku celana nya. Dan mencoba menelepon Leon temannya.


Halo..!! ada apa lu telpon?


"Lo dimana Leon?"


"lalu Cleona ?"


"Dirumah lah....."


Raymond menutup telpon nya, dan mencoba membuka pintu rumah yang tidak di kunci.


"Ceroboh sekali...."


Raymond masuk kedalam rumah dan mencari kamar Cleona. Raymond menemukan kamar Cleona dan melangkahkan kaki nya kedalam.

__ADS_1


"Ya ampun Cleo... aku khawatir tapi kamu malah santai tidur nyenyak, mana kamu ga kunci pintu rumah " ucap Raymond.


Raymond mendekati Cleona, dan duduk di sampingnya. Raymond memencet hidung kecil dan mancung Cleona menggunakan kedua jarinya.


" Hmmm...." gadis itu pun terbangun, dan melihat Raymond yang sudah berada di sampingnya.


"Ka Ray... ngapain ka Ray disini?" tanya resah gadis itu sambil wajah nya, celingukan takut ada orang di rumah nya.


"Kenapa kamu kaget? ..."ucap Raymond pada Cleona.


"Tante Wulan dan om Papap, kan pergi keluar kota.."


"Ka Leon?.. " tanya Cleona.


" Kakamu udah berada di caffe.. "


" Tetep aja kenapa ka Ray masuk sih ?".


"Lebih untung aku yang masuk, gimana kalo orang yang jahat yang masuk kesini?" ucap Ray dan membanting kan badannya di atas ranjang milik Cleona.


"Ya udah, aku mandi dulu ka.. " Cleona beranjak dari tempat tidur nya yang masih memakai piyama bergambar bulan dan bintang tersebut.


Cleona berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya. Sesudahnya gadis itu pun melangkahkan kakinya ke luar kamar mandi.


"Ka Ray.. keluar dulu aku mau ganti bajuku! " ucap gadis itu kepada Ray.

__ADS_1


" Ini kan bukan pertama kalinya, aku melihatmu tidak pakai baju.. "ucap Ray sambil tersenyum nakal menghampiri Cleona.


" Apaan sih ka Ray... udah keluar dulu! " Cleona mendorong Ray keluar dari kamarnya. Setelah Raymond keluar Cleona pun mulai mengganti pakaian nya.


__ADS_2