
Cleona menyadari bahwa cintanya pada Raymond adalah perasaan yang salah. Dia menyadari harus nya dia bersyukur Helena sudah mau menyekolahkan nya dan merawatnya. Cleona langsung berdiri dari duduknya.
"Ya... aku harus pergi, aku harus menjauh dari ka Ray, dan berhenti merepotkan bunda" ucapnya sambil mengusap bulir bening yang terus menetes dari matanya.
Cleona mulay membereskan bajunya dan memasukan nya kedalam koper. Dengan langkah kaki yang terasa berat dia meninggalkan kediaman nya itu.
Cleona memesan taxi dengan sisa uang nya yang tidak seberapa. Cleona pun sampai di sebuah apartemen temannya Ambar. Cleona berjalan ke sebuah lobi untuk menaiki lift terlihat Yunna berjalan menghampiri nya.
"Cleona.. " panggil Yunna sambil tersenyum mendekati Cleona.
"Kenapa kamu disini? hahaha! pasti bunda Helena mengusir kamu" ucap Yuuna merasa puas. Cleona menahan amarahnya dalam hatinya dia tau semua ini adalah perbuatan Yunna.
"Bukan urusan kamu..! " Cleona mengabaikan nya dan berjalan ke arah lift dan menaikinya.
"Kenapa juga harus ketemu nenek sihir".
Hufffft..!
Cleona menghela panjang nafasnya. Sesampainya di lantai apartemen kediaman Ambar. Cleona mengetuk pintu apartemen nya. Setelah Ambar membukakan pintu apartemen, Cleona langsung memeluk temanya itu.
"Hei.. hei ada apa" Ambar menepuk nepuk pundak teman nya itu.
"Kamu menangis? ayo masuk kedalam" .
Ambar mengajak Cleona memasuki apartemen nya.
"Aku di usir bunda.. " Cleona meneruskan tangisannya itu sambil duduk di sofa.
__ADS_1
" Apa aku boleh tinggal disini untuk sementara?" ucap pada Ambar.
"Kamu bisa tinggal disini sesuka hatimu"
"Terimakasih banyak Ambar " Cleona memeluk sahabatnya itu.
***
Di kediaman Helena Ibunda Raymond.
Raymond pulang di hari kerjaannya yang pertama. Raymond membuka sepatu dan jas yang dia pakai di ruang tamu.
"Cleona..! " Raymond berteriak ke arah kamarnya. Terlihat Helena bunda Raymond yang sudah menunggu kedatangannya dan menghampiri nya.
"Cleona gak ada Ray?"
"Cleona pergi ninggalin rumah buat selamanya dia udah dewasa Ray " ucap Helena pada Raymond.
"Bunda mengusir Cleo maksudnya? bunda gila apa.. selama ini bunda ga pernah menyayangi Cleo? " ucap Raymond dengan nada marah.
"Ada yang haru bunda mengerti..! bunda bukan ibu kandungku, ibu kandung Ray udah meninggal semasa aku kecil dan Ray juga curiga jangan jangan kematian papah ada hubungannya dengan bunda" ucapnya penuh emosi.
Plakkkk!... Helena menampar Raymond dengan keras. Raymond meninggalkan Helena dan berjalan ke arah kamarnya. Raymond melirik ke arah kamar Cleona yang sudah terlihat berantakan. Raymond melangkahkan kakinya dan memasuki kamar Cleona.
"Apaan apaan sih bunda"
"Arrgghh..." Raymond merasa sangat kesal dan membanting barang yang ada di depannya.
__ADS_1
"Kemana aku harus cari Cleo?"
Ray berdiri dan langsung berjalan ke arah Helena, yang sedang membaca di kamarnya.
"Apa bunda tau Cleo pergi kemana?" ucap kesal Raymond pada Helena.
"Bunda ga tau Ray.."
Ray semakin kesal pada Helena.
ting.. tong!
Terdengar suara bel berbunyi. Helena beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu. Terlihat pria sudah berdiri di depan pintu.
"Avandi..?"
"Apa kabarnya Helena .."
"Om avandy apa kabar" ucap Raymond.
"Ayo masuk.. " ucap Helena pada Avandy.
Avandy ricolash adalah paman dari Raymond adik dari Almarhum ayahnya Raymond .
" Kamu udah pulang kesini Ray? berarti kamu udah bertemu calon istri mu Ray?" ucap Avandy pada Raymond.
"Calon istri?" Raymond merasa bingung apa yang di ucap kan Avandi.
__ADS_1
"Iya calon istri mu Cleona dia baik baik aja kan?" Helena memalingkan pandanganya dari Raymond juga Avandi.