Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.

Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.
4 April 2020


__ADS_3

Melody sedang menikmati hari malas nya di atas tempat tidurnya. Ia sedang memikirkan bagaimana cara nya mengubah hari ulang tahun kekasihnya itu menjadi hari yang bahagia. Jika, Inez sudah mengubah cara menghadapi hari ulang tahunnya maka ia percaya bahwa Inez sudah memaafkan masa lalu nya dan berdamai dengan dirinya sendiri. Senyum Melody mengembang di wajahnya. Dia mendapatkan sebuah ide brilliant untuk membuat Inez bahagia di hari ulang tahunnya.


Inez sedang melakukan rutinitas hariannya. Pergi berlari mengelilingi blok Upper east side untuk menyegarkan kepala nya. Dia tahu ada hari yang harus di persiapkan untuk hibernasi. Maka satu hari sebelumnya Inez harus membuat badannya lelah. Ia akan melakukan banyak macam kegiatan fisik. Pagi hari berlari, siang hari merapikan kamarnya, mencuci baju dengan tangannya hanya khusus hari ini. Agar di hari ini dia bisa menghabiskan hari dengan tidur.


Ivan yang sedang menghabiskan waktu menyesali diri, menipu dirinya sendiri berakting sebagai pacar yang baik untuk Berlian, membuat hidup Ivan kehilangan arah. Dia tidak pernah lagi pulang ke rumah nya. Setiap hari tertidur di kantor, kadang di waktu-waktu tertentu Ivan menghabiskan waktu untuk bermabuk, pulang ke Apartment yang ia sewa di daerah kota untuk membawa Berlian kesana. Sedangkan menurut Berlian semua yang Ivan lakukan wajar dan menganggap apa yang Ivan lakukan adalah tanda cinta Ivan. Karena, kemanapun Ivan pergi Berlian yang akan di carinya.


Sore harinya, Inez berlari kecil memasuki lorong apartmentnya. Dia menuju kamar mandi bersiap untuk mandi.Inez menatap layar ponselnya. Tidak ada satu pesanpun dari Melody. Hanya ada puluhan pesan dari Ivan dengan kalimat yang sama menyuruhnya pulang. Inez hanya menggelengkan kepalanya. Inez sudah pernah cerita terkait pesan Ivan kepada Melody.


"Jika kamu tidak ingin meghiraukannya, akupun tidak." Jawab Melody menatap Inez saat itu.


Inez mengingat bagaimana Melody merespon pun sangat senang. Kedewasaan Melody menular kepada Inez. Inez banyak belajar dari Melody tentang hal apa saja yang pantas mengisi pikirannya dan apa saja yang tidak pantas untuk membuang waktu.


Inez melanjutkan mandi dan bermalas-malasan hari ini.


Tidak terasa hari berlalu, Inez sedang bersiap untuk memesan makanan untuk makan malamnya. Sebuah pesan masuk.


'Bisakah kamu menemuiku di T****angga The Met'


Pesan dari Melody.


'Ada apa?'


Balas Inez . Inez menunggu balasan dari Melody. Sepuluh menit berlalu. Inez mencoba menelpon Melody. Tapi tidak diangkat. Inez menggunakan mantel nya lalu berlari ke arah tangga museum yang terkenal itu. Setelah sampai di depan tangga The Met Inez tidak melihat Melody sama sekali.


"Dimana dia?" Gumam Inez melihat layar ponselnya.


Inez mengetikkan sebuah pesan kepada Melody.


'Where r u? i'm here'


Tak lama telpon berdering.


"Kamu mengerjaiku ya?" Omel Inez mengangkat telpon tersebut..

__ADS_1


"Kamu sudah di depan tangga The met?" Tanya Melody dari ujung telpon.


"Sudah!" Bentak Inez kesal.


"Okay, Majulah 10 Langkah ke arah jam 12" Suruh Melody.


"Nggak mau. Dimana kamu?" Ujar Inez ngambek sambil menoleh kan kepala nya mencari-cari Melody.


"Ayolah, Nez. Aku sedang ingin bermain-main"


Gumam Melody. Terdengar suara Inez menghela nafas.


"Hmmmm. 10 langkah ya?" Inez dengan terpaksa mengikuti permainan Melody.


"Iya sayang. 10 langkah. Jangan lebih dan jangan kurang." Jawab Melody menahan tawa. Dari sebuah mobil Melody menatap Inez yang sedang mencoba melangkah kan kaki nya, terdengar dari suara ponsel Melody bahwa Inez menghitung.


"Jika kamu melangkahkan lebih, aku akan tahu" Ujar Melody mengingatkan. Inez yang memasang ekspresi kesal membuat Melody tertawa melihatnya dari kejauhan.


"Apa kamu melihatku?" Tanya Melody yang masih berada di dalam mobil dengan jendela yang gelap. Dan mobil yang Melody gunakan bukanlah mobil yang biasa ia gunakan. Jadi, Inez tidak mengenali mobil tersebut.


"Nggak!" Omel Inez menjawab pertanyaan Melody dengan kesal.


"Yakin kamu tidak melihatku?" Tanya Melody.


"Ngga, Melody." Jawab Inez lelah karena sebelumnya dia berlari menuju The Met.


"Teriakan bahwa kamu mencintaiku, mungkin kamu bisa melihatku" Goda Melody. Melody yang masih melihat Inez dari dalam mobil yang kini di belakang Inez tertawa karena ekspresi kesal Inez yang ia cibirkan ke ponselnya.


"Ngga mau." Jawab Inez.


"Kalau gitu kamu tidak akan pernah bisa menemukanku." Goda Melody lagi.


"Okay, Okay ..." Inez mendesah. Ia menarik nafas dalam, Melody melihat tingkahnya sangat lucu tidak bisa menahan tawanya didalam mobil.

__ADS_1


"I love youuuuuuu, Melody Dirgantara" Teriak Inez yang di lihat beberapa orang yang lalu lalang. Melody mempersiapkan kue ulang tahun untuk dinyalakan lilin nya.


"Nengok ke belakang, Nez" Ucap Melody lembut. Inez menoleh ke belakangnya. Ia melihat cahaya lilin yang menyala dari dalam mobil. Inez tersenyum. Ia menghampiri mobil tersebut dan membuka pintu nya. Melody menatap matanya lekat. Sebelum Inez mulai berbicara, Melody mengatakan sesuatu hal lebih dulu.


"Aku tahu bahwa kamu membenci hari ini. Selamat datang wanitaku yang berusia 22 tahun. Kalau kamu mengingat kalimatku di Times Square saat itu, bahwa kamu memang bukan orang pertama dalam hidupku, tapi kamu orang pertama dalam hatiku, dan hari ini aku menyadari. Aku mau kamu menjadi orang yang terakhir di hatiku. Aku tidak ingin menjadi seseorang mantan yang perlu kamu lupakan. Inezstasia Zakeisha Wilson will you marry me?" Tanya Melody yang tangan kanan nya memberikan sebuah kotak yang telah terbuka dan terlihat sebuah cincin berlian indah di atas kotak tersebut. Inez menutup mulutnya mendengarkan kalimat Melody. Bahwa dia tidak menyangka bahwa Melody memilih hari ini untuk melakukan hal ini. Dia tidak menyangka bahwa Melody memiliki keberanian untuk mengajaknya berkomitmen. Karena selama mereka bersama di New york, Melody selalu menghormatinya sebagai perempuan. Tidak akan menyentuh Inez jika Inez tidak mengijinkan.


"Jika kamu menerima lamaranku, pilih cincin ini. Jika kamu menolaknya kamu boleh melemparkan kue ini ke wajahku" Lanjut Melody memberikan Intruksi.


Mata Inez berkaca-kaca karena terharu dengan apa yang Melody lakukan. Semua hal yang pernah Melody lakukan terlintas di benak Inez. Untuk pertama kalinya seseorang mengejarnya sampai beribu-ribu jarak harus di tempuh, untuk pertama kalinya seseorang membuatkan makan malam untuknya, untuk pertama kalinya dia melakukan hal bodoh seperti menghisap ganja. Untuk pertama kalinya Melody membawanya melihat salju, dan Melody adalah ciuman pertama Inez. walau dulu pernah Inez mengecupkan bibirnya ke Ivan tapi itu tidak masuk dalam hitungan karena Ivan tidak sadar. Inez meneteskan air matanya. Menatap Melody yang sedang menutup matanya menunggu jawaban.


Tangan kanan Inez menghampiri bagian bawah tangan kiri Melody yang memegang kue tart kesukaan Inez. Dan tangan kiri Inez menghampiri bagian atas tangan kanan Melody yang memegang kotak. Tangan Inez mencoel krim kue tersebut. Mengolesnya di ujung hidung milik Melody. Inez menggenggam tangan kanan Melody dan mencium melody.


"I love you to the moon and back." Ucap Inez melepaskan ciumannya. Melody tertawa bahagia.


"Apa kamu mau meniup lilinya?" Tanya Melody. Inez mengangguk dan ini pertama kalinya setelah 14 tahun yang lalu ia meniup lilin dari kue nya.


"Aku mencintaimu, Inez." Ucap Melody setelah Inez meniup lilinnya.


"Aku menerima lamaranmu karena terlalu sayang untuk membuang kue ini dan di lemparkan ke wajahmu" Canda Inez menyendokkan kuenya dan memakannya.


"Ahahahahhaha... Itu lah strategiku agar kamu tidak menolak" Ledek Melody.


Inez menyuapi Melody kue yang ia bawa. Melody memasangkan cincin di jari manis milik Inez.


Dalam perjalanan Inez memposting foto tangannya dan tangan Melody di instagram mereka.



He asked me and I said 'Yes'. I'm The Queen. He give me an Empire. I love you, @Me_lody. I love this day. This is the best present I've ever had. Happy Birthday to me!!!! #22 #NYNYILU #XOXO


Inez tersenyum menatap foto tersebut.


"Thank you, Dear. Kamu telah memberikan dunia untukku." Ucap Inez masih menatap cincin yang Melody berikan.

__ADS_1


__ADS_2