Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.

Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.
13 April 2020


__ADS_3

Pernikahan yang menakjubkan tidak hanya membekas di hati Inez dan Melody. Ivan yang tampak asyik kedatangan seseorang yang membuatnya tertawa pun tidak melupakan malam itu.


Mereka pun kembali ke dalam rutinitas kehidupan mereka kembali. Malam ini adalah sebuah malam dimana Inez dan Melody menghabiskan malam bersama menjadi Suami dan Istri.


Inez berdiri masih menggunakan gaunnya. Melody menatapnya lekat menghampirinya perlahan.


"Lelah?" tanya Melody dengan salah satu tangannya memegang sebelah pipi Inez. Inez memejamkan matanya merasakan setiap sentuhannya. Semua syaraf dan sel tubuhnya bereaksi. Memberikan reaksi ilmiah yang membuatny terbang dengan sensasi kegembiraan. Inez menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Melody.


Melody menatapnya tersenyum sambil terus menyentuh kulit Inez yang terasa dingin di jemarinya. Melihat Inez bereaksi terhadap sentuhannya, membuat gairahnya membuncah. Namun, dia akan merasakan setiap inci dari tubuh Inez. Tidak ingin terlewatkan satupun.


Melody merekatkan tubuhnya dengan tubuh istrinya. Kini Inez berdiri membelakanginya. Inez sesekali membuka matanya, setiap sentuhan Melody mengejutkannya. Membuatnya nyaman, bahkan terlalu nikmat hingga membuatnya tidak sadar dengan suaranya yang mendesah.


Tangan kiri Melody menggenggam kuat lengan Inez.


Jemari Melody kini menguraikan rambut Inez yang masih terpilin rapi. Membuatnya jatuh satur persatu menyentuh tulang tengkuknya. Inez tenggelam bersama birahi yang telah membuatnya hilang kewarasan.


"Aku mau kamu, sekarang." Pinta Inez. Melody tersenyum nakal menatap wajahnya.


"Kamu dan teman-temanmu telah mengerjaiku kemarin malam. Mengirimiku fotomu menggunakan pakaian sekolah dengan gaya yang membuatku membayangkan malam ini bagaimana akan berlalu." ujar Melody. Inez terduduk di depan Melody.


"Aku akan melakukannya perlahan." ucap Melody. Inez tersenyum mengangguk.


Kini Melody sudah berada di sebuah tempat yang akan menjadi tempat favoritnya mulai malam ini. Nafas mereka mengiringi setiap gerakan yang memberikan mereka sensasi kenikmatan.


Kedua tangan Inez berada diatas kepalanya, menggenggam kedua tangan Melody. Kedua jempol kaki Inez menarik semua syaraf ototnya. Getaran terjadi pada tubuh Inez diikuti suara Inez berteriak merasakan efek endorphine menguasai tubuh mereka berdua.


Peluh keringat tubuh mereka menyatukan mereka. Mereka berdua berpelukan erat.


"Aku mencintaimu." ujar Melody.


"Tanda titik??" tanya Inez menggoda.


"Titik, tanpa koma dan tanpa tanda tanya." jawab Melody mengecup atas kepala Inez.


Inez beranjak dari tempat tidur membersihkan diri, Melody menyusulnya. Dibawah shower mereka bercumbu, lalu bercinta untuk kedua kalinya.


Jam menunjukan pukul 4 pagi. Setelah Inez mengeringkan rambutnya, dia menuju tempat tidur di sisi kanan Melody. Melody menatapnya manja. Hingga Inez terlelap lebih dulu karena merasa lelah. Lalu, Melody mengejarnya ke dalam mimpinya.



"Saya tidak mau tahu! Perketat pengawalan terhadap Inez dan Melody. Aku tahu dia akan segera melakukan rencana jahatnya jika kemarin dia sempat berada di acara pernikahan Inez kemarin!!" bentak Mr. Wilson kepada Lala.


"Baik, sir. Saya akan mengkoordinasi dengan pengawal milik Tuan Melody. Tapi, Miss Inez meminta ketika mereka berbulan madu hanya Ian, Brandon dan Jake yang di mintanya untuk mengawalnya.


"Tambah lagi personil untuk mengawal Inez. Saya yang akan bicara kepadanya." tukas Mr. Wilson kepada Lala.


Mr. Wilson membaca sebuah pesan yang di tujukan di Instagram milik Inez.


'Jika ayahmu merenggut apa yang aku miliki. Aku akan mengambil apa yang berharga baginya.'

__ADS_1


Mr Wilson membuka ponselnya dan melakukan sebuah panggilan.


"Serena!"


"Oh, halo darling." Sapa suara anggun dari ujung telpon.


"Aku akan menyerahkan diriku padamu. Jauhi Anakku."


"Itukah yang kamu pikirkan? Hahahaha.... Sepertinya aku akan sering bermain dan bersenang-senang bersama little Inez." ucap Serena dengan tawa khasnya. Dan segera menutup telpon dari Mr. wilson.


Mr . wilson memukul meja keras dengan telapak tangannya. Dia kehabisan cara untuk menghentikan mantan isterinya. Setelah perempuan tersebut menyingkirkan Istrinya dulu hanya untuk memiliki dirinya, hingga membuat Inez harus hidup jauh tanpa dirinya sekarang semua sia-sia. Dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi dengan menempatkan hidup Inez dalam bahaya.


Melody terbangun dari tidurnya. Melihat Inez yang sudah bangun dan menatap dirinya yang sedang tertidur.


"Menikmati apa yang kamu lihat?" tanya Melody. Inez tersenyum. Inez mencoba bangun dari tempat tidur dan merasakan beberapa rasa ngilu di bagian sensitifnya.


"Aduuh.. duuh..."


Melody yang mendengarnya panik dan langsung beranjak dari tempat tidur.


"Kenapa, sayang?" tanyanya lembut. Inez menggelengkan kepalanya.


"Aku bingung menjelaskannya. Hanya beberapa bagian yang terasa perih tapi tidak apa-apa." jawab Inez menerangi dengan malu.


Melody tersenyum mengetahui Inez menjelaskannya dengan wajah polosnya.


"Yakin nggak apa-apa?" tanya Melody. Inez menganggukan kepalanya. Melody menarik tubuh Inez dan meletakkan Inez dalam pangkuannya.


"Ucapan selamat pagi yang menarik." ujar Inez.


"Ya, aku senang karena aku akan melakukan itu sepanjang hidupku bersamamu." gumam Melody sambil mengunyah roti panggangnya.


"Sayang..." panggil Melody lagi. Inez menghampirinya dari belakang Melody yang sedang duduk menghabiskan sarapannya. Melingkarkan tangannya di leher Melody.


"Apa." jawabnya halus.


"Apa kamu mau untuk melakukan suntikan penunda kehamilan?" tanya Melody hati-hati. Dia tidak ingin melukai perasaan Inez.


"Memangnya kenapa? Apa kamu tidak ingin punya anak?" tanya Inez mengerutkan kening, yang kini menarik kursi ke sebelah Melody.


"Belum lebih tepatnya. Aku masih ingin mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Dan aku ingin kamu juga begitu kepadaku." Melody menjelaskan keinginannya. Inez tampak berpikir. Berpikir usia nya yang kini baru 22 tahun. Menunda setahun itu mungkin suatu hal yang mungkin tidak begitu masalah.


"Baiklah. Aku akan menemui dokter obygn hari ini" jawab Inez tersenyum dan mengelus dagu Melody yang dihiasi janggut halus.


"Don't shave!" perintah Inez melototi Melody yang menuju kamar mandi untuk mandi. Mereka bersiap-siap menemui dokter obygn untuk menunda terjadinya kehamilan pada Inez, lalu sore harinya mereka akan pergi berbulan madu. Tujuan mereka yang pertama adalah Maldives selama 4 hari, lalu menuju Italia, dan terakhir mereka akan mengunjungi Raja Ampat.


Melody sedang menanti Inez di ruang tunggu tempat praktek dokter spesialis obygn rekomendasi dari Mamanya Melody. Sambil ia membaca berita tentang pernikahannya yang sedang menjadi headlines news di beberapa surat kabar.


"Pak Melody." Panggil Dokter Obygn tersebut. Melody menghampiri dokter tersebut yang keluar bersama Inez.

__ADS_1


"Karena bapak dan ibu baru saja berhubungan, saya sarankan untuk Ibu Inez melakukan KB dengan menggunakan Pil. Saran saya tunggu sampai 7 hari terhitung mulai hari ini, jangan dulu berhubungan ya pak. Takutnya Ibu Inez dalam masa subur." Dokter menjelaskan dengan seksama, Melody tidak dapat menyembunyikan kekecewaanya.


"Baik dokter. Apa harus 7 hari ya?" tanya Melody kepada dokter. Inez menahan tawanya.


"Iya, harus tunggu 7 hari. Oh ya, dan Ibu Inez. Jika sudah mengonsumsi pil kb, nanti efeknya adalah tergantung pada tubuh masing-masing. Bisa kemungkinan haid yang banyak atau ada juga yang bisa membuat tidak haid melebihi waktu yang biasanya." ujar Dokter kembali menjelaskan. Inez mendengarkan penjelasan dokter.


Mereka pun kini sudah berada di mobil, menuju bandara. Inez dan Melody akan segera berangkat pergi bulan madu menggunakan Jet pribadi milik ayahnya.


"Sabar selama 7 hari ya, sayang." ledek Inez di dalam mobil. Melody cemberut untuk menggoda Inez.


"Hanya larangan bercinta kan? tapi kita bisa menghabiskan waktu untuk bercumbu." ujar Inez lagi menghibur Melody.


"Sayang! kamu nakal." ledek Melody membuat Inez tertawa malu.


Dering ponsel menginterupsi tawa mereka.


"Ivan, sayang." ujar Inez


"Angkatlah.." suruh Melody.


"Hai Ivan..." sapa Inez.


"Hai, jelek." jawab Ivan dari ujung telpon. Inez mencibir mendengar Ivan menggodanya.


"Apa kalian sudah berada di Maldives?" tanya Ivan


"Belum. Ini baru aja mau ke bandara. Apa kamu berubah pikiran untuk menyusulku?" tanya Inez menggoda Ivan.


"Aku akan mengantarkan Chloe kembali ke Los Angeles. Lagipula aku sangat butuh waktu mencintai diriku sendiri" cerita Ivan.


"Jadi kapan kamu berangkat ke LA?"


"Besok."


"Apakah Chloe bersamamu?" tanya Inez. mengubah panggilan menjadi panggilan video.


"Hi Chloe!" Sapa Inez melihat Chloe bersama Ivan.


"Hey, how about last night?" Chloe bertanya dengan antusias. Melody menengok dan memberikan jempolnya tertuju pada kameranya. Ivan tertawa melihat mereka.


"Okay, I just want to say goodbye. I will come to LA as soon as possible." ucap Inez kepada Chloe.


"Okay, I'll wait you. Bye, Inez. Already miss you!" seru Chloe.


"Bye. Ivan! Jangan nakal!" Inez memberikan peringatan kepada sahabatnya yang seperti kakaknya itu sebelum ia menutup telpon itu.


Melody dan Inez tertawa bahagia berjalan berdampingan di bandara. Beberapa pengawal berjalan di belakang mereka.


Ada mata yang terus mengikuti mereka sampai mereka menghilang dari sudut matanya. Orang suruhan Serena, memberikan laporan tentang keberangkatan Inez dan Melody.

__ADS_1


"Mereka sudah berangkat" ujar suara itu.


"Bagus. Siapkan rencana kita. Pria itu harus merasakan akibatnya." Suara Serena penuh dengan dendam.


__ADS_2