Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.

Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.
10 April 2020


__ADS_3

Dua hari menjelang hari pernikahan Inez dan Melody.


Jam menunjukkan pukul 2 pagi ketika Melody terbangun dari tidurnya. Ia terlelap menunggu kabar dari Inez. Melody mengambil ponselnya dari atas meja. Ia menatap layar ponselnya.


Sebuah foto di kirimkan oleh Inez.



'Apa kamu ingat foto ini? Foto pertamaku yang kamu potret dengan kameramu. Foto pertamaku bermain salju. Sesuatu yang aku sukai setelah pantai. Walau aku menyukai salju, kamu selalu tahu bahwa aku memilih LA karena aku selalu suka berada di tempat yang hangat. Namun, kamu adalah orang pertama yang membuatku untuk pindah ke New york di musim dingin.Tanpamu New york tidak akan sehangat yang aku ingat. Maafkan aku. Seharusnya aku mendengarmu malam ini. Urusanku dengan Ivan benar-benar sudah berakhir. Kita berada di tempat dimana seharusnya kita berada. I Love you. Xoxo.


Melody membaca pesan panjang yang di kirimkan Inez. Terlihat bahwa Inez masih online. Melody segera menghubunginya. Hanya menunggu di dering pertama, Inez segera mengangkat telpon tersebut.


"Hai" Sapa Inez suaranya serak.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Melody langsung.


"Aku memikirkanmu. Aku takut karena sikapku tadi kamu meninggalkanku." Jawab Inez di telpon.


"Are you crying?" Tanya Melody mendengar suara Inez yang sedang membersihkan hidungnya.


"Aku menyesal." Jawab Inez.


"It's okay. Aku rasa memang seharusnya ini terjadi. Tidak ada yang perlu di sesali." Ucap Melody.


"Mengapa kamu belum tidur?" Tanya Inez


"Aku terbangun. Tadinya aku menunggu kabarmu. Nomormu tidak bisa di hubungi. Aku menunggu dan terlelap." Jelas Melody.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Inez penasaran yang mulai tersenyum.


"Seharusnya tidak kalau kamu bersama Ivan. Hanya saja Ivan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan untuk membuatku kesal. Jadi ya, aku cemburu karena kamu menghabiskan malammu bersamanya. Tapi aku tahu, aku harus mempercayaimu. Apa yang terjadi? apa kalian baik-baik aja?".


"Dia mengatakan beberapa hal, dan melakukan sesuatu."


"Apaaaa???!!! Apa yang dia lakukan? Apakah dia melakukan hal yang buruk?!" Tanya Melody yang cemas karena pernyataan Inez yang terakhir.


"Melody..." Panggil Inez ketika ia menenangkan hati Melody. Melody menghela nafas di ujung telpon.


"Maafkan aku.. Dia menciumku."

__ADS_1


"Br*ngs*k!" Melody mengutuk.


"Melody....." Panggil Inez lagi.


"Apa kamu membalas menciumnya?" Tanya Melody posessif.


"Apa? Nggak! Itu yang kamu pikirkan tentangku?" Omel Inez.


"Aku tidak tahu. Hanya saja terkadang kalian bisa saja terbawa suasana." Jawab Melody memberikan penjelasan.


"Dengarkan aku. Jangan kamu potong-potong." Tukas Inez.


"Okay. Aku akan mengalihkan panggilan video." Melody setuju. Kini mereka sudah menatap layar ponsel mereka masing-masing yang menunjukan wajah mereka.


"Ceritakan." Pinta Melody.


"Dia menciumku. Aku terdiam, lalu aku langsung mendorongnya. Karena aku sadar itu tidak benar. Rasanya tidak benar melakukan itu bersamanya." Inez menjelaskan dengan muka serius.


"Berapa detik kamu terdiam? Jadi kamu merasakannya?" Tanya Melody beruntun. Inez tertawa melihat calon suaminya sedang cemburu.


"Hei.. Itu bukan apa-apa. Kamu percaya padaku, kan?" Tanya Inez.


"Aku suka saat kamu sedang cemburu seperti itu. Aku akan melakukan sesuatu yang membuatmu cemburu." Goda Inez.


"Jika ada seseorang yang menyentuhmu lagi aku akan mematahkan lehernya." Geram Melody. Inez tertawa lalu menguap.


"Tidur, Sayang. " Suruh Melody. Inez menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak ingin kamu menutup telponnya. Bisakah kamu menyanyikan lagu untukku?" Tanya Inez. Melody mengambil gitar akustik di kamarnya.


"Oh, there she goes again


Every morning it's the same


You walk on by my house


I wanna call out your name


I wanna tell you how beautiful you are from where I'm standing

__ADS_1


You got me thinking what we could be 'cause


I keep craving, craving, you don't know it but it's true


Can't get my mouth to say the words they wanna say to you


This is typical of love


Can't wait anymore, I won't wait


I need to tell you how I feel when I see us together forever


In my dreams you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows?


Maybe this will be the night that we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination?


We walk, we laugh, we spend our time walking by the ocean side


Our hands are gently intertwined


A feeling I just can't describe


All this time we spent alone, thinking we could not belong to something so damn beautiful


So damn beautiful


I keep craving, craving, you don't know it, but it's true


Can't get my mouth to say the words they wanna say to you"


(Shawn Mendes- Imagination)


Melody menyanyikan sebuah lagu dan melihat mimpi sudah menarik Inez dari dunia nyata.

__ADS_1


"You're my imagination who be came a reality. I Love you my dear." Ucap Melody dan menutup telponnya.


__ADS_2