Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.

Aku Mencintaimu Tanpa Tanda Tanya.
4. 8 September 2015


__ADS_3

Sudah jalan 4 bulan, hari-hari Inez tanpan Ivan. Inez pergi kemanapun hanya sendiri. Minggu-minggu pertama di bulan Juni Ivan masih mencoba menyapa Inez setiap papasan di depan rumah, tapi Inez mengacuhkan Ivan seperti tidak mengenalnya.


Dan sudah 2 bulan terakhir ini Inez dan Ivan benar benar bersikap tidak menganggap nya ada dalam hidup mereka masing-masing. Inez berusaha menyibukkan diri dengan mendengar musik, membaca buku, menonton tv, pergi ke mall, dan malamnya dia pergi ke sebuah Bar di Kota Jogja sampai larut pagi. Mengusir semua orang yang ada di hidup Inez, membiasakan melakukan apapun tanpa orang lain.


Sedangkan Ivan mulai membiasakan diri tanpa suara Inez di dalam hidupnya, membiasakan diri menghilangkan rutinitasnya yang dulu ia lakukan bersama Inez. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman kuliahnya.


Ivan memandang foto di meja belajarnya, tampak foto Dia bersama Inez.


"17 Tahun, Nez." Ivan bicara pada foto Inez.


"17 Tahun apa worth it untuk seperti ini." Gumamnya lagi.


Ivan membuka ponsel nya. Dan membuka chat nya bersama Inez yang sudah lama. Setahu Ivan, Inez mengganti ponsel nya karena terakhir Bude Suci cerita bahwa ponsel nya hancur karena dibanting oleh Inez.


Tapi Bude Suci juga bilang bahwa Inez tidak mengganti nomornya.


Inez (21.11) : are u slept?


Me (21.11): Nope. Miss me?


Inez (21.12) : Hari ini aku ke Gramedia sendirian 😐 Aku risih sama orang-orang yang memandangku.


Me (21.12) : Itu kamu terlalu cantik. Lain kali telfon aku dulu ya kalau kamu mau pergi. Aku akan menemanimu kemana pun kamu pergi.


Inez (21.12) : Really?? Kalau kamu lagi di kelas dosen mu yang terkenal killer itu, dan tiba-tiba aku menelpon untuk menemaniku ke parang tritis?


Me (21.13) : Aku akan berpura-pura sakit dan segera menemanimu. 😊


Inez (21.15) : Iya kesempatanmu untuk membolos. Dan aku tidak akan melakukan hal itu. Lebih baik aku menunggumu dirumah sampai kamu pulang.


Me (21. 15) : You know me so well. 😙 Kenapa belum tidur?


Inez (21.16) : Aku lagi berencana untuk tidur. Kamu?


Me (21.16) : Sedang mencoba untuk tidur.


Inez (21.16) : Ok. Night


Me (21.17) : See you 😙


"Ok. Aku mencoba untuk tidak mengganggumu jika memang menemanimu adalah sebuah kesalahan." gumam Ivan kepada wajah dalam foto tersebut. Lalu, Ivan meletakkan foto itu ditempatnya.


"Mba Nez" Panggil Bude Suci dari luar kamar Inez.

__ADS_1


"Yaaa, Masuk." Jawab Inez dari dalam kamar.


"Mba Nez, pulang pagi lagi ya?" Tanya Bude Suci.


"Kenapa emangnya?" Tanya Inez ketus dengan suara yang tidak jelas karena tertidur dalam posisi tengkurap, tidak melepas sepatu dan jaketnya. Bude Suci hanya bisa geleng geleng kepala.


"Mau apa?!" Tanya Inez membentak Bude Suci.


"Hari ini sudah saya siapkan barang-barang yang besok dibutuhkan di kampus, Mba." Jawab Bude Suci.


"Ya ya. terus, udah kan? kalau udah Bude boleh keluar lagi. Aku masih mau tidur." Jawab Inez memicingkan matanya menatap Bude dan tangannya melambai lambai ke arah luar menyuruh Bude segera keluar.


"Tapi mba... Ini sudah pukul 2 siang. Mba Nez ndak mau makan dulu?" Tanya Bude suci di pinggir pintu.


"Nggak!" bentak Inez.


Bude segera keluar. Lalu, Bude langsung lari ke arah rumah Ivan.


"Mas Van." Panggil Bude dari pinggir pagar.


Ivan yang sedang mengelap mobil nya langsung menghampiri Bude yang berdiri di depan pagar.


" Ada apa Bude?" tanya Ivan.


"Aku ga bisa apa apa lagi Bude. Nanti kaya waktu dia malah marah ngacak-ngacak rumah dan melukai hati kita dengan kata-kata dia lagi." Jawab Ivan sumringah.


---------------


"Gue bilang pergi semua!!!!!" teriak Inez sambil melemparkan seisi kamar nya saat Ivan mendapati Inez mabuk sesampai di rumah pagi hari.


"Siapa yang suruh lo panggil dia?" Teriak Inez murka kepada Bude Suci.


"Bude khawatir mba Nez." Jawab Bude menundukan kepalanya.


"Gak perlu lo semua Khawatir. Gue masih hidup. Hidup gue di ciptain buat lihat Ibu dan bapak gue pergi ninggalin gue. Lo juga bukan Ibu gue, jadi ga ada yang perlu lo khawatirin. Apalagi Lo! Nggak paham gue bilang kita saling menjauh! Stay away from me! Lo bukan pahlawan siang bolong yang harus muncul di depan gue cuma gara gara gue mabok!" Bentak Inez dengan nada yang sudah tidak jelas mendayu dayu karena terlalu banyak minum.


Ivan mencoba melangkah menghampiri Inez.


"Nez, please dengerin aku" Ucap Ivan mencoba membujuk Inez. Inez terdiam menatap Ivan berusaha susah payah membuka matanya. Ivan menggenggam lengan Inez. Inez terdiam.


"Nez, kita semua sayang sama kamu. Please, jangan kaya gini. Aku tahu kamu marah, aku tahu kamu sedih, tapi kalau kamu sendiri aku juga sakit, Nez. Aku bukan khawatir,Nez. Tapi aku lebih sakit juga, Nez lihat kamu kaya gini. Aku gak akan pernah ninggalin kamu. Kenapa kamu yang sekarang ninggalin aku." Ucap Ivan yang sekarang menggenggam kedua pipi Inez.


'semoga Inez luluh. Semoga Inez seperti biasanya, kalau kita akan baikan lagi' pikir Ivan.

__ADS_1


Tapi nyatanya Inez melakukan hal yang terduga, setelah memandang Ivan dengan serius lalu ia tertawa terbahak-bahak merendahkan semua kalimat Ivan.


"Ngomong apa sih lo? Hahahahahahahaha hahahahaahahhahahah sssssttt udah pada pergi deh lo. Gak ada gunanya lo sok manis kaya gini. Gue benci lo semuanya. Kalau lo sakit hati di pikirnya gue peduli??? Nggak!!!! hahaahahhahaha" Ucap Inez tertawa terbahak bahak dan menutup pintu kamarnya. Lalu, Inez menangis tanpa suara. Hatinya sakit, hatinya hancur mengatakan hal-hal buruk itu kepada Ivan dan Bude Suci.


'Tapi itu yang terbaik buat kita semua. karena kalau kita kehilangan saat ini, kita tidak akan terlalu sakit nantinya kalau kita benar benar tidak ada di dunia ini. Tidak tahu, kamu atau aku atau Bude yang meninggal duluan setidaknya rasa sakit kehilangannya tidak akan seperih biasanya. karena kita tidak memiliki satu sama lain.' Ucap Inez dalam hati membuat air mata Inez menetes terus menerus.


"Nez, kamu pikir mengatakan hal hal buruk akan membuatmu jadi lebih baik? Ngga, Nez. Orang matipun butuh orang untuk ngubur" Ucap Ivan dibalik pintu. Inez terdiam. Menyalakan musik kencang kencang supaya suara tangisnya tidak terdengar sampai keluar.


------------


"Biarin aja Bude. Ivan udah gak bisa apa-apa" Jawab Ivan lagi. Dalam hatinya sangat khawatir, hancur dan sedih mengingat apa yang terjadi 4 bulan yang lalu saat mengetahui aktivitas baru Inez.


"Bude!!!!!!" Teriak Inez dari pekarangan rumah nya.


" Bude!!!!!!!!" Teriaknya lagi. Bude dan Ivan menoleh dan mendengar suara Inez teriak memanggil Bude


"Bude, pulang dulu ya Mas Van. " ucap Bude mengangguk lalu berlari ke dalam rumah Inez.


dari pekarangan rumah Ivan, Ivan bisa mendengar suara Inez. Setidaknya itu yang bisa membunuh rasa rindunya.


"Kemana aja sih? Ngerumpi ya?!" Bentak Inez kepada Bude.


"Gue mau pergi lagi. Ga usah masak banyak-banyak karena gue gak akan makan di rumah." Bentak Inez masuk ke dalam rumah.


Ivan tersenyum mendengar suara Inez. Dia sangat merindukan Inez. Satu hal yang sangat menyakitkan bahwa Ivan tidak pernah tahu apa kesalahannya hingga Inez melakukan hal buruk ini kepadanya.


Hari ini Inez berencana pergi ke Cubic Kitchen & Bar. Sekalipun di dalam Bar, Inez memilih duduk di pojok bar sendiri. Satu-satunya yang dia ajak bicara hanya Bartenders untuk pesan minuman. Bar tersebut sudah 2 bulan ini setiap malam di kunjungi Inez, sampai ada di lembar koran bahwa anak pengusaha Mr. Dylan Wilson (Inezstasia Zakeshia Wilson) Menghabiskan waktu bersenang senang di dalam Bar. Berita nya mengulas hal hal buruk yang sebenarnya tidak terjadi.


Yang terjadi hanyalah, Inez duduk dan meminum beberapa minuman sambil melamun dan mendengarkan musik. Jika, ada orang yang menghampiri dia akan meminta security tempat tersebut untuk mengusir orang tersebut. Hingga sekarang Inez pergi selalu mengandalkan 2 orang pengawal pribadi hanya untuk menghindari orang-orang yang ingin bicara atau hanya sekedar mengenal dia.


Headlines Today


"Inezstasia Zakeshia Wilson, Putri Tunggal dari pengusaha Travel ternama Mr. Dylan Wilson dan Raden Ajeng Dewi Freya pengusaha Batik "Wajang" menyewa dua pengawal. Banyak Musuh???"


Ivan membaca berita di koran hari ini. wajah Inez terpampang di koran tersebut


" Tepatnya bukan banyak musuh, tapi memusuhi semua orang" Gumam Ivan pada koran tersebut. Pak Djoko mengambil koran dari tangan Ivan.


"Lah mbok kamu bujuk, Van." Jawab Pak Djoko sambil membaca berita yang di sebutkan.


"Sudah, Dad. Dan kaya nya gak ada faedahnya. Kalau ini hidup yang dia inginkan kenapa kita maksain melakukan hal yang dia ga inginkan" Jawab Ivan malas sambil berjalan ke luar rumahnya. Pak Djoko geleng-geleng kepala.


"Mau kemana, Van?" tanya Pak Djoko.

__ADS_1


"Cari angin." Jawab Ivan masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya.


__ADS_2