
suara temen temen angkatan Hania memberi semangat buat Hania beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah Angga, semu merah mungkin sudah mewarnai muka Hania kali ini, tidak terbayangkan ternyata dia yang harus membaca puisi itu seolah olah dia mengungkapkan perasaannya ke Angga,..oh tidaaak..abis ini mau ditaruh dimana muka Hania, dan seiring Hania mendekat tangan Erwin teman setimnya menyerahkan selembar kertas, terlihat tersusun rapi puisi cinta disana. dan Angga pun menyerahkan microphone yang tadi sempat dia pegang.
" ehm ehm suara Hania memecahkan keheningan sementara acara ini, dengan penuh kepercayaan diri yang tersisa Hania menarik nafas panjang dan menghembuskannya,..serasa jantung bergetar hebat belum pernah dia mengungkapkan perasaan pada seorang cowok walau sekalipun ini suatu hiburan semata.
Dengan ka Randy sekalipun Hania bener bener belum sepatah katapun keluar rayuan untuk seorang cowok dari mulut Hania, paling hanya tulisan tulisan aja.
" baiklah untuk semua teman teman saya coba menguraikan puisi cinta ini, mohon bila kurang berkenan penjabarannya nanti harap maklum yah, "ucap hania berusaha tersenyum diikutin riuh tepuk tangan semua yang hadir.
Jarak hampr tak terlalu jauh dari posisi Angga dan hampir berhadapan, dengan sedikit masih tersirat rasa malu Hania mulai mebacakan puisi yang dia buat gak nyangka malah harus dia sendiri yang membacakannya.
ku genggam rasa
rasa yang tak bisa aku ungkapakan
ku coba meraih mimpi
menggapainya dengan sekuat rasa
rasa memiliki,rasa menyayangi,rasa mencintai
__ADS_1
itulah perasaanku padamu
ku berharap kamu suatu hari akan menyadari
ada seseorang disana menantimu selalu
mencintamu dan mengagumi
itulah aku
secara pelan pelan Hania mengucapkannya,
Hania langsung berbalik arah dan sekilas melihat Angga tersenyum pada Hania
dan suara suara teman temanku terdengar jelas mereka memuji keberanian Hania, walau tidak nyata Hania tetap aja malu, entah masih beranikah mata ini menatap Angga.
Dan keesok paginya acara dilanjutin cebur cebur disungai untuk menandakan inagurasi sudah selesai,dan udah bisa dibayangkan betapa capenya seluruh badan setelah dua hari mengikuyi acara ini. saatnya merapihkan seluruh barang barang dan pulang.
" Hania, pulang bareng siapa nanti ? tiba tiba suara Angga terdengar begitu dekat ditelinga Hania, saat menoleh Angga sudah ada didekatnya.
__ADS_1
"kemungkinan bareng anak anak ka, naik tronton lagi, "jawab Hania singkat.
"owh gitu, oke sampai ketemu nanti dikampus yah sebelumnya nanti kita breefing dulu bahas acara pembubaran panitia." jawab Angga sambil melangkah menjauh.
Hania hanya menganguk tanda menyetujui.
Dan setelah beberapa jam perjalanan yang cukup melelahkan sampai dikampus sudah melewati waktu Ashar dan sebagian yang muslim menuju ke mushola disebelah kampus, dan tidak terkecuali Hania dan teman temannya.
Dan setelah hampir setengah jam breefing telah dilewati untuk nanti acara pembubaran panitia Hania mendengar suara Angga memanggil Hania, dan Hania mendekatkan ke arah Angga,
"Hania nanti kamu bareng aku aja kebetulan ini aku pulang ke rumah tante aku didepok, melewati rumah kamu khan." tanya Angga pada Hania.
" Apa tidak merepotkan ka, tanya Hania.
Tidaklah Hania khan sekalian, jawab Angga sambil berjalan ke arah parkiran membawa helm dan tas punggungnya.
Dan Hania mengekor dibelakang Angga, sekilas beberaoa mata memandang tajam ke arah Hania dan beberapa meledek Hania dengan senyuman senyuman jail.
"cie..vie..lanjut nih." suara temen Hania yang jail. lalu dibales dengan pelototan Hania pada temennya , membuat temannya makin meledeknya, tetapi Angga sepertinya tidak terlalu memghiraukan.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan teman teman yang masih berada dikampus, Angga dan haniapun berlalu, dan ada rasa bersyukur hari ini pulang bareng Angga waktu sampai dirumah lebih cepat dibanding naik bis 3/4 itu pasti masih diterminal sekarang ini.