
Dan terlintas bayangan Randy dipikiranku, dan entah kenapa Aku tersenyum senyum sendiri, inikah cinta atau
bukan yang pasti hatiku merasa senang dan tak sabar untuk hari Sabtu ini.
Akhirnya hari Sabtu yang ditunggu tiba, sebelumnya, Aku sudah memberi tahu alamat rumahnya ke ka
Randy, Dan kebetulan Mama sedang dirumah tidak bekerja, jadi Aku bisa kenalin ke Mama sekarang, Tetapi Aku masih bingung pakai baju apa, akhirnya Aku mutusin hari ini pake Rok dibawah lutut dan baju longar,
karena memang Aku tidak suka pake baju yang ketat atau yang memperlihatkan lengkuk tubuhku.
Ketukan pintu kamar mengangetkanku yang sedang menyisir rambutku.
"Hania, tok..tok..ini
Mama,” suara Mamq dari balik pintu terdengar jelas, lalu gak lama Aku membukakan pintu yang sebenarnya tidak dikunci.
“ Iya Mah, ada apa? Ucapku sambil menatap mamaku dengan tanda tanya.
“Eh, anak Mama sudah cantik,ehm Mama mau tanya, jadi temen kamu datang”? Tanya Mama sambil
__ADS_1
senyum senyum.
” Insya Allah datang Mah, mungkin sekarang lagi dijalan Mah, kenapa memangnya?
Tanyaku penasaran.
” Tidak apa apa sayang, Cuma Mama mau kasih tau sudah siapin cemilan kalau
teman kamu datang yah, Mama mau kerumah nenek sebentar, mau nganter Dita petik buah rambutan disana dari tadi sudah merengek terus, gak apa apa yah Mama tinggal, nanti kamu terima temenmu diteras aja kalau gak enak hanya berduaan, sebentar lagi juga Dini pulang."ucap Mama sambil membelai
rambut Hania.
( nenek yang mama maksud adalah neneknya Dita karena Almarhum Bapak sambungku itu asli orang kampung tempatku tinggal sekarang ini jadi memang asli orang sini penghasilannya dari berkebun dan menjual hasilnya kepasar, ada buah buahan dan sayur sayuran)
gak ada temen yang mau datang mending Hania ikut bunda, “ujar Hania sambil bibir mengkerut.
Mama hanya tersenyum mendengar ocehanku.
Tak lama selang 1 jam Mama pergi, suara pintu depan diketuk ketuk, dari bayangan tirai jendela ruang tamu terlihat bayangan orang, entah kenapa jantunngku seakan berdetak keras, seperti yang habis
__ADS_1
lari marathon, waduh kacau kenapa jantungku berdetak kencang begini, padahal cuma disamperin cowok bukan anjing galak loh ini, ucapku dalam hati.
Tak lama Aku membukakan pintu depan,
benar saja dugaannya, ka Randy yang datang,..jantungku makin tidak jelas detaknya, seakan berlomba lomba membuat seluruh badanku panas dingin, antara kaget dan tidak percaya kalau ka Randy benar benar sudah ada didepan pintu rumahku.
“Assalamualaikum Hania, ujar Ka Randy
mengucapkan salam,” ‘waalaikum salam ka Randy , jawabku sedikit gugup.
Rasanya mataku tidak berani menatap wajah ka Randy, lebih ganteng dari biasanya, sebab biasanya selalu lihat pakai seragam
pabrik he..he..keliatan buruh pabrik nya, piis yah ka, dan bukan baju bebas begini, dan dengan susah payahku menyembunyikan rasa gugupnya dalam hati, untuk pertama kali dalam hidupku mengalami perasaan ini.
Ingin rasanya melonjak lonjak rasa senang akhirnya ada juga yang menyukaiku., eit tunggu dulu, Aku tiba tiba berpikir kepedeaan banget sich aku, jangan jangan ka Randy kesini Cuma mau minta
tolong dicomblangin biar bisa deket dengan salah satu temennya, Wajah Hania tiba tiba berkerut membayangkan itu.
Ka Randy yang sendari tadi memperhatikan gerak gerik Hania dibuat gemes, padahal dalam hati Randy ," ini anak ternyata lebih cantik dari yang aku kira, ditambah mimik polosnya kalau lagi mikir, bikin aku gemes
__ADS_1
banget pingin cubit pipinya, apalagi lihat belahan bibirnya yang bawah bergaris dua, membuat desiran desiran yang tidak bisa diungkapkan, perasaanku memang tidak salah dari awal lihat udah bikin aku
jatuh cinta," ucap Randy dalam hatinya.