
Setelah itu kita habiskan hari itu dengan mengobrol ringan diselingi suara tawaku dan ka Randy sore itu.
Tak lama kami bersenda gurau, suara Mama dari arah luar terdengar, dan tanpa basa basi ka Randy langsung cium tangan Mama dan mamapun tersenyum, owh ini teman yang Hania yah ?, ucap bunda dalam hati, sambil masih berdiri dihadapan Hania dan Randy, disusul suara Dita yang merengek bunda karena lapar,
" ayo bunda cepet buatin aku mie rebus, " rengekan Dita sambil menarik narik tangan Mama untuk segera masuk kedapur rumah.
Aduh, de sabar ini ada tamu loh malu tuh diliatin sm kakaknya, ucap Mama sambil menunjukkan mimik ke arah Hania dan ka Randy, dan Dita hanya cengengesan sambil malu malu, maaf Dita gaka tau ada tamu mah, dan berlalu kedalam rumah.
Dan tak lama Mama mengikuti Dita melangkah ke dalam rumah, tapi sebelumnya Mama mengajakku dan ka Randy untuk duduk didalam, dan tak lama, Aku dan ka Randy masuk ke dalam juga, ruang Tamuku tidak terlalu luas hanya muat untuk ukuran sofa dan meja, dan ruang tamu terhubung dengan kamar Hania dan kamar bunda dan ditengah tengah ada kamar mandi, cukup unik rumahnya tidak terlalu besar tapi terlihat nyaman.
__ADS_1
Setelah ngobrol cukup lama dengan bunda dan Hania, ka Randy pun pamit pulang.
Dan Hania mengantar ka Randy sampai pinggir jalan, rasa senang dan deg degan masih terasa seakan akan sampai lupa rasa sebelumnya gimana.
Han, sekarang kita resmi yah jadian." ucap ka Randy, yang membuyarkan lamunan Hania seketika.
tak terbayangkan bertambah deg degan perasaan Hania saat itu, muka merah merona terpancar jelas diwajahnya, dan ka Randy hanya tersenyum senyum melihat perubahan mimik Hania saat itu.
" mulai sekarang, saya manggil kamu ade yah, buat panggilan khusus, gimana? " tanya ka randy sambil matanya melirik ke arah Hania yang masih menuduk malu malu.
__ADS_1
Hania, kenapa kamu jadi diam begitu, kamu gak suka yah dengan panggilan aku sama kamu, tanya ka Randy sambil matanya tak henti memandang Hania, jawab donk kamu kenapa? " semenjak aku ungkapin perasaan aku sama kamu, kamu hanya menggangguk dan jawab iya aja, ujar Ka Randy seakan akan raut mukanya tidak sabar menunggu jawaban Hania yang sebenarnya.
" aaķkku, hanya masih belum percaya semua ini ka, kayanya semu begitu cepat, kakak datang ke rumah, terus ngungkapin perasaan kakak, cubit aku deh ka, buat mastiin ini mimpi atau bukan," seloroh Hania dengan polosnya, dan seketika ka Randy tertawa mendengar alasan Hania,
" ha..ha.. Hania, Hania kamu itu gemesin banget sich, ujar Ka Randy.
Oke, Ka Randy pulang dulu yah, sampai ketemu lagi besok senin yah," ujarnya sambil tangan ka Randy menstop bis yang menuju ke arah dimana kita berdua berdiri yang mendekati pinggir jalan raya dan Hania hanya mengganguk untuk kesekian kali, dàn melihat ka Randy yang mulai menaiki bis yang berenti dan melambaikan tangan pada Hania, dan Hania membalasnya sampai bayangan Bis dan Ka Randy mulai menjauh dan hilang dari pandangan Hania.
Hania tetap masih tak percaya dengan semua yang telah terjadi hari ini, aaaaaa, semua seakan akan begitu cepat tanpa memberi cela, rasa bahagia seakan terpancar diraut muka Hania, dan tak hentinya tersenyum dalam hati dan ingin buru buru menceritakan kepada ketiga temannya untuk kejadian hari ini. dan terbayang wajah bunda yang hanya tersenyum saat Hania mengatakan pada bunda bolegkah ka Randy jadi teman dekat Hania saat ini, dan Hania mengartikan bila.bunda mengijinkannya.
__ADS_1