AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Menyakitkan


__ADS_3

" hey, ditanya malah nunduk, apa ada hal yang kamu sembunyikan dari aku, Han, "tanya ka Randy menyelidik.


" sebenarnya aku belum yakin dan percaya apakah kamu benar benar ingin hubungan ini berakhir, aku gak percaya kamu lebih mementingkan cita cita kamu dibanding hubungan kita, aku gak ngerti semua ini coba kamu jelasin ke aku lagi, Hania," tanya ka Randy dengan mimik serius.


Dan Hania pun akhirnya mengangkatkan kepalanya, dan mata sendunya seakan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan ka Randy, Dalam hati Hania,sebenarnya Hania juga berat memutuskan ini tapi hania juga gak bisa mempungkiri cita citanya sudah mendarah daging.


Dan Ka Randy seakan mengerti akan jawaban Hania hanya menghebuskan nafas dengan dalam.


Kesunyian tiba tiba diantara kami, " baiklah Hania aku mencoba memahami keputusanmu dan aku harap kamupun sama bisa memahami keputusanku juga, aku gak bisa bertahan dengan situasi seperti, aku gak biaa maafkan aku juga tidak bisa menjadi seperti yang kamu inginkan, aku sadar, ego aku memilkimu dengan memaksa kehendak, aku gak ada pilihan lagi, aku begitu jauh walau dihatiku dekat, kurahap kamu bisa menjaga dirimu walau tidak ada aku disisi kamu. ucap ka Randy terdengar lembut ditelinga Hania.


" Baiklah, aku pamit dulu, semakin lama didekatmu rasa sakit itu makin menusuk hatiku, jaga diri kamu baik baik, Hania, bila suatu hari nanti kamu berubah pikiran dan aku masih sendiri, kabari aku. "ucap ka Randy.

__ADS_1


" oh, iya salam buat Bunda, aku harus buru buru karena mamaku menungguku untuk cepat pilang haru ini. ujar ka Randy dan bersiap siap beranjak pergi.


Hania hanya mengangguk, dan berusaha menahan airmatanya tidak jatuh saat didepan ka Randy, dan setelah beberapa menit kemudian bayangan ka Randy suah tidak ada dihadapan Hania dan Hania sudah tidak bisa menahan air matanya, langsung menuju kamarnya menangis sejadi jadinya, karena bagaimanapun Hania kehilangan sesosok cowok yang bukan hanya sebagai orang terdekat tetapi juga tempat Hania bercerita, mengadu dan berkeluh kesah saat bundanya sibuk.


Entah berapa lama Hania akhirnya tertidur, dan terbangun dengan suara hpnya disebelahnya, Hania teesenyum betharap ka Randy berubah pikiran dan ternyata hanya nomor tak dikenal, dan Hania tetap.mengangkatnya walau ragu untuk mengangkatnya.


" Hallo, iya siapa ini, jawab Hania menyelidik"


" Hallo, ini Hania khan, ucap penelepon ternyata suara laki laki yang terdengar bising suara jalanan, karena sepertinya dia telepon sambil mengendari motornya.


" aku, Angga, emang suara aku gak ngenalin yah, ucap Angga sedikit teriak karena suaranya hampir tenggelam dengan suara bising kendaraan didekatnya.

__ADS_1


" eh, iya ada apa Ga," ucap Hania terkekeh.


" Aku mau nanya nomor telepon Rido, kamu punya enggak soalnya ku lihat kamu kenal sama dia, waktu diakntin samapi serius banget ngobrolnya, aku lewat aja gak ngeh,"


ucap Angga sambil terkekeh.


" owh iya ngomong ngomong aku ganggu gak, sorry yah, aku bingung hubungin siapa, soalnya aku ada perlu sama dia, Han, "ucap Agga terdengar serius.


" enggak kok, Ga, aku baru bangun tidur, sebentar yah aku cek dulu, kayanya sich aku ada,"ujar Hania, lalu gak lama Hania mengirimkanpesan singkat ke Agga nomor handphone Rido.


Dan tak lama Angga membalas dengan ucapan terima kasih.

__ADS_1


Haniapun beranjak dari tidurnya dan melihat jam, tak terasa sudah jam 5 sore berarti dia ketiduran hampir 2 jam lama, terdengar sepi dan Hania berjalan keluar kamar, dan memicingkan matanya, kemanakah bunda dan adim adiknay sepi sekali rumah ini, dan terlihat dimeja ruang tamu lipatan kertas, ternyata pesan dari Bunda kalau beliau pergi dan adik adiknya ke rumah nenek dan berharap hania menyusul juga setelah bangun karena ada bibinya yang baru datang dari Bandung.


Tanpa pikir panjang Hania bergegas merapihkan diri dan sebelumnya sholat ashar yang hampir saja terlewati dan siap siap pergi ke rumah nenek Hania yang jaraknya tidak terlalu jauh, mungkin kira kira 15 menit kalau berjalan kaki, bagi Hania itu bukan suatu masalah, apalagi membayangkan ketemu bibinya yang sudah lama fia tidak ketemu.


__ADS_2