
Semenjak kejadian itu Ka randy sering mencuri curi kesempatan untuk menciumku, terkadang risi sebenarnya,..perang bathin dengan diri sendiri itu bukannya tidak boleh, tapi tidak munafik Hania juga menyukainya. Aaaaah,ucap Hania teriak teriak kecil dikamarnya bila mengingat ciiuman ciuiman itu, untung hanya sampai disitu dan gak lebih, tidak seperti cerita cerita difilm yang sampai kebablasan, jangan sampe deh, ucap Hania dalam hati.
Dan tidak terasa rutinitas membuat semua begotu cepat sesuai permintaan ka Randy agar Hania mau main kerumahnya, Akhirnya pagi ini Hania siap siap untuk pergi ke rumah ka Randi, sesudah ijin dengan bunda akan ke rumah ka Randy, Hania akan naik bis jurusan depok – Blok M kebetulan rumah hania tidak terlalu jauh dari jalan raya, jadi menstop dari dekat rumah.
Sebenarnya tidak terlalu sering Hania naik Bis sejauh ini seringnya naik kereta untuk pulang pergi kerja, karena rumah Hania letaknya strategis ke stasiun tidak terlalu jauh dan ke jalan raya juga tidak terlalu jauh.
Setelah beberapa lama menunggu Hania akhirnya menstop Bis yang Hania tunggu, Bis ¾ tidak terlalu besar dan juga lebih luas dari angkot, itulah julukan buat bis ¾, kebetulan dalam Bis hanya tinggal 1 bangku kosong yang tersisa dan Hania lihat disebelahnya seorang cowok gondrong duduk dekat jendela, saat hania ingin duduk dia menoleh sebentar dan bergeser lebih merapat kearah jendela agar memperluas untuk Hania dudukin disebelahnya, tanpa tersenyum hanya melihat Hania dengan tatapan datar, tadinya Hania ingin tesenyum tapi entah sepertinya urat senyum yang ingin Hania keluarkan berubah menjadi ikut berubah menjadi datar, hanya ucapan terima kasih yang sempat Hania ucapkan itupun nyaris tak terdengar.
Suasana menjadi canggung tapi Hania bersikap cuek dan yang terdengar suara kenek yang menurunkan dan menaikan penumpang, dalam waktu bebrapa saat tiba tiba terlihat hampir penuh didalam Bis, Hania sedikoit panik gimana dia turun kalau penuh begini, mana tadi Hania agak sedikit lupa terminal blok M seperti apa sekarang, pernah sekali diajak kakaknya dan itu juga udah lama.
__ADS_1
Haduh, gimana ini, tapi ka Randy tadi bilang turun dipemberhentian terakhir aja lalu naik jurusan ke arah kebayoran nanti turun dipasar kebayoran naik angkot 02 terus turun di Gang 100, nah disitu ka Randy akan menunggu Hania.
Lamunannya tiba tiba ambyar karena terdengar suara cowok itu mencoba berbicara dengannya, saat Hania menoleh cowok itumemang sedang mengarah ke arah Hania duduk,
“ maaf, ganggu mba bisa saya tau kira kira jam berapa sekarang yah, sambil cowok gondrong itu menunjuk ke arah tangan Hania, tepatnya ke arah jam tangan Hania.
“ oh, sebentar yah mas, lalu Hania mengangkat tangannya dan sedikit memperlihatkan letak jamnya ke arah cowok gondrong itu, sambil mengatakan kalau sekarang ini jam 9.15 pagi, ternyata pmasih pagi juga yah, aku kepagian, ucap hania dalam hati.
Owh iya sma sama jawab Hania. Entah tiba tiba Hania mencoba memberanikan diri nanya ke cowok gondrong itu.
__ADS_1
“oh iya mas, apa terminal Blok M masih jauh atau udah dekat yah?’tanya Hania.
Tak lama cowok gondrong itu menoleh ke arah Hania, owh masih jauh mba, ini karena macet juga sich paling kalau habis ini lanacr sejam lagi baru sampe, mau kerja atau mau kuliah mba? Tanya cowok Gondrong itu lagi Akhirnya membuka pecakapan.
Eh, masih jauh juga ya, aku pikir sebentar lagi, oh iya aku mau main ke rumah temenku di kebayoran, mas,” jawab Hania, mas sendiri mau kemana, tanya Hania lagi.
“ saya mah gak sampe blok M turun dicipete, mau pulang kerumah kakak, kebetulan saya baru pulang main dari depok, jawabnya mulai ramah.
Oh iya, panggil aja Angga gak usah mas keliatan ketuaan, paling kita seumuran yah khan baru setahun du tahun lulus SMA, tanya cowok gondrong itu pada Hania, ehm jawab Hania, aku Hania, sampai akhirny karena dimulai mengobrol asal sekolah jadinya nyambung ternyata kita sekolah ambil jurusan yang sama, jadinya nyambunglah bahan obrolannya.
__ADS_1
Gak lama, cowok gondrong itu turun eh maksdunya Angga pun turun, dan Hania pun bersiap siap turun juga karena kata Galih paling sekitar 10 menitan lagi udah sampe Blok M. Hania tersenyum senyum juga kenalana sama orang tapi di Bis, Hania yang kuper jarang punya teman ngobrol.