
Akhirnya setelah kejadian itu, Hubungan Hania agak sedikit renggang walau didepan semua teman sikap Hania dan Rido masih seperti biasa, seperti sepasang kekasih.
Dan sifat hania yang tertutup dengan permasalahannya buat Hania meyimpan masalah yang terjadi dengan Rido, dan Hania rasakan semakin hari semakin terasa tidak nyaman, walau Rido tetap menunjukan sikap biasa, tapi bagi Hania tetaplah terlihat ada yang beda, tapi Hania belum bisa mengartikannya apa itu.
Angga dan teman teman lain sempat menanyakan perubahan sikap Hania yang biasanya ceria lebih banyak diam dan melamun.
Tapi mereka tidak berani untuk menanyakan ke Hania langsung karena menjaga privasi pribadi masing masing, mungkin kalau ini dialami oleh Citra, dia akan menangis bombay dan seruangan senat bakalan tau pastinya heboh mencoba untuk menenangkannya, tapi tidak dengan Hania tidak mudah baginya mengungkapkan, padahal hatinya udah memendam segala kegundahan tentang Rido, Hania hanya bisa memendam dengan rasa kesal dan marah tapi tak busa diungkapkan.
Sampai dikampuspun Hania lebih banyak mengabiskan waktu didalam ruangan kuliah, kebetulan buletin kampus terbit 3 bulan sekali jadi lebih santai untuk saat ini, Hania menjadi tidak semangat untuk bertegur sapa dengsn orang orang yang dia kwnal, lebib senang mengurung diri di ruangan, walaupun sedang jam istirahat sekalipun, paling turun sebentar ke mushola,
Seperti saat ini, masih ada waktu 50 menit untuk bersantai santai diruangan, dan Rido tadi ngabarin datang telat ke kampus, gak.heran Hania dengan itu, sebelum ada masalahpun dia begitu, gimana ada masalah, ujar Hania dalam hati, sampai suara gagang pintu terdengar dibuka sesorang dan Hania menoleh ke arah pintu mengira ngira mungkin Rido yang datang, dan ternyata cowok yang Hania kenal juga, yaitu satu angkatan dengan Angga, iya Hania ingat namanya Nuha, iya Nurhastanto, pernah jadi mentornya pas acara inagurasi.
“ Hania, boleh ganggu sebentar?”, tanya ka Nuha sabil berjalan ke arah kursi yang Hania duduki, dan mengambil salah satu kursi dan duduk didepan Hania persis.
__ADS_1
“ iya, Ka Nuha, ada apa ya, ? jawab hania sedikit gugup, karena Hania tidaklah mudah dekat dengan cowok yang baru beberapa kali ketemu, kecuali seperti Angga, Erwin maupun Rido.
“ Maaf Hania, aku sedikit lancang mencampuri urusan kamu, kamu lagi ada masalah yah dengan Rido, aku denger kabar kabar aja sich, dan aku memperhatikan kamu juga kulihat udah jarang sama Rido, diarea kampus” Ucap ka Nuha serius.
Ka Nuha itu cowok yang cukup manis juga kalau diperhatikan, badan tinggi cocok jadi pemain basket pastinya, tapi sinar matanya seperti hawa orang mau tidur, tatapan matanya serasa teduh ( kaya kalau neduh dibawah pohon saat matahari tinggi tingginya), tapi pikiran itu dengan cepat Hania buang jauh jauh, bagaimanapun Hania cukup tau diri, dia cewek yang sudah punya pacar, walaupun hubungan dengan Rido sedang bermasalah, dan.kuliah juga tujuan utamanya memang belajar, masslah urusan asmara bukan prioritas bagi Hania.
“Hania, Hania, kok malah diam, ujar ka Nuha sambil tangannya dilambai lambai ke arah muka Hania, dan gerakan tangan ka Nuha buat Hania tersadar dari lamunannya.
“ kamu tuh, keliatan tambah manis deh, kalau mimik begitu, puji ka Nuha sambil tertawa.
“ ehm..ehm..Aku tadi ke ruang senat, trus tanya ke Angga nanyain kamu, kata Angga paling kamu disini, eh benar juga, “ucap ka Nuha membenarkan dugaan Angga.
“Kok bukannya jawab pertanyaan aku,” ujar ka Nuha dengan serius.
__ADS_1
“ he..he..kirain udah lupa, ucap Hania sedikit meledek,
“ gak kok ka aku dan Rido baik baik aja kok, Cuma Rido yang sedang fokus ke menwa aja, buat laporan pelatihan kemarin, loh ka "ucap hania memberi alasan.
“ Aku tuh ada info tentang Rido, tapi aku gak bisa ngomogin disini, nah kalau kamu ada waktu hari Sabtu aku jemput dirumah kamu, aku ada tempatt yang enak buat ngobrol, nanti aku kasih sesuatu hal tentang Rido, “ "ucap ka Yuna dengan antusiasmya.
Hania tidak langsung menjawab karena masih ragu ragu untuk mempercayai perkataan ka Nuha. “
Dan ka Nuha tau itu, dan ka Nuha langsung beranjak berdiri sambil melihat kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya,.
“ kamu kabari aku aja bisa atau tidak ya, ini nomor hp aku, pokoknya kamu gak akan menyesal tentang info ini dan malah berterima kasih sama aku nantinya.“ ujar ka Nuha dan beranjak pergi meninggalkan Hania yang masih terpaku mencerna ucapan ka Nuha barusan.
Hania terasa ingin menjerit sekencang kencangnya, kenapa masalah Hania jadi serumit ini padahal dia niat awal hanya kuliah, malah jadi dikelilingi masalah masalah yang menjadi pengganggu kuliahnya, mengusik hidupnya yang sebelumnya tenang dan damai.
__ADS_1
Apakah karena karma karena memutuskan ka Rendy. Tapi Hania tidak sejahat itu hanya berusaha bersikap tegas dalam memutuskan sesuatu. Hania bingung harus bagaimana.
Menerima ajakan ka Nuha untuk ketemu berarti itu sama aja tidak percaya sama Rido, tapi apakah Rido memang cowok yang bisa dipercaya, ah tidak juga setelah kejadian beberapa waktu lalu pembicaraan Rido dengan temennya di telepon itu bukan sekedar teman Hania yakin itu.