
Seminggu setelah perbicaraan dengan ka Nuha dan Hania, semakin membuat ka Nuha berani mendekati Hania kadang ngobrol sebentar atau kadang mengajak Hania ke kantin.
Tetapi perubahannya yang terjadi teman - teman Hania malah seakan akan menjauhi Hania, seperti Citra, Rani, hanya Angga yang bersikap biasa saja, karena Angga juga tidak mau terlalu ikut campur.
Seperti biasa jam kuliah ke dua telah usai, dan Hania bergegas untuk buru buru pulang setelah dosen beranjak keluar dari ruangan. Dan Rido ternyata sudah menunggu Hania di dekat ruangan Menwa. Dan saat melihat Hania buru buru Rido beranjak menghampiri Hania, Hania dengan berusaha bersikap tenang seolah tidak ada apa apa.
“ Hania, aku tunggu diparkiran, “ ucap Rido sambil beranjak masuk kedalam Menwa. Dan Hania hanya mengangguk dan tanpa menunggu Rido Hania berjalan kearah parkiran.
Sempat menyapa Angga yang masih mengobrol dengan teman seangkatannya, dan Angga hanya melambaikan tangan dan memperhatikan sejenak ke arah Hania, samapi Hania berlalu.
Saat diparkiran Hania melihat mobil ka Nuha terpakir persis di sebelah motor Rido, dan perasaan Hania menjadi tambah tidak enak, takut hal hal yang tidak diinginkan terjadi.
Dan tak lama ka Nuha menghampiri Hania, sebelum Ka Nuha mencoba mengatakan sesuatu tiba tiba Rido sudah mendekat ke arah mereka berdua, dengan wajah yang menggambarkan amarah yanng setiap saat bisa meledak.
Dan Rido memberikan helm ke tangan Hania, dan Hania memakaikan dengan hati hati, sambil melirik ke arah ka Nuha yang masih berdiri menyender di samping mobilnya.
Dan tanpa basa basi Rido lalu melaju motornya setelah sesaat hania naik ek atas motornya, dan hania hanya dengan mengangguk pamit ke ka Nuha. Ka nuha hanya memandang dan tersenyum hambar ke arah Hania.
Rido membawa motornya dengan melaju sedang, tanpa berkata apa apa, dan Hania coba memulai obrolannya untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
“ Tumben nganter aku pulang, biasanya masih sibuk di menwa,Do?” tanya Hania sambil merapatkan kedua telapak tangannya ke tubuh Rido.
“ ehm, lagi gak begitu banyak yang harus aku kerjakan ,” ucap Rido dengan suara datar.
“aku dengar kamu lagi dekat dengan Nuha, ya Hania, tanya Rido dengan nada suara berat.
“ aku sama siapapun bisa deket tergantung orangnya, sama Angga, Erwin, ka Nuha, dan yang lainnya itu memang kua nggap enak diajak ngobrol,” ucap Hania perlahan.
“ Ehm..tadi tidak dengan Nuha, temen temen yang lain mengagap kamu itu mau sama siapa aja, kamu tuh dibilang cewek bensin, cewek matre,kamu tau gak, ucap Rido menjadi agak sakras.
Dan entah mengapa tiba tiba hati Hania merasa sesakit ini dengan ucapan Rido, cowok yang terdekat sama Dia sekarang bisa mengucap itu, tanpa disadari air matanya mengalir perlahan di kedua pipinya.
“ Hampir percaya, dengan melihat kejadian tadi, ucap Rido dengan sedikit ragu
Perkataan Rido Membuat perasaan Hania semakin sakit, Dan Hania agak melonggarkan pegangannya dan mengusap lembut air mata yang mengalir dari kedua pipinya.
“ lalu mau kamu apa sekarang,? Tanya Hania dengan berusaha menahan rasa kesedihan yang semakin dalam, seakan akan semua yang selama ini Hania pendam tiba tiba ingin keluar tinggal menunggu waktu yang tepat.
“ ya aku minta penjelasan kamulah, Hania, masa aku tanya Citra, Ucap Rido dengan konyolnya.
__ADS_1
Membuat Hania semakin marah dengan tingkah Rido itu.
“ Sebelum menjawab pertanyaan kamu, aku justru mau tanya siapa cewek yang kamu bonceng selain aku beberapa bulan terakhir ini, tanya Hania memberanikan diri menanyakan langsung pada Rido.
Dan Rido hanya terdiam, dan menghela nafas panjang. “ jadi kamu sudah tau itu, pasti itu dari Nuha, ucap Rido dengan nada sarkasnya, aku udah bisa tebak, yang Yuha liat itu Nanda mantan aku, dia beberapa kali minta tolong diantar ke kampusnya, karena mobilnya masuk bengkel, ujar Rido memberi alasan. “ tidak seperti yang kamu pikirkan Hania, kenapa kamu lebih percaya Nuha dibanding aku, tanya Rido dengan suara datar.
“ aku bukan masalah tidak percaya sama kamu tapi kenapa kamu gak jujur sama aku, kenapa aku jadi harus tau dari oranglain, bukan dari kamu sendiri jadi kan ini salah paham.
Ucap hania yang sesekali mengusap iar matanya yang tidak mau berenti mengalir.
“ Justru aku yang menayakan kamu bisa jalan dengan Nuha, dan aku tau dari oranglain, tanya Rido balik menyerang Hania. Dan Hani tersentak kaget, kenapa jadi pertemuan dengan ka Nuha jadi senjata Rido.
Kenapa semua menjadi rumit, Hania jadi semakin tidak mengerti gimana meluruskan permasalahan sebenarnya.
Dan percakapan yang belums elesai itu terhenti setelah motor Rido samapi didepan Gang rumah Hania, dikarenakan hari sudah larut malam Rido hanya mengantar Hania sampai situ.
“ Hania, kamu masih ada hutang padaku menjelaskan kenapa kamu jalan dengan Nuha, ucap Rido sambil memanaskan motornya, tanpa menunggu Hania menjawab motor Rido sekian menit sudah berlalu dari hadapan Hania.
Dan Hania dengan berjalan sedkit gontai dengan perlahan berjalan ke arah rumahnya.
__ADS_1