
"kalau masuk rumah itu memberi salam, "ucap Ka Randy pelan tapi terasa menusuk.
" eh, iya Ka, Assalamualaikum, ucap Hania pelan tapi terdengar jelas oleh ka Randy, lalu dengan penasaran Hania bertanya kepada ka Randy sudah lama atau belum dirumah Hania, tadi, dan ka Randy hanya menghela nafas berat.
" ya lumayanlah sudah habis rokok 6 batang, " ucap ka Randy lagi.
lalu Hania ijin ke dalam kamar untuk sholat magrib dan mandi karena terasa sudah lengket seluruh badan, dan ka Randy hanya mengangguk dan mata langsung tertuju akan rokoknya yg diletakkan dipinggiran asbak.
Dan Hania hanya menghela nafas berat meninggalkan ka Randy diruang tamu. sebelumnya Hania melihat kamar adiknya dan dapur tetapi tidak ada orang pada kemana mereka, ucap Hania dalam hati, apa mungkin Dita dibawa Dini main atau ka Nita sudah pulangkah,..begitu banyak pertanyaan yang tidak bisa Hania jawab, sambil berlalu ke kamar mandi setelah sebelumnya sholat magrib,
__ADS_1
Dan tak lama Hania keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai pakaian yang diambil sebelumnya dalam lemari, setelah cukup rapi dan bersih Hania mendekati ka Randy yang tetap tak beranjak dari dia duduk saat Hania pertama kali datang.
" Ka Randy tau gak Dita atau Dini kemana? tanya Hania.
" loh kamu gimana yang satu rumah malah tamya aku ucap.Ka Randy terlihat datar tidak seperti biasanya.
" khan aku baru pulang ka, ucap Hania memberi alasan.
" kok, diem? ucap Ka Randy. " Khan, kakak juga diem juga, ucap Hania sambil melirik ke arah Ka Randy.
__ADS_1
" lalu tiba tiba ka Randy mendekat dan memeluk Hania secara tiba tiba, sampai Hania dibuat kaget dan tidak sempat merespon apapun, tercium aroma Ka Randy di penciuman Hania.
" kamu tuh gak peka banget, de, kamu terlalu sibuk dengan kegiatan kamu, sampai melupakan aku, apa sebegitu tidak berharganya hubungan ini,
"kata kata ka Randy terdengar sedikit berat dan tertahan, dan kedua tangan ka Randy menangkup tengkuk kepala Hania sampai batas hingga sejengkal antara Hania dan Ka Randy, dan gerakan reflek Hania cepat cepat menghindar saat ka Randy mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir Hania. hanya terdengar lirih suara Hania mengucapkan kata maaf " dibibir Hania sambil agak bergeser posisi ke tempat semula.
Dan terlihat raut muka kecewa dimuka ka Randy dan suara yang terlihat kesal,
"Jadi kamu maunya bagaimana de, untuk ke depan hubungan kita, apa rasa itu telah hilang hingga kamu jadi berubah seperti ini, kamu berubah sekarang, apa karena cowok cowok dikampus kamu lebih menarik, bisa kamu ajak sesuka kamu, gak seperti aku yang tidak bisa kamu ajak sesering yang kamu mau, atau karena mereka punya kendaraan dan aku hanya naik angkot, apakah begitu de, sampai saat tadi aku coba cium kamu dan kamu menghindar, semua udah cukup buat aku untuk membuktikan kecurigaanku selama ini pada kamu, mungkin memang benar seseorang akan berubah kalau ternyata diluar sana ada yang lebih dari cowoknya, tapi inget satu hal, aku mencintai kamu tulus, aku gak yakin diluar sana mencintai kamu dengan tulus, dan pikirkan baik baik de, untuk kesekian kali kalau kamu masih menganggap aku cowok kamu, terima lamaran aku siap atau tidak siap kamu dan aku tunggu jawaban itu satu minggu, kalau kamu tidak setuju permintaan aku lebih baik hubungan kita berakhir disini. "ucap ka Randy panjang lebar sambil seraya berdiri dan melangkah keluar yang sebelumnya menoleh pada Hania dan mengucapkan salam dan pergi.
__ADS_1
Dan Hania yang masih berdiam mematung sampai bayangan ka Randy menghilang dihadapan Hania, seketika itu tiba tiba cairan bening dikedua mata keluar begitu saja melewati pipi dan menetes terasa ditelapak tangan Hania, gak nyangka Hania bakalan mendapat respon seperti ini dari ka Randy, padahal sejam lalu dia udah ngebayangin bakalan cerita ke ka Randy yang dialaminnya pas inagurasi, saat pembacaan puisi, tentang kegiatan disana, dan sebenarnya Hania ingin sekalian minta maaf karena mengabaikan ka Randy, tapi sebelum semua itu Hania lakukan, ka Randy justru berprasangka kepada Hania yang tidak tidak dan tidak disangka sangka Hania, yang lebih menyakitkan lagi malah ka Randy menuduh Hania cewek yang gampangan bisa jalan dengan siapapun, padahal baru tadi Hania terpaksa bareng Angga karena ka Randy tidak punya inisiatif untuk jemput, sebelum kekamar Hania mengunci pintu ruang tamu dan berlari kekamar dan menangis sejadi jadinya, kecewa, kesal, cape dan marah semua jadi satu, sampai akhirnya Hania tertidur.