
Dua Minggu ini, Hania dan pengurus senat lainnya termasuk Angga, Rani, Erwin sangat lah sibuk mempersiapkan terbit perdana untuk Buletin kampus yang nantinya di Fotocpy untuk diperbanyak disesuaikan dengan kebutuhan dan akan diletakan didekat mading dan siapapun bisa ambil dan membaca atau sekedar melihat apa aja berita terbaru tentang kampus dan diluar kampus.
Akhirnya semua berjalan lancar, dan hasil buletin kampus membuat akademika pun puas lihat hasilnya.
“ Beres juga yah, ucap Hania kepada Rani, kebetulan dalam ruang senat hanya ada mereka berdua, dan tak lama terdengar suara cekikikan Citra diselingi suara Erwin ke arah ruang senat.
“ ini bentar lagi putri dan pangeran pasti nongol, suaranya udah kedengeran dari sini, “ucap Rani sambil tangannya sibuk dengan mouse, merapihkan file file dilayar monitor.
Bunyi handphone Hania yang diletakan oleh hania di kantung belakang celananya, menganggetkan suasana yang sempat hening.
Dan Hania mengangkatnya, pas banget suara Citra memberi salam pada mereka berdua, “ Waalaikum salam, “ucap hania yang sebenarnya menjawab orang yang menelphonenya.
Citra melirik Hania dengan pasang muka dengan tersenyum, namun taklama dicancelnya ,pas liat Hania bukan menjawab salamnya, tapi ternyata sedang terima telephone.
“ Akhirnya dengan santainya Citra duduk di kursi yang tersedia diruang senat, sambil tetap mengobrol manis dengan Erwin.
Terdengar suara Rani yang minta tolong ke Citra buat bantuin dia gantiin Hania sementara, karena Hania sedang mendapat telephone.
Terdengar suara Hania, yang teriak teriak gak begitu jelas, pas dicek ternyata Hania tidak kedapatan sinyal.
“ iya, Hallo, Deb iya, aku dengar,..sebentar aku keluar dulu, “ jawab Hania sambil berlalu meninggalkan ruang senat.
__ADS_1
“ Nah, baru nih kedengeran jelas Deb, “ ucap Hania.
Entah berapa lama, akhirnya Hania masuk lagikedalam ruang senat, dan pas banget ada Angga disana, dan Hania menghampiri Angga, membisikkan sesuatu di telinga Angga, Dan Angga tersenyum dengan manisnya.
Rani dan Citra memperhatikan Hania dan Angga dengan menaruh curiga. “ owh sekarang pake rahasia rahasia an yah, ucap Rani menyindir Hania.
“Biarin biar kamu penasaran, “ucap hania meledek.
Setelah jam kuliah usai, Hania menunggu Angga di dekat parkiran, dan ternyata Hania janjian sama Deby di blok M, malam ini karena ada keperluan yang mendadak, dan Hania minta antar Angga ke blok M sekalian ngenalin Angga pada Deby, tentu saja Angga setuju usul Hania.
Tak lama Angga pun muncul dan bergegas meberikan helm cadangan pada Hania, karena waktu udah mepet banget bisa dibilang hampir telat, bisa bisa Deby menunggu 10 menit lebih di Jali Jali Blok M.
Kira kira 45 menit mereka berdua sampailah di Blok M dan berjalan menuju Jali jali di lantai bawah terminal Bis. Sambil berjalan santai sepanjang jalan Rido mengatakan pada Hania kegugupannya ketemu Deby yang kedua kali.
“ Ha..ha..Angga , Angga biasanya juga kamu cool, cuek kenapa jadi grogi gitu, “goda Hania pada Angga membuat Angga semakin gugup.
“ Diam, Han, jangan ngeledekin aku mulu kenapa sich, "ucap Angga disela sela kegugupannya.
Tak lama sampailah, mereka berdua di Jali Jali dan terlihat seorang cewek, dengan duduk manis dan tangan sedang memegang Hp dan bibir ujung sedotan, dalam gelas berisi jus strawbery yang cewek itu beli yang tak lain adalah Deby teman hania.
“Cewek dengan kulit putih, body semampai, rambut segi pendek, lesung pipi yang menjadi khas diwajahnya, cocoknya jadi sekertaris dibanding staf administrasi itu dikantor Hania , “dalam hati Hania.
__ADS_1
“ Deby, maaf yah udah lama yah nunggunya, “Ucap hania dengan suara pelan.
“ Hai, hania, gak kok aku baru 5 menit yang lalu sampai, ucap Deby dengan tersenyum khasnya.
“ owh iya, kenalin temen aku Angga, kayanya sich kamu udah pernah liat waktu dikantor,” ucap Hania terkekeh.
“ owh, pantesan kok mukanya gak asing, ucap Deby sambil tersenyum ke arah Angga.
“ yuk, ah duduk, kamu mau pesen apa Han, Mas AA..Ucap Deby terbata karena belum hapal betul namanya Angga.
“ Gak usah panggil mas, Angga aja, ucap angga dengan tersenyum simpul.
Lalu Hania pun memanggil pelayan resto untuk memesan minuman yang sama dengan Deby.
Lama saling bertukar informasi dan hania, Deby dan Angga ternyata tetap nyambung dalam obrolan, malah diselingi tawa mereka.
Tak lama hania pamit, untuk pulang duluan dengan naik Ojek online, karena gak mungkin minta antar Angga, hania memberi kesempatan Angga biar lebih deket lagi dengan Deby,tapi tak lama mereka Akhirnya juga ikut pulang, dengan angga mengantar Deby pulang, dengan sedikit paksaan Hani pada Deby. Kalau angga sudah apsti seneng banget gak usah dipaksa paksa untuk anter Deby, akal bulus lakil laki.
Dan sebelum ojek online jemputan hania datang, Hania membisikkan apada Angga, “ anterin tuh Deby sampe rumah jangan sampe lecet, khan sayang kulit mulusnya, sambil tangan Hnaia menyikut lengan tangan angga, sambil mata Hania melirik Deby yang sedang sibuk dengan gadgetnya. Dan Angga hanya mengangguk dengan satu jempol ddiperlihatkan ke Hania.
Dan haniapun tak lama berlalu dengan ojekonline yanng mengantarkannya pulang.
__ADS_1