
desiran didalam hati yang tidak bisa diungkapkan,
perasaanku memang tidak salah dari awal lihat udah bikin aku jatuh cinta. ujar Randy dalam hati.
"loh, kok malah bengong, bukan balas ucapan salam aku, Hani.."suara Ka Randy membuyarkan lamunanku.
eh, i..ii..ya ka, waalaikum salam, silakan duduk ka, kita depan aja yah, jawabku dengan gugup.
Rasanya jantungku udah melompat lompat ingin memaksa keluar, sampai aku merasa sangat gugup. ya Allah beginikah rasanya jatuh cinta atau entah digambarkan dengan apa suasana hatiku..sambil tubuhku mencoba ikut duduk disebelah ka Randy yang terbatasi dengan sebuah meja diantara kami berdua duduk, teras rumahku tidak terlalu besar dan juga didepannya itu rumah tetangga yang berjarak 3 meter, jadi pemandangan yang tidak menyenangkan bisa aja sewaktu waktu terjadi tetangga menjadi kepo padaku, karena baru kali ini didatangin seorang cowok.maklum jomblo lama soalnya, dan mamaku juga sudah menjanda udah hampir 10 tahun, udah jadi hal biasa menjadi bahan omongan bila ada yang beda dikehidupan keluargaku.
Semenjak ka Nita memutuskan tunangan ka Nita lebih makin sibuk membagi waktu untuknya dan keluarga, karena 3 bulan lagi mereka akan menikah, mungkin banyak persiapan yang harus mereka lakukan.
Seperti dikeluargaku lebih banyak masing masing punya kesibukan sendiri, apalagi adiknya Dini yang nomor 3 sebentar sebentar rapat karang taruna, memang anaknya tipikal seneng bergaul dan betah berlama lama ngobrol dengan teman2 walau ngumpulnya tidak jauh dari rumah tapi kadang berjam jam, pulang hanya makan dan tidur, pagi sekolah sore dan ngumpul sama temen temannya di dekat rumah.
__ADS_1
aku yang senang berdiam diri dirumah, dan untuk beranjak dari rumah hanya bila perlu saja, makanya mamaku paling seneng menyuruhku dibanding anak yang lain karena gak pernah menolak, dan aku gak merasa keberatan juga walau saudara saudarku tidak mau.
"mau minum apa ka?" ucapku memecahkan kesunyian.
"boleh kopi aja, kalau gak merepotkan kamu, jawab ka Randy dengan lembutnya.
"oke, tunggu sebentar yah ka, "jawab Hania sambil berdiri dan melangkah ke dalam rumah, tak lama, Aku kembali membawa secangkir kopi untuk ka Randy.
Dan setelah beberapa waktu terlewat, mereka berdua akhirnya kecanggungan diantara mereka berdua berangsur angsur hilang dan dengan obrolan obrolan ringan diselingi tawaku dan juga ka Randy.
Dan Aku tiba tiba menghentikan tawaku, dengan mengangguk.
lalu dengan mencoba memberanikan diri, Aku menanyakan alasan ka Randy untuk datang kerumahku hari ini. dan helaan nafas ka Randy terdengar pelan, sepertinya ada hal yang akan diomongin ka Randy, berkecampuk dalam hatiku.
__ADS_1
"Hania, bila kamu gak keberatan boleh gak aku menjadikan kamu cewek aku, jujur aja sejak liat kamu pertama kali masuk ruangan waktu itu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, dan diem diem selalu memperhatikan kamu saat mengalami kesulitan waktu magang diruangan saya. ehem..ehem..suara ka Ranfy yang mungkin merasa kerongkongannya kering dan ka Randy meminum kopi yang ku buatkan. aku memeperhatikan ka Randy yang masih duduk bersebelahan denganku itu.
Dan Akupun antara kaget dan senang ungkapan ka Randy itu, tapi tidak kuperlihatkan padanya.
"saya gak memaksa kamu harus jawab sekarang kok, saya tunggu 3 hari yah," ucap ka Randy lembut.
Dan Aku hanya mengangguk menyetujuinya.
Tak dapat dibayangin suasana hatiku saat itu, semu merah dan hanya menunduk tidak puntlya keberanian menatap ka Randy lagi, karena rasa malu dan takut wajah semu merahnya ketauan ka Randy tambah membuat rasa malu makin menjadi.
Dan ka Randy terlihat tersenyum. Setelah itu kita kembali menghabiskan dengan mengobrol diselingi tawa tawa suaraku dan ka Randy sore itu.
noted..😊😊😊😊makasih yah sudah membaca goretan tulisanku ini, kayanya masih banyak typo yang harus dibenerin.inipun masih selalu revisi..cerita tidak berubah hanya tambahan cerita yang belum dimasukin aja.
__ADS_1
semoga menyukainya....