
Beberapa hari ini Hania memikirkan perkataan ka Nuha info tentang Rido, Hania masih bimbang apakah mengiyakan ajakan ka Nuha atau Hania tanya langsung ke Rido.
Beberapa hari ini Rido memang jarang muncul dikampus, dengan berbagai alasan bila ditelp, tadinya menurut Hania masuk akal karena alasan kuat tak jauh uruasan menwa organisasinya, tapi apa sebegitukah jadinya menomorduakan tujuan utamanya kuliah, tapi sepertinya itu hanya sebuah alasan.
Dan Ema pun, bila Hania tanya selalu bilangnya Rido belum datang atau mungkin sebenarnya Emapun tidak tau Rido ada atau tidak.
Hania menjadi bingung harus bersikap gimana, pura pura tidak ada apa apa atau mencari tau.
Akhirnya Hania memutuskan menerima ajakan ka Nuha untuk bertemu hari Sabtu, sesuai ide ka Nuha bilang waktu itu.
Sabtu yang sesuai janji ka Nuha akan jemput Hania di depan gang rumah Hania dan akan kasih kabar Hania bila sudah sampai, dan tak lama ka Nuha memberi kabar sudah akan sampai di deket gang Hania 5 menit lagi.
Dan buru buru Hania siap siap untuk berangkat kebetulan dirumah ada ka Nita dan suaminya menginap jadi Dita ada temennya, dan Bunda seperti biasa bekerja di salon kecantikan sebagai capster, hari libur hanya bila ada keperluan.
Biasanya kalau Hania pergi akan ngerengek kadang gak mau ditinggal.
Hania memakai baju santai dengan celana pants dibawah lutut dan jaket levis untuk atasannya, terlihat pas ditubuhnya dan rambut kuncir kuda dengan tas punggung kecil warnanya senada dengan jaket levisnya.
Haniapun setelah ijin sama ka Nita bergegas pergi menemui ka Nuha yang sudah menunggu dipinggir gang.
Terlihat dari dalam gang sebuah mobil startlet biru metalik kisaran dibawah tahun 2000 Hania rasa, karena Hania kurang paham tentang mobil, sepertinya itu Ka Nuha, dengan segera Hania menghampiri dan benar dugaan Hania, dengan kacamata hitam ka Nuha tersenyum ke arah Hania.
" ayo masuk, "ucap Ka Nuha yang tidak beranjak dari dalam mobil.
Hania dengan sedikit canggung masuk ke dalam mobil ka Nuha.
" Maaf ka, lama yah tadi nunggunya, ucap Hania dengan tergesa gesa mengatur nafasnya.
" Gak kok baru 5 menit, santai aja Hania, yang aku kawatirkan tadi jalanan jadi macet karena aku parkir dibahu jalan, ucap ka Nuha dengan sambil menyalakan mesin mobil dan mulai melaju dengan kecepatan sedang, dan jalananpun terlihat lenggang. dan Hania mengangguk paham yang ka Nuha omongin tadi.
" Kamu ternyata lebih cantik dari yang aku bayangkan Han, kalau pakai baju gak formal, ucap Ka Nuha sambil melirik Hania dengan tersenyum senyum.
__ADS_1
Entah apakah pujian itu atau senyum ka Nuha yang bikin jantung ini terasa tak berhenti berdebar.
Kenapa perasaan Hania jadi galau gini, jadi berasa Hania yang merasa bersalah ini terhadap Rido, padahal tidak seperti yang dibayangkan, pertemuan ini karena memang ingin tau kebenaran Rido, "ucap Hania dalam heningnya.
" Hey,hei.. Hania kamu tuh yah, jangan pasang muka kaya gitu depan aku, bikin aku gak tahan, tau, "ucap ka Nuha melirik ke arahku, tatapannya seakan meledek dan bermaksud tertentu pada Hania.
" Maksud kaka apa, gak tahan mau marah marah sama aku gitu , "ucap Hania dengan polosnya.
" Kamu tuh, ternyata polos banget, berapa kali sich pacaran, goda ka Nuha pada Hania.
" Baru dua kali sama ini, ucap Hania dengan santainya, dan kedua tangan disibukkan dengan melilitkan gantungan kunci yang ada ditas Hania.
Dan mendengar ucapan Hania barusan ka Nuha langsung tertawa terbahak bahak, " Hania, Hania, ternyata kamu tuh bener benar terlalu polos banget, makin gemes aku,..jadi mau cium bibir kamu itu tau, aku gak tahan liatnya, makanya jangan sesekali memperlihatkan kepolosan kamu kaya tadi depan aku, aku takut khilaf, "ucap ka Nuha dengan santainya.
Dan Hania dengan reflek menutup mulutnya dengan tas yang dipangkunya dan melotot ke arah ka Nuha.
" Becanda Hania, gitu aja marah, he..he..ucap ka Nuha lagi.
Suasana tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi tapi memang benar enak untuk ngobrol santai, angin semilir semilir masuk diantara sela sela kaca jendela mobil membuat suasana menjadi sejuk dan damai.
Dan ditemani dengan teh botol sosro dan cemilan yang sudah ada di mobil, ka Nuha memulai pembicaraan.
" Maaf yah Hania, kamu sampe harus repot repot ikut aku kesini, tapi aku juga gak bisa ceritain masalah Rido kalau dikampus, terlalu banyak dinding yang mendengarkan, justru aku maunya kamu itu tau bukan dari aku, tapi tau sendiri tapi beberapa kali ku amati tidak ada perubahan, dan aku gak membiarkan seperti ini, makanya aku beranikan diri ngomong sama kamu tanpa sepengetahuan Rido.
Selain karena ingin ngomongin info tentang Rido, aku juga sekalian minta temenin kamu malam ini karena suntuk juga aku sebenarnya. ucap la Nuha diam sejenak.
" cowok secuek ka Nuha bisa bete juga yah, goda Hania yang sudah bisa santai bersama ka Nuha.
" Kamu pikir aku Dewa gak punya masalah, " ujar ka Nuha memberi alasan.
" Aku juga belum move on semenjak putus dengan cewek aku, hidupku jadi berasa hambar, tapi untuk kami berdua kembali kayanya terlalu sulit, kalau sudah masalah agama untuk disatukan itu tidaklah mudah salah satu harus mengalah, akhirnya seperti ini.
__ADS_1
Hania hanya menyimak semua perkataan ka Nuha, dan baru tau juga kalau ka Nuha baru putus cinta.
" eh kok jadi aku yang curhat, "ucap ka Nuha tertawa.
" Hania, sebenarnya Rido itu tidak benar benar serius sama kamu, aku udah bisa liat waktu pertama kali mendekati kamu memangnya aku gak tau, aku sebagai mentor kamu pas inagurasi udah bisa liat gerak gerik siapa aja cowok yang tertarik sama kamu dan omonganku terbukti setelah
lah beberapa kali melihat dia bonceng cewek ke gap sama aku dan dia tau itu, tapi aku pikir aku tidak mau ikut campur masalah kalian berdua.
Baru mendengar Rido boncengan sama cewek lain Hania seakan amarah memuncak, dan ingin melampiaskan langsung dengan Rido, kebaikannya serasa semua langsung lenyap, hanya tinggal sakit hati yang terasa menusuk nusuk jantung Hania.
" Mungkin itu sepupu atau kakaknya ka, ucap Hania menutupin kerisauannya.
" Hania, Hania, mana ada kakak atau sepupu itu cium cium pipi dengan mesra dan meluk Rido sampai nempel p☆☆☆☆a gitu ke punggung belakang Rido sambil tertawa tawa dan itu cewek yang sama yang aku liat.
Tiga kali aku pergokin dia, Hania bukan hanya sekali, jadi tolong kamu tanyakan betul betul keseriusan Rido pada kamu, jangan sampai kamu malah dipermainkan, daripada Rido memperlakukan kamu seperti itu lebih baik kamu dengan aku aja, " ucap ka Nuha dengan tanpa bersalahnya.
Hania yang tadi udah ingin drama drama dengan air mata yang mengalir jadi malah melotot ke arah ka Nuha.
" Ish ka Nuha, aku lagi serius gak becanda ini." ucap Hania dengan suara sedikit berat.
**********************************************
Hai..hai..pembaca yang baik..semoga gak bosen yah baca tulisan aku ini, mungkin masih banyak typo yang harus diperbaiki, aku masih mencoba belajar lebih baik ke depannya, intinya hobi membaca novel menjadi aku terinspirasi untuk mencoba menulis...
************
Alur cerita ini sebagaian kisah nyata dari sumber terpercaya dan perjalanan cintanya sampai menemukan cinta yang sebenarnya..pasti udah ada yang menebak nebak donk nanti Hania dengan siapa....
boleh nebak nebak kok..ceritanya aku mau bikin sampe 70 efisode aja.
kritk dan saran yang membuat penulis lebih bersemangat nulisnya sangat diharapkan, apalagi aku yang baru mencoba menulis....
__ADS_1