AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Karena Rido


__ADS_3

Keberangkatan Rido pelatihan Menwa sebagai perwakilan dari kampus sebulan lagi, Hania dan Rido banyak menghabiskan waktu bersama diluar kampus, dan Hania kebetulan sudah mendapatkan cuti selama 2 minggu dari tempat kerjanya jadi waktu bersama Rido lebih banyak.


Siang ini sebelum ke kampus Rido mengajak Hania mengunjungi ke rumahnya. Ada perasaan yang mengganjal di hati Hania mengingat ka Rendy, tapi semua ditepisnya.


Rumah Rido tidaklah sejauh rumah ka Rendy, bila naik angkot hanya butuh 45 menit sampai rumahnya. Dan Hania turun diperempatan jalan gang menuju rumah Rido sesuai petunjuk Rido.


Dan Hania menunggu Rido menjemputnya, Tak Lama Rido muncul melambaikan tangannya, dan kita berjalan beriringan melewati jalan setapak yang kata Rido agak lumayan masuk kedalam ke arah gang rumahnya.


“ Hania, nanti kalau sudah samapi jalan yang dekat rumah cat biru itu kita jalan masing masing yah, kamu ikutin aku dari belakang aja, “ ucap Rido dengan agak berat.


Hania hanya mengangguk dan berkecamuk dengan begitu banyak pertanyaan, ada apa dengan rumah cat biru itu, setelah dilewatinya terlihat sepi dan tidak terlihat ada orang didalamnya.


Sampai dirumah Rido, barulah Rido mengandengkan tangannya dan memperkenalkan Hania pada Ibunya, ayahnya dan kakak perempuannya, mereka ramah dan juga menyambut Hania dengan baik.


Perlakuan Rido begitu baik, dan perhatian pada Hania, tapi Hania tetap ada yang menganjal dengan kejadian tadi, ada apa dengan rumah cat biru itu.Sepertinya Rido menyadari sikap hania yang masih bertanya tanya tentang kejadian tadi.


“ Maaf, Han tadi itu aku begitu karena rumah cat biru itu rumah mantan aku,” ucap Rido santai. “ kamu gak tersinggungkan, han dengan perlakuan aku tadi, maaf yah, ucap Rido sambil tangannya membelai rambut dan menyelipkannya dibelakang telinga Hania, dan tiba tiba sebuah kecupan dipipi Hania seketika buat Hania kaget, dan rona merah langsung terpancar diwajah Hania.


“ ish, Rido malu tau nanti kalau kakak atau orangtua kamu liat, ujar Hania dengan mimik sedikit dibuat mengkerut. Rido malah bukan malah mengentikan perlakuannya, malah mencium pipi Hania bewrulang ulangn kali, sambil kemudian dia berlari ke luar ruangan,dan tertawa puas.

__ADS_1


“Dasar Rido, awas yah, nanti aku balas, ucap hania dalam hati. Tak lama Rido mengajak main piano dirumah sepepupunya yang tidak jauh dari rumahnya,kebetulan dirumah itu hanya ada anak sepupunya yang masih balita dan pengasuhnya.


Dan dia bernyanyi dan aku duduk disebelahnya sambil ikut bernyanyi walau suaraku gak merdu merdu banget.


Padamu pemilik hati,


yang tak pernah kumiliki


Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku


Engkau aku cinta dengan segenap rasa dihati


Aku tau engkau sebenarnya tau


Namun kau memilih seolah olah engkau tak tau


Kau sembunyikan rasa cintaku dibalik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan untuk menemani saat kau merasa sepi,

__ADS_1


bertahun lamanya kujalanin kisah, cinta sendiri.............


Kekasih bayangan, by Felix


Tak terasa waktu telah dilewati cukup lama hari sudah mulai sore dan kami berdua bergegas berangkat kekampus setelah sempat sholat Ashar dirumah Ridho.


“ kita bakalan telat ini,” Do ucap Hania dengan was wasnya, karena setelatnya hania masuk ruang kuliah tiadk lebih dari 15 menit sampai 20 menit, ini bisa satu jam baru sampai kampus. Dan Rido tetap dengan santainya, mengendarai motor yang memang dilaju dengan kecepatan yang lebih cepat, bisa 80 km/jam,. Benar dugaan Hania samapi ruang kuliah dosen sudah menerangi panjang lebar dan hania ketinggalan materi lumayan jauh, dan Rido malah masuk ke dalam ruang menwa bukan ikut ke ruangan kuliah, Hania menjadi sedikit kesal dengan sikap santai Rido, tapi tidak sempat diungkapkan.


Hania meliahat sekelilingnya, karena duduk dibelakang jadi bisalihat sekelilingnya dengan seksama dan menyeluruh.


Matanya tertuju pada seorang cewek yang sibuk menulis memperhatikan dosen menjelaskan siapa lagi kalau bukan Rani, ada sedikit perasaan lega Hania rasakan, jadi Hania tau dengan siapa hania akan pinjam catatan hari ini, baru kali ini Hania pinjam catatan oranglain biasanya catatn Hania yang jadi rebutan buat difotocopy sama teman teman yang lain.


“ Siapa yang mau bertanya silakan tunjuk tangan, ucap pak arif, dosen kewiraan, Dan Hania dengan ragu ragu mengangkat tangannya, sontak semua mata menuju ke arahnya. “ Iya, silakan , ucap Pak arif.


“ maaf pak saya belum mengisi daftar list hadir pak, ucap Hania gugup. Sontak seluruh penghuni ruangan menyorakinnya.


Dan hania hanya senyum senyum tanpa dosa.


Dan pak arif hanya geleng geleng kepala dan menyuruh Hania ke depan untuk isi list hadir , karena list kehadiran sangatlah penetu juga untuk penambahan nilai setiap mata kuliah.

__ADS_1


Dan setelah mengisi list absen Hania kembali ke tempat duduknya, dalam hati Hania merutuki Rido yang buat harinya berantakan hari ini tapi Hania tersenyum senyum sendiri juga dengan kejadian tadi siang yang buat pipinya menjadi merah merona karena malu.


__ADS_2