AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Buletin Kampus


__ADS_3

Hampir Enam bulan tidak terasa, Hania menjalanin Kuliah nyayang sebentar lagi akan liburan awal semester, nilai yang dicapai Hania juga memuaskan hampir mencapai IPK 4,00 sempurna dan Rani pun mendapatkan nilai sempurna seperti Hania, kecuali dua cewek yang dekat mereka, walau nilai IPK dibawah 4 tapi diatas 3,5 lumayan jugalah, tidak lah rugi berteman dekat sama Hania dan Rani he..he kedapatan dapat nilai bagus juga , ledek Hania dan Rani pada Citra dan Emi, dan udah pasti mereka bakal menyangkalnya dan menegaskan kalau niali mereka murni hasil belajar mereka walau ujung ujungnya sering pinjem catatan Hania juga.


Seminggu lagi liburan semesteran Ganjil, dan hari ini Hania memang ke kampus hanya untuk undangan rapat Senat yang akan ada beberapa perubahan kegiatan, Hania memang semenjak kuliah ikut bergabung jadi pengurus Senat, juga Rani, Citra dan Ema, semua memang karena sedikit banyaknya campur tangan Angga yang melihat kesuksesan acara Inagurasi , jadi menunjuk sebagian mahasiswa dan mahasiswi bergabung jadi pengurus senat, termasuk Rido.


Rapat senat kali ini cukup lama karena membicarakan kegiatan baru yaitu buat buletin kampus untuk , dan angga menujuk Hania menjadi sekertearis, Angga sendiri sebagai ketuanya, Ema bagian keuangan, Rani bagian Humas dan Citra dengan Erwin bagian Distribusi, untuk Rido sendiri bagian umum. Dan ada beberapa bagian lagi yang dipegang oleh kakak kelas angakatan Angga, antara lain pengawas dan penasihat, Selebihnya diserahkan pada kita mahasiwa mahasiswi baru.


“ Ih, Hania coba aku yang jadi sekertaris, jadi bisa deket deket terus sama Angga, ucap Ema dengan mimik serius.


“ Ehm, Ema, tau gitu kenapa gak bilang sama Angga, aku dibagian manapun gak masalah kok, “ucapku sambil menatap Ema dengan tatapan penuh kehangatan.


“ Aku tidak enak ah, soalnya dari awal memang Angga yang menujuk kamu jadi sekertaris, “ujar Ema dengan menunduk, tapi dengan secepatnya Ema pun tersenyum, “ tapi gak apa apa juga sich, khan tetep aja bisa komunikasi karena satu kegiatan, betul gak Han, “ucap Ema dengan mata berbinar binar.


“ ih , dasar kamu, Ema, tadi murung tiba tiba secepat kilat berubah tersenyum senyum, “ucap Hania dengan mata melirik Ema yang masih tersenyum senyum sendiri.


“ Hania, Hania, suara Angga memanggil manggil dan tangannya melambai kearah Hania untuk mendekat pada dia. Dan Hania hanya mengerakkan tangan menujukkan bahwa dirinya bener bener yang dipanggil, dan Angga hanya mengangguk.


“ Bentar yah, Ema noh pujaan kamu manggil mangil, “ ucap hania meledek Ema yang bibirnya mengkerucut saat Hania meledeknya barusan.


Dan Hania menghampiri Angga yang sedang duduk berdampingan dengan Rido, sepertinya mereka sedang membahas hal yang serius, dan tak lama Hania sudah berdiri dihadapan mereka berdua.


“ Duduk Han, ucap Angga sambil tangannya mengarah ke bangku kosong diantara Rido dan Angga duduk.

__ADS_1


“ begini hania, aku udah bicara dengan Rido apa apa aja yang dibutuhkan untuk awal pembuatan buletin, salah satunya perlengkapan perlengkapan kaya ruangan redaksi, kertas buat ngeprint, tinta dan komputer, juga meja untuk kita meeting membahas materi, untuk design dan tata layout biar aku yang merangkap, jadi kita hanya perlu tambahan satu orang lagi buat karikatur dan kata Rido ada yang bsa angkatan kalian, nanti coba kamu hubungi dan catat nomor handphone, terus catat semua apa yang diperlukan untuk buletin ini, “ ucap Angga panjang lebar menjelaskan.


“ lalu hari ini kita butuh peralatan tulis dan kertas buat print dan beberapa buku untuk pembukuan dan laporan keuangan buletin kampus ke pihak akademik, kamu bisakan sama Rido untuk beli semua itu, untuk uang sudah aku serahkan ke Ema, nanti kamu minta aja sama dia dan jangan lupa semua pembelian harus ada notanya dan ada stempel resmi, oke, “Ucap Angga dengan tegas.


“oke aja aku, “ucap Hania santai, “ emang kapan rencananya semua itu harus tersedia,” tanyaku serius pada Angga.


“ kalau bisa hari ini, karena semakin cepat semakin baik, seminggu ini kita harus menyiapkan segala yang diperlukan, “Ucap Angga dengan lugasnya.


“ Walau perkuliah libur, tapi kita tetep yah ke kampus tapi jamnya tetep sore, karena aku tau kalian sibuk juga khan pastinya.” Ujar Angga.


“ nanti diinfokan saja Hania, untuk anggota senat yang tergabung dalam pengurus buletin diwajibkan hadir setiap sore dikampus sampai selesai, karena rencanaku sebelum perkuliahan semester ganjil dimulai buletin ini sudah siap dibagikan ke semua civitas akademika.


Dan sehabis ngomong panjang lebar bertiga, aku siap siap untuk pergi dengan Rido membeli perlengkapan untuk buletin setelah uang sudah diberikan Ema secukupnya, dan setelah pembicaraan tadi menjadi penutup pembicaraan rapat hari ini, dan setelah ini semua peraltana yang aku beli aku bawa pulang dan besok baru ditaruh diruang senat.


“ nih, pake helmnya,” ucap Rido sambil tanganya menyodorkan helm berwaran biru muda pada Hania.


Dan hania langsunng menerima dan dipakaikan langsung ke kepalanya. Dan Tak berselang lama mereka lebih dulu meninggalkan kampus menuju toko yang menjual perlengkapan alat tulis yang mereka butuhkan.


Sepanjang jalan Rido bersenandung, memang dia suka sekali menyanyi dan suaranya juga gak jelek jelek amat, hania ikut menikmati lagu yang dia nyanyikan,


“Tatap matamu bagai busur panah,

__ADS_1


Yang kau lepaskan dijantung hatiku


meski kau simpan cintamu masih


Tetap nafasku wangi hiasi suasana


Saat ku kecup manis bibirmu


Cintaku tak harus, miliki dirimu


Meski perih mengiris iris segala janji


Aku berdansa diujung gelisah


Diiringi syahdu lembut lakumu


Kau sebar benih anggun jiwamu


Namun kau tiada..menuai buah cintaku


Yang ada hanya sekuntum Rindu...

__ADS_1


By Dewa 19 lirik Roman picisan


Sepanjang jalan akhirnya kami bernyanyi bersama sambil diatas motor tetap melaju kearah toko peralatan alat tulis yang lumayan jaraknya dari kampus.


__ADS_2