AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

pagi ini Hania seperti biasa, menjalanin aktifitasnya, semalem setelah hampir menangis karena mengingngat semua ucapan ka randy yang menyinggung perasaannya,


" tok, tok, Hani, apa kamu sydah bangun, nak? suara bunda terdengar jelas dari dalam kamar,.lalu Hania beranjak dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu kamar yang dari semalem dia kunci dari dalam,


" iya,bun maaf semalem Hania kunci, ucap Hania lirih.


" iya,nak maaf yah semalem bunda tinggal ke rumah nenek soalnya Dita merengek minta nginap disana, jadi semalem sempet pesan sama nak Randy kebetulan datang, dan saat bunda pulang kamu sudah tidur, dan ka Nita juga gak pulang stock off name dikantornya.


Dini juga pulang berbarengan sama bunda, ucap bunda.


" kamu habis menangis Han, kamu ada masalah sm nak Randy, tanya bunda menyelidik. dan Hania hanya mengangguk, dan beranjak melewati bunda ke arah ruang tamu, dan bunda mengikuti Hania dan duduk disamping Hania dan tangan bunda berusah mengapai pundak Hania dan sabar menunggu Hania menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Dan dengan panjang lebar Hania menceritakan ke bunda perkataan perkataan ka Randy dan juga tentang lamarannya.


Dan bunda hanya menghela nafas mendengarkan semuanya.


" bunda juga gak bisa memaksa kamu untuk menuruti kemauan ka Randy, walau sebenarnya dia menurut bunda cowok yang baik dan serius sama kamu, apalagi dia udah bekerja dan siap berumah tangga, tapi semua bunda serahin sama kamu, kamu bisa putuskan yang terbaik, bunda harap apapun keputusan kamu jangan sampai menyakiti perasaan orang lain, dan Hania hanya mengangguk lemah.


" ayo udah jam 6 loh kamu bukannya bekerja hari ini apa masih cuti Han ." ucap bunda sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah dapur.


Seperti biasa Hania rutinitas bekerja dan sorenya Hania kuliah, kesedihan yang semalem seakan sirna diganti suasana kampus dan penghuninya yang lebih ramah dari biasanya, setelah inagurasi itu menjadi kita saling mengenal satu sama lain.


Dan hania bergegas masuk dalam kelas karena jam kuliah sudah lewat 15 menit, saat menaikin tangga Hania, tiba tiba dari arah belakang tidak sengaja menyenggol bahu Hania dan buku buku yang dipegang Hania pun berjatuhan, antara kaget dan shock, Hania menoleh ke arah seseorang yang menabraknya ternyata seorang cowok yang seumuran Hania juga, dan sepertinya Hania juga mengenalnya, karena seangkatan, tapi Hania lupa namanya.

__ADS_1


Dan cowok itu membantu Hania mengumpilkan huku buku Hania yang sempat berantakan san memberikannya pada Hania, dan bukan seperti yang dicerita cerita romantis yang bwrtatapan dan menjadi rasa simaptik, gak seperti itu hanya tatapan datar seorang cowok dan melengos pergi setelah memberikan bjku buku Hania, dan Hania hanya berdiri dan perlahan beranjak juga dari tangga itu, karena Hania pun pikiran dan hatinya melayang layang kemana mana, dan dengan langkah semangat Hania akhirnya sudah memutuskan apa yang akan disampaikan ke ka Randy, saat menyusuri lorong kampus menuju kelas, tiba tiba terasa bahunya ditepuk oleh seseorang, dan saat menoleh ternyata Angga sudah berdiri dibelakangnya.


" aduh Hania, jalan tuh jangan ngelamun aja dari tadi dipanggil panggil juga ujar Angga sambil berjalan beriringan,


" eh, maaf Ga, ujar Hania terkekeh,.


" oh iya Han, jangan lupa ya, besok sore ada pertemuan senat, datang yah sekalian pembubaran panitia inagurasi, ucap Angga, sambil berjalan mengiringin langkah Hania,


" Insya Allah ya, paling aku telat gak apa apa, emang, ucap Hania lagi.


" gak apa apalah khan juga kita maklumin yang pada kerja mah, yang penting nongolin muka aja. ucap Angga, dan setelah itu kami terpisah di ruang kuliah masing masing yang hanya terpaut jarak 1 meter.

__ADS_1


__ADS_2