AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Mengenal Sisi Lain Angga


__ADS_3

sepanjang perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 45 menit, Angga mulai memulai percakapan, semenjak menjadi panitia inagurasi menjadi seringnya komunikasi dengan Angga karena menyangkut acara.


"Hania tadi malam kamu lucu juga pas bacain puisinya, aku sampe menahan ketawa, lumayan hiburan juga," ucap Angga sambil masih terkekeh,dan Hania hanya mendehem,


" udah ah ka gak usah diinget inget lagi, Hania jadi malu tau, ujar Hania sambil bibir mengkerucut.


" ha..ha..oke..oke..sorry, Han, owh iya gak usah panggil ka, panggil nama aja soalnya aku jadi keliatan tua tau, lagian kita hanya terpaut setaun, berarti masih seumuran lah.


" ujar Angga.


" iya deh yang gak mau keliatan tua, "ucap Hania dengan nada meledek.


" gak gitu juga Han cuma keliatan ada jarak aja kalau panggil kakak gitu, ade aku aja panggilnya nama kok," ucap Angga.


" ngomong2 han, nanti cowok kamu marah gak kamu bareng aku pulang, tadi lupa dikampus gak sempet nanyain, "tanya Angga sambil matanya fokus kedepan, karena kami ngobrol diatas motor yang tetap melaju dengan kecepatan 60 km/jam, menurut perkiraan Hania.

__ADS_1


Dan Hania tidak langsung menjawab, pertanyaan Angga, malah pikirannya tiba tiba melayang layang teringat ka Randy, terpikir merasa bersalah karena terlampau sibuk dengan dunianya sendiri, lupa akan sesosok cowok yang udah 2 tahun ini dekat dengannya.


" loh kok malah diem, berarti bener yah cowok kamu bakalan cemburu," tanya Angga dengan nada terdengar menyelidik.


" eh, enggak kok Ga, dia maklum kali, lagian juga gak ada apa apa, kenapa harus cemburu, "ucap hania dengan berusaha menyembunyikan kecemasannya sendiri.


" trus kalo kamu sendiri gimana, nanti ada yang marah lagi kamu bonceng Hania," pertanyaan Hania meluncur begitu saja untuk menghindari Angga membahas soal cowoknya.


Dan Hania melihat dibalik spion, Angga hanya tersenyum,


Dan entahlah Hania merasa cukup lega dengan jawaban Angga barusan.


Dan disepanjang jalan, lebih banyak Angga yang bercerita dan hania hanya mendengarkannya, ternyata Angga cowok yang senang ngobrol dan terkadang lucu, tidak kaku dan pendiam seperti bayangan Hania waktu itu.


" owh iya Hani aku sempet kaget juga bisa ketemu kamu lagi pas dikampus waktu pertama kali, aku pikir hanya mirip ternyata itu kamu, "ucap Angga,

__ADS_1


Hania hanya tersenyum, merespon ucapan Angga, padahal pikirannya entah melayang kemana, sampai tiba tiba motor berenti mendadak, Hania kaget bukan main dan membuyarkan lamunannya.


Dan terlihat Angga menengok ke arah Hania dengan pososi kita berdua masih diatas motor,


"woy, udah sampe nih, kamu bilang dekat KFC, sebelah mana rumah kamu Hania?" ucap Angga, Dengan agak sedikit tergagap karena masih kaget, Hania langsung beranjak turun dari atas motor,


" eh, ehm..ehm ..disini aja aku turunnya, gak jauh kok dari sini, soalnya kalau kamu antar sampe rumah jadinya kamu pulangnya puter arah, "ucap Hania lagi.


" oh, gitu, bener nih gak usah sampe rumah, bukan karena takut kegape sama pacar kamu," ucap Angga dengan mimik meledek Hania.


" ih, apa sich ngarang aja nih kamu, Ga " ucap Hania sedikit bikin mukanya bersemu merah.


"ya uda kalau begitu aku jalan dulu ya, "ucap Angga menyudahi pembicaraan kami.


Dan sejurus kemudian motor Angga berlalu dengan cepat dan tidak terlihat sama sekali, padahal Hania belum sempat mengucapkan terima kasih pada Angga, dan seketika Hania segera menyeberang jalan pas terlihat laju kendaraan terlihat sepi pengendara lalu lalang, dengan berjalan cepat cepat agar sampai rumah, hari sudah hampir gelap, sepertinya waktu magrib akan segera habis, diliriknya jam yang melingkar ditangannya menunjukan pukil 18.30, Hania semakin cepat berjalan takut tertinggal waktu sholat magrib.

__ADS_1


Dan sampai dirumah terlihat sepi hanya terlihat seseorang duduk diruang tamu, dan bayangannya seperti Hania kenal, dan jantungnya berdetak semakin cepat saat bayangan itu semakin jelas, saat pintu dibuka terlihat ka Randy dengan mimik muka yang serius menatap Hania dengan begitu jelas. Deg, terasa jantung Hania tertahan untuk beberapa saat dan berusaha tersenyum pada Ka Randy dan menyapanya.


__ADS_2