AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Tanpa Dirimu Hari Ini,Esok Dan Seterusnya


__ADS_3

Hania memasuki ruang kuliah yang sudah terisi banyak mahasiswa dan mahasiswi dan terdengar suara dosen sedang mengajar, Hania kebagian duduk paling belakang karena hanya kursi paling belakang yang belum terisi, suara dosen sedang menjelaskan materi, situasi yang biasa bagi mahasiwa atau mahasiswi yang terlambat tetap dimaklumin karena memang kampus ini dikhususkan unyuk pekerja namun tidak menutup kemungkinan buat yang bukan pekerja, yang terpenting absen kehadiran.


Dan saat menoleh sekitar Hania melihat cowok yang tadi menambraknya dan dia menoleh ke arah Hania sambil tersenyum, dan Hania ikut tersenyum, lumayan manis juga, ucap Hania dalam hati. tapi secepat kilat ditepisnya pikiran Hania.


90 menit sudah terlewati sampai mata kuliah pertama selesai Hania bergegas merapihkan peralatan tulisnya, kadang materi dosen itu haeus dicatat karena gak semua dosen membeeikan modul atau buku refrensi. Samar samar Hania melihat cowok yang menabraknya tadi menghampirinya dan berdiri didepan Hania duduk, dan mengulurkan tanganya ngajak berkenalan dan Haniapun mengulurkan tangannya dengan ragu ragu, nih cowok gak pake basa basi abis nabrak eh sekarang ngajak kenalan, ujar hania dalam hati. nama itu cowok ternyata Rido dan waktu inagurasi tidak sekelompok dengan Hania makanya gak begitu kenal.


" ngomong ngomong je kantin yuk, Han, ajak Rido dengan antusias.

__ADS_1


Dan Hania pun mengangguk mengiyakan ajakan Rido, karena emang dari sebelum kulaih dimulai perutnya udah keroncongan minta diisi kebetulan ada temen jalan ke sana, kalau enggak kemungkinan Hania akan menahannya sampai jam kiliah berakhir.


Dan kamipun berjalan menyusuri lorong lorong ruang kuliah menuju kantin yang sudah ramai dipenuhi mahasiswa dan mahasiswi, dan pilihan Hania jatuh ke mie ayam dipojokan dan belum sempet selesai ngomong, Rido dan Hania berbarengan mengatakan mau ke mie ayam, dan merekapun tertawa karena bmingin memakan makanan yang sama.


Dan entah Hania cukup terhibur dengan kelakar kelakar Rido, cowok yang banyak omong juga tapi terlihat maskulin.


Setelah makan dikantin dilanjutkan sholat magrib dan dilanjuykan mata kuliah ke dua.

__ADS_1


Dan Hania cukup serius untuk belajar jadi ada kesempatan duduk didepan dan diposisikanlah didepan, dosen menerangkan juga bisa terlihat jelas.


Jam 8 malam menujukkan kuliah jam kedua selesai dan Hania bersiap siap pulang, dan suara suara mahasiswa yang keluar dari ruangan berhamburan kearah parkiran dan terminal angkot kebetulan kampus Hania letaknya tidak jauh dari terminal.


Dan Hania bergegas untuk naik, ingin segera sampe,rumah karena badannya lengket sudah terasa dikulit untung hari ini bis yang hania naikin juga terbilang penumpang belum padat, Hania ambil posisi duduk didepan dekat supir, dan gak lama terdengar suara berisik dibelakang ternyata pas Hania menoleh ke belakang beberapa kakak kelas dan aatu ruangan dengan Hania juga naik bis yang sama, namun Hania malas beranjak untuk sekedar basa basi mungkin lain waktu, ucap Hania dalam hati.


Sepanjang perjalanan yang cukup.malan waktu 1 jam lebih Hania memposisikan senyaman mungkin untuk duduk san pikiran melayang.mengingat sesosok cowok yang sangat menganggu pikirannya, Hania masih berharap ka Randy bisa lebih memahami dan sabar menunggu Hania lulus, tapi rasa cemburu dan posesif membuat ka Randy membuat pilihan untuk Hania, rasa sayang dan cinta itu tidaklah cukup tanpa ada kepercayaan dan saling mendukung aatu sama lain, Andai ka Randy bisa seperti itu Hania akan merasa bahagia, walau dihatinya masih ragu apakah Hania mencintai ka Randy atau belum sepenuhnya.

__ADS_1


Hania menghela nafas panja g membayangan hari harinya esok lusa dan seterusnya tanpa ka Randy disisinya.karena Hania sudah memutuskan akan fokus menjalanin kuliah dan menata hidupnya dengan atau tanpa ka Randy.selamat tinggal kenangan, terima kasih untuk waktu yang berkesan selama 2 tahun ini, Hania berucap dalam hati.


__ADS_2