AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Secepat Itukah Melupakanku


__ADS_3

Sesudah mengerjakan pekerjaan rumah, sebelum mandi Hania menyirami tanaman depan terasnya, Hania sebenarnya sangat menyukai tanaman dulu cita citanya ingin jadi Insinyur pertanian, tapi nasib berkata lain malah sekarang ini Hania kuliah mengambil jurusan design grafis tidak ada hubungan sama sekali dengan pertanaman, tapi setidaknya Hania bisa mengobati kekecewaannya dengan merawat tanaman tanaman dirumahnya, kebetulan Bunda sangat senang dengan tanaman..dari bunga ungu, daun merambat, pohon alpukat, pohon bidara sampai lidah mertua pun ada, cabe, tomat, bayam dan daun kemangi pun Hania menanamnya, halamannya 3 x 1 meter, tidak cukup luas tapi bisa menanam berbagai tanaman itu sudah sangat luar biasa bagi Hania. Hania memang hidup sangat sederhana dan prihatin karena kondisi ekonomi Bundanya yang serba pas pasan, sampai Handphone hanya keluaran lama yang hanya bisa untuk telepon dan sms, belum batere cepat lobet buat Hania malas menggunakan, untuk beli rasanya juga gak semudah itu lebih baik untuk bayar kuliah. pasti diluar sana heran masih ada jaman sekarang orang tidak punya HP apalagi dunia kampus, tapi hania tidak minder, inilah Hania,cewek yang berusaha lebih baik lagi, tetapi sedikit ceroboh sebenarnya.


" Assalmualaikum," suara cowok lembut terdengar ditelinga Hania, Hania yang masih memegang gayung dan ember menoleh ke arah suara itu, dan terlihat sesosok ka Randy berdiri didekat Hania, walau sedikit kaget, Hania sempatkan menjawab salam ka Randy, dan dilihatlah ka Randy dengan jelas, wajah sendu dan masih terlihat jelas ketampanannya, kedewasaan terpancar diwajahnya, dan seketika Hania mengingat akan keputusannya itu, Hania tetap akan pendiriannya, tega atau tidak ini masalah prinsip dan tujuan yang berbeda.


" silakan masuk ka, aku mau membersihkan badan dulu, "ucap Hania selembut mungkin, dan ka Randy hanya mengangguk dan mengikuti Hania masuk ke dalam rumah.


Dan suara bunda dari kamar terdengar memanggil Hania,

__ADS_1


" Hania, apa Randy sudah datang,nak, ujar bunda Hania, sambil melangkah keluar kamar dan menoleh ke ruang tamu, Hania hanya menghela nafas dan menggeleng geleng kepala oleh tingkah bundanya, padahal bunda sudah tau kenapa nanya, aduh bunda bunda, ucap hania dalam hati.


suara Bunda mengobrol.dengan ka Randy teedengar samar samar, dan Hania beergegas membersigkan diri dan berganti pakaian, Hania tidak menyangka secepat ini ka Randy datang,..apa mungkin karena Hania yang berlatut larut dengan tanamannya hingga lupa waktu, entahlah yang pasti Hania harus menyiapkan mental untuk saat ini. " Bissmillah, ucap Hania dalam hati,


Dan melangkah keluar kamar menemui ka Randy diruang tamu. masih terlihat Bunda dan ka Randy mengobrol entah apa yang mereka bicarakan, Hania tidak terlalu menyimak, dan saat melihat Hania, bunda pun beranjak dari kursinya dan memberikan kesempatan kami berdua mengobrol secara pribadi.


" bunda ke dalam dulu yah Randy, anggap rumah sendiri, gak usah sungkan sungkan," ucap Bunda.

__ADS_1


" apa kabarnya ka, tadi gimana perjalanannya,macet gak, ucap hania menghilangkan rasa gugupnya.


" Alhamdulillah lancar kok, kamu gimana kabarnya, Hania ucap ka Randy.


deg, Hania terkejut, ka Randy sudah memanggilnya dengan nama Hania bukan panggilan yang biasa dia sebut, secepat itukah hatinya berubah, ucap Hania menunduk.


" hey, ditanya malah nunduk, apa ada hal yang kamu sembunyikan dari aku, Han, "tanya ka Randy menyelidik.

__ADS_1


" sebenarnya aku belum yakin dan percaya apakah kamu benar benar ingin hubungan ini berakhir, aku gak percaya kamu lebih mementingkan cita cita kamu dibanding hubungan kita, aku gak ngerti semua ini coba kamu jelasin ke aku lagi, Hania," tanya ka Randy dengan mimik serius.


Dan Hania pun akhirnya mengangkatkan kepalanya, dan mata sendunya seakan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan ka Randy, Dalam hati Hania,sebenarnya Hania juga berat memutuskan ini tapi hania juga gak bisa mempungkiri cita citanya sudah mendarah daging.


__ADS_2