AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Tersenyum


__ADS_3

“ sebentar hania, boleh gak Sabtu depan aku main ke rumah kamu? Jelebeb, mata Hania hampir melotot karena shock dan gak percaya, Ka Randy menanyakan itu.


“ tolong, tolong cubit pipiku ini,” jerit Hania dalam hati. Dan entah keberanian dari mana Hania hanya mengangguk, dan berlalu meninggalkan ka Randy yang tersenyum puas.


Dan semenjak kejadian itu, saat tak sengaja berpapasan dengan ka Randy yang tersenyum padanya,Hania berusaha tersenyum dan secepat kilat mata hanya menunduk kebawah.


Dan rasa terbesit tidak enak dengan Anna, apa yang harus Hania katakan bila Anna tau nanti,..Hania merutukin keputusannya yang ceroboh, bisa bisanya dia mengiyakan permintaan ka Randy tanpa memikirkan perasaan temannya itu.


Hari itu berkecamuk dalam hati akan pikiran pikiran yang tidak jelas tentang sikap Anna bila mengetahuinya.


Dan sore itu seperti biasa kita berempat selesai magang dan pulang dengan berjalan kaki kearah jalan raya yanng lumayan untuk agak jauh, tapi dikarenakan sepanjang jalan kita mengobrol, dan bercanda jadi tidak terasa, tau taunya udah sampe dijalan raya, dan tak lama Bis kearah depok lewat, secepatnya kita menstop dengan berlari lari, untuk mencapai Bisnya yang berenti agak menjauh dari tempat kita berdiri.


Alhamdulilah kita masih kebagian duduk kalau dari sini jadi bisa melepas lelah dengan tidur sejenak di bis, itu hal yang paling menyenagkan untuk dilewati, angin sepoi sepoi dari jendela bis, bikin hawa ngantuk yang tak tertahankan.

__ADS_1


Dan tidak sengaja bayangan Randy ditepi jalan terlihat jelas menatapnya dan tersenyum, dengan melambaikan tangannya pada Hania,.kaget bercampur senang melihat senyumnya seakan menghipnotis Hania saat itu.


Dan tanpa disadari 6 mata memperhatikan Hania sejak tadi. Dan saat sadar, Hania kaget melihat mimik 3 temannya yang butuh penjelasan, terlebih Anna, dengan raut muka yang cemas.


"Hania, cepat katakan apa yang telah kami melewatkan sesuatu tentang ka Randy?" cerocos Ani yang penasaran.


Dan Anna hanya diam tapi menyelidik, rasa ngantuk Hania seakan hilang seketika digantikan rasa gugup untuk menjelaskan tentang ka Randy yang sebenarnya.


Aku minta maaf belum menjelaskan kejadian tadi pagi tentang ka Randy pada kalian, terutama kamu Anna, jawab Hania agak sedikit berat untuk berucap. Tadi pagi ka Randi menanyakan aku sudah punya pacar atau belum dan besok sabtu ingin main kerumahku,” jawabku, sedikit pelan.


"haduh Hania, santai aja kali, walau aku suka ka Randy tapi aku juga tidak memaksa dia harus menyukaiku, aku ikut senang kok kalau kamu seneng.” Ujar Anna sambil memeluk bahuku. Dan Kami berempat pun tertawa, seakan rasa lelah seharian itu malah tak terasa.


Dan aku pun berjanji akan menceritakan tentang ka randy bila dia jadi kerumahku, dan setelah itu kami berempat tertidur pulas di BIS dengan sayup sayup terdengar suara kenek menaikkan penumpang.

__ADS_1


Entah berapa lama kami berempat tertidur, saat terbangun sudah mendekati halte tempat Hania turun, dan sebelumnya Hania turun dia pamit ketiga temannya yang sepertinya nyawa mereka belum terkumpul sempurna he..he..karena aku membangunkan mereka.


Sampai dirumah, hanya kulihat adikku yang nomor 2 yang dirumah, entah adiku yang nomor 1 sedang kemana, dan kakakku sepertinya belum pulang dari bekerja, begitu juga bunda. Kusapa adikku yang sedang duduk manis menonton TV diruang tamu, dia hanya tersenyum melihatku.


" Sudah makan kamu de?" tanyaku pada adikku, namanya Dita sedangkan adik Hania nomor 1 itu Dini dan kakak Hania yang paling cantik itu namanya Nita, kita berempat memilki ciri khas masing masing.


Dita, hanya mengangguk, memberitahuku dengan ekpresi gerakan.


Hania sangat menyayangi adiknya, umurnya dengan Hania bertaut 10 tahun, waktu kecil Hania yang menjaganya saat bunda bekerja, pernah suatu waktu aku tidak sekolah dikarenakan Dita gak ada yang jagain, biasanya aku gantian dengan kakak Hania jagain Dita waktu kecil.kakak Hania masuk pagi sekolahnya dan Hania siang, tapi semenjak kakakku pulang lebih dari jam 12 jadinya Dita, Hania titip tetangga sampai kakaknya pulang, Nah saat tetangga gak ada Hania terpaksa tidak masuk sekolah.


Untung guru guru sekolah Hania memaklumi, namun nilai Hania termasuk 10 besar walau sering tidak masuk, karena termasuk anak yang cerdas.


Sekarang umur Dita sudah menginjak 8 tahun kadang dia sudah berani sendiri dirumah, kalau kakak kakaknya belum pulang dia akan mengunci pintu, sampai kakaknya pulang, yang penting persediaan makanan dirumah tersedia.

__ADS_1


Karena terlalu lelah, Hania langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah,seakan semua ingin rontok, beginikah kalau bekerja, pikiran Hania menerawang, Dan terlintas bayangan Randy dipikirannya, dan entah kenapa dia tersenyum senyum, inikah cinta atau bukan yang pasti hatinya merasa senang dan tak sabar untuk hari Sabtu ini.


__ADS_2