AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Menikahlah Denganku


__ADS_3

Setahun sudah tak terasa hubungan Ka Randy dan Hania semakin dekat, Ka Randy kadang terang terangan depan umum memeluk Hania dari belakang bila sedang ditempat umum entah dimall atau dihalte Bis, dan itu membuat Hania menjadi risi, Saat ini Hania dinyatakan lulusan SMK dan siap bekerja dengan keahlian jurusannya.


Dan dengan penuh semangat Hania mencari dibeberapa lowongan pekerjaan akhirnya diterima di kantor advertising menjadi tenaga marketing, mungkin dengan lulusan yanng masih Fresh graduate dan kebetulan skill sesuai lulusan yang diperlukan.


Mulailah Hania menjalanin harinya menjadi karyawan bukan pelajar lagi dan Hania menikmati kegiatan yang baru setidaknya meringankan beban mamanya dan bila mungkin meringankan bebannya walau tidak banyak membantu.


Terkadang Hania pulang dijemput oleh Ka Randy ketempat kerja biasanya habis itu mereka nonton atau sekedar makan, seperti hari ini karena belum memiliki Hp, Ka Randy telp ke kantor Hania akan menjemputnya hari ini, dan tentu saja Hania dengan senang hati menunggu Ka Randy karena rasa rindu setelah seminggu tidak bertemu, dan tidak sabar menunggu waktu pulang kerja.


Tidak terlalu banyak komunikasi Hania dengan teman yang lain di tempat kerjanya karena mereka sibuk dengan kehidupan masing masing hanya paling beberapa yanng seumuran Hania dan kita juga jarang membahas masalah pribadi, cukup masalah pekerjaan dan tak lebih.


Akhirnya jam pulangpun tiba, Hania buru buru merapihkan mejanya dan bergegas keluar dari ruangan kantor dan menunggu ka Randy di loby kantornya, dan tak lama sebuah tangan menangkupnya dari belakang membuat Hania sedikit terkejut, dan saat menoleh sudah ada Ka Randy dibelakangnya.


“Ish, Ka Randy bikin aku kaget aja,” Ucap Hania sedikit menunjukkan rasa kesal, walau sebenarnya hanya bercanda.

__ADS_1


Dan Ka Randy hanya tersenyum, memang dia cowok yang lemah lembut tidak pernah sedikitpun marah atau bernada tinggi saat marah paling hanya diam dan dan pernah sekali kalinya dikarenakan ka Randy tidak ingin setiap dia datang kerumah disuguhkan minuman karena udah seperti tamu katanya, "aku bisa ambil sendiri" waktu itu dia beralaskan kenapa sempat kesal pada Hania, ka Randy ingin merasa dirumah Hania pun udah seperti rumahnya sendiri, sejak saat itu setiap datang tak ada suguhan yang dihidangkan, karena keinginan ka Randy sendiri seperti itu, ada segi positif jadi tidak repot aja.


Sebenarnya Hania selama ini merasa sangat bahagia disayang, diperhatiin dan terkadang kebutuhan yang tanpa diminta dibelikan dan dipenuhi,tapi entah ada rasa yang masih menganjal dihatinya dan tidak bisa mencintai ka Randy sepenuhnya seperti ada hal yang Haniapun tidak bisa menjelaskannya.


Dan kamipun pergi nonton sore itu, jalan jalan ke mall dibilangan depok, sekedar duduk duduk disepanjang trotoar didekatnya ada taman dan mengobrol, sampi akhirnya ka Randy membicarakan hal yang serius kepada Hania.


“ de, aku ada permintaan semoga yang aku minta kamu bisa pertimbangin, ucapnya, “ " iya, apa itu ka," jawab hania yang masih terlihat sibuk dengnan minuman thai tea nya.


Seketika Hania mendengar itu langsung tersedak, dan mencari tisu yang mengotori sebagian bajunya, seakan tak percaya ka randy secepat itu ingin melamarnya.


Hania tidak langsung menjawabnya, Hanya terdiam sambil mengaduk ngaduk minumannya dengan sedotan.


Dan ka Randy mengeluarkan cincin dari dalam saku celananya, dan berusaha menyematkan dijari Hania, Hania terbelalak kaget dan tanpa sengaja menjauhkan jarinya saat ka Randy ingin meletakan cincin itu, sedikit rasa kecewa tersirat dimatanya, tapi berusaha dia tidak tunjukkan pada Hania.

__ADS_1


Dan hania menyadari itu, “ maaf ka, sambil menundukkan kepala, aku belum siap buat menikah untuk saat ini, aku masih ingin melanjutkan kuliah setelah setahun bekerja, " jawab Hania agak sedikit pelan tapi jelas terdengar oleh ka Randy.


Dan Hania lihat ka Randy hanya mengambil nafas berat mendengarkan alasan Hania menolak lamarannya ini, sepertinya Ka Randy memahami umur Hania masihlah belum siap, baru 19 tahun, cara berpikirnya pun belum serius ke arah sana.


" Baiklah, aku mengerti dimasukan kembali cincin itu kedalam saku bajunya. “Tapi setidaknya kita tunangan dulu bisakan,


" ucap ka Randy,


"kedua orangtuaku ingin bertemu denganmu,” ucap Ka Randy lagi. “ nanti aku pikirkan lagi yah ka, bukan aku tidak sayang pada ka Randy tapi aku belum siap, itu aja ka, aku masih ingin meraih mimpi yang belum aku dapat, lulus sarjana yang menjadi kebanggan bunda." ucap Hania dengan penuh keyakinan.


Dan Ka Randy tersenyum, Baiklah aku akan selalu menunggumu. Ucap ka Randy sambil mengacak ngacak rambut Hania. " Makasih yah, Ka sudah mengerti aku, " jawab Hania dengan tulus.


Dan Ka Randy hanya mengangguk dan meletakan tangannya dipundak Hania. " ya udah, pulang yuk, udah hampir jam 9 malam, nanti bunda kamu nyariin, ucap Ka Randy memecahkan suasana yang sedikit mencair.

__ADS_1


__ADS_2