AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Deadline Buletin Kampus


__ADS_3

Hampir selama 2 minggu Hania habiskan bersama Rido disela kesibukannya, Entah berapa tak terhitung Hania main ke rumah Rido sebelum berangkat kuliah dan tidak kapok kapoknya hal sama terjadi, telat sampai kampus, Kadang main kerumah temennya Rido yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Rido, tapi perilaku Rido tetap sama setiap melintasi rumah cat biru itu Rido jadi berubah sikap menjadi cuek dan tentu saja meninggalkan Hania berjalan sendirian dibelakangnya.


Hania sebenarnya menaruh curiga akan sikap Rido itu, apakah dia masih berhubungan dengan mantan ceweknya, ataukah malu punya cewek seperti Hania.


Hania mencoba mengambil dengan beratnya bila menngingat tentang rumah cat biru itu.


Hari ini Hania berangkat tidak bersama Rido, karena 2 mingu lagi Rido akan dikirim pelatihan ke jawa tengah, jadi Rido sudah sibuk mempersiapkan dirinya, dan Hania maklum itu.


Seperti biasa Hania langsung masuk ruang kuliah yang sudah berjalan 15 menit yang lalu, untungnya baru mengisiin list absen yang berjalan, baru dilanjutkan dengan dosen yanng memberikan materi hari ini.


Hania duduk di baris ke tiga sejajar dengan Rani, Citra dan Erwin, tak terlihat Ema mungkin seibuk dengan Menwa, biasanya akan telat masuk ruangan kuliah, sudah hal biasa hal tersebut.


Dan setengah berbisik Citra memanggil Hania, “ Hania, kamu dicariin Angga, nanti setelah jam kuliah selesai kamu disuruh mampir ke ruang senat, ucap Citra pelan. Dan Hania hanya menganggukan kepala.


Hania jadi ingat tentang tugas yang diberikan Angga waktu itu untuk bahan materi buletin kampus, dan Hania sudah menyiapkan semua dan memang berniat memberikan hari ini draftnya, kebetulan selama dua minggu sudah dibantu Rido untuk mecari informasi tentang kegiatan organisasi dengan mudahnya Rido dikarenakan Rido juga Menwa bisa banyak teman yang dimintakan info.


Dan Saat mata kuliah selesai dan dosen sudah keluar ruangan, Hania bergegas ke ruangan Menwa, dan diliat dari luar Angga sedang bicara dengan Erwin, apalagi kalau bukan masalah buletin kampus karena deadline 1 minggu ini harus sudah terbit.

__ADS_1


“ Assalamualaikum, ucap hania, Dan dengan cepatnya Dua cowok yang lagi serius diskusi itu menengok kearah Hania, “ dan berbarengan menjawab salam.


“ Ya ampun hania, kemana aja, kirain kamu gak masuk masuk, ucap Angga sekenanya.


“ he,,he..enggak kok Cuma telat mulu aja, udah gitu Rido ngajak jalan aku mulu, maaf deh gak mampir mapir ke ruangan senat, lagian kan sekalian cari info buat draft yang kamu minta, Ga.” Ucap hania serius.


“ oke, gak apa apa kok, aku hanya heran aja biasanya gampang ketemu kamu kok jadi malah jarang liat’ ucap angga lagi.


“ kalau begitu draftnya kasih ke Erwin aja, Han biar lansung dijadikan satu dengan file dari Rani, karena rencana aku hari ini mulai dibuat layoutnya, dan aku sama Erwin, juga Rani mungkin sampai malam di kampus, ucap Angga dengan santainya.


Tapi nanti gimana pulangnya, ucap Hania lagi dengan mimik bingung. “ tenang Hania khan ada babang gojek noh, ucap Erwin melirik ke arah Angga.


Kalau aku khan pasti bareng Rani karena kebetulan searah sama sama ke kebayoran, “ucap Erwin.


Angga memang suka ke depok kalau senin sampai Jumat, tinggal dirumah tantenya, karena rumah Angga memang jauh diKerawang. Jarak Kampus dan rumahnya bisa menghabiskan 4 jam lebih kalau berangkat atau pulang.


“ iya, tenang aja, nanti pulang bareng aku, ucap angga sambil matanya tak terlepas dari berkas berkas dimeja ruang senat.

__ADS_1


“ okelah kalau begitu” ucap Hania dan membantu Angga maupun Erwin menyiapkan berkas dan mengumpulkan materi materi yang akan mereka kerjakan sampai malam nanti.


Tak lama, Rani datang membawa 5 bungkus nasi padang. “ wah, kamu nongol juga Han, “ucap Rani sedikit meledek, memang semenjak jadian sama Rido, Rani yang paling sering ngeledekin Hania dibanding teman yang lain yang cuek.


“ wah iyalah, aku mah tau kapan ada makan makannya, ucap hania terkekeh. “ ih, dasar yah kamu tuh tau aja kalau ada makanan gratis, ucap Angga ikut meledek juga.


“Ya udah yuk makan dulu, aku dah laper banget, “ucap Erwin menimpali obrolan garing kita bertiga.


“ Citra kayanya bakalan lama, tadi ijinnya mau ke ruangan dosen katanya, bair punyanya taruh diatas piring aja.


“ kok bisa pas gini, ? tanya Hania heran. “ ya iyalah, khan Angga udah tau siapa aja yang bakalan dateng gitu loh Han, “ucap Rani,


“eh nanti kamu nemenin aku khan Han, sampe malam soalnya tadi Citra bilang dia dijemput om nya nanti ada keperluan penting dia bilang,” tanya Rani dengan mimik serius ke arah Hania.


“ iya, aku temenin, Ucap Hania sambil beranjak mengambil pring dan sendok untuk semua.


Dan dengan lahapnya kami berempat makan nasi padang, dan Hania harus menghabiskan sendiri makannya tanpa dibantu Ema seperti waktu lalu, Kadang diselingi tertawa kami bercerita tentang dosen dan yang lucu lucu saat jam kuliah sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2