AKULAH HIDUPMU

AKULAH HIDUPMU
Ema oh Ema...


__ADS_3

Saat sedang asyik asyiknya makan, tiba tiba Ema muncul didepan pintu senat, dan memang pintu terbuka bila ada pengurus senat didalamnya, dan langsung masuk menghampiri Hania dan duduk depan Hania persis.


" Kok makan gak ngajak ngajak sich," ucap Ema dengan mimik muka rada cemberut.


Sebelum Hania menjawab, Angga sudah menyela duluan. " Kamunya kurang beruntung dari tadi aku disini udah nunggu siapa yang nongol yah aku panggil, udah keduluan tuh sm Citra dan Erwin, ini Hania kebetulan kebagian." ucap Angga dengan santainya.


" Ya udah berdua sama aku aja Ema, banyak kok ini, nasi padang mah kalau dibungkus porsinya bisa dua kali lipat dibanding makan ditempat, "ucap Hania sambil menyodorkan nasi bungkus itu ke Ema.


" Nah, gitu donk, asyik, "ucap Ema dengan senyum senyum dan menyantap dengan lahapnya nasi padang itu.


Dan Angga hanya mengeleng geleng kepala liat kelakuan Ema. " lapar apa doyan, kamu, Ma? ucap Anggap terkekeh.


Dan Ema hanya nyengir nyengir doank disindir begitu sama Angga.


" owh iya Hania, tadi Rido nyariin kamu tuh," ucap Ema sambil mulutnya masih penuh dengan makanan.


" Trus Ridonya kemana, Ma?", tanya Hania serius.

__ADS_1


Memang Hania tadi bilangnya mau ke kantin bukan ke ruang senat, dengan galau Hania masih memperhatikan Ema makan.


" Coba aja kamu temuin Rido diruangan Menwa sana, "ucap Ema sambil tak lepas makannya.


" Sama kamu ah, Ema, aku rada sungkan ngetok ngetok ruangan menwa, banyak prajuritnya..he..he..ucao Hania terkekeh.


" ya udah tunggu aku selesai makan dulu kalau gitu." Ucap Ema lagi.


Angga hanya menyimak obrolan Hania dan Ema sesekali memperhatikan dan meneruskan makannya.


" Hania, yang aku minta jangan lupa yah," ucap Angga sambil beranjak berdiri dan merapihkan bekas nasi bungkus yang telah habis dimakannya dan dibuang ke tempat sampah.


" ya lumayan lah, jangan lama lama tapi," Ucap Hania sambil matanya ke arah Angga.


Dan Angga mengangguk dan berlalu pergi dari hadapan kami.


" Hania, mumpung gak ada Angga,nih aku mau cerita sama kamu, kamu tau Dito khan anak podium, itu nembak aku minggu lalu, trus aku khan cerita ke Angga nanya ke Dia minta pendapatnya gimana, eh kata Angga, Aku disuruh terima aja, ya udah kemarin aku terima aja si Dito" ucap Ema serius sambil menghabiskan nasi bungkus yang berdua Hania tadi.

__ADS_1


Hania hanya terdiam ragu, menyimak yang diucap Hania, sambil menyodorkan Aqua gelas yang tersedia diruang senat ke Ema, melihat Ema yang lahap makan membuat Hania jadi kenyang mendadak.


" Bukannya kamu sukanya sama Angga, Ema,kok kamu malah terima Dito, sich?" tanya Hania heran.


" Abis Angga tuh jadi cowok gak peka Hania, aku udah coba nunjukin sama dia, tapi dianya tetap cuek aja, malah kamu yang sering disuruh bantu bantu dia, untung kamu udah jadian sama Rido kalau gak aku dah menyangka Angga suka sama kamu, Hania." ucap Ema dengan seriusnya.


Belumlah selesai pembicaraan kami berdua, tiba tiba Angga nongol bersama Rido, dan pembicaraan kamipun terputus seketika, dan membicarakan malah tentang nasi bungkus.


Hania, Hania, kamu aku cariin juga, kenapa gak bilang kamu kesini, untung ketemu Angga didepan, aku dah tanya temen temen gak liat kamu dikantin, ucap Rido sedikit kawatir.


" Maaf, Do, tadi Angga mangil aku kesini ya udah aku gak jadi kekantin, eh aku minta temenin ke menwa sama Ema nunggu dia selesai makan" ucap Hania membela diri.


" Duh, Ema tadi bukannya udah makan mie ayam yang dikasih Dan Arif, ucap Rido heran.


" He..he..abis gak napol, Do trus liat Hania makan nasi padang aku jadi ngiler, "ucap Ema sambil terkekeh.


Hania dan Angga hanya geleng geleng liat polah Ema,yang lama lama diliat badannya nanti makin melebar, kalau liat porsi makannya begini.

__ADS_1


" Ya udah Hania, antar aku ke kantin yuk, sekalian sholat magrib, pasti kamu belim sholat khan ucap Rido, sambil tangannya coba meraih tangan Hania mendekatnya.


Dan Haniapun beranjak dari kursi ke arah Rido, namun Ema ikut bangkit ingin ke kantin juga, mungkin Ema menghindar berduaan dengan Angga juga, Dan mereka bertiga pun pamit dengan Angga yang masih sibuk mematikan layar komputer dan kertas kertas yang masih berserakan diatas meja. Dan tak lama Anggapun mengikuti mereka bertiga ke arah mushola yang dekat dan hampir sebelahan dengan kantin.


__ADS_2