
Hania sepertinya sudah mulai bisa melewati hari harinya seperti biasa lagi, bekerja dan kuliah walau rasa cape kadang dirasakan tetapi Hania tidak mengeluh, apalagi semenjak ada Rido, lalu Ema, Rani, dan Citra teman terdekat Hania saat ini, bermula dari acara inagurasi menjadi awal kedekatan oleh ketiga cewek itu, kehadiran mereka bertiga, ditambah Rido membuat Hania bisa melupakan masalah masalahnya dan menikmati kebersamaan bersama teman temannya.
Ketiga cewek itu mempunyai sifat yang bertolak belakang, tetapi walau berbeda watak dan latar belakang, kami berempat tetap kompak sebenarnya.
Ema, cewek yang tegas, kalau berbicara diatur ( jadi seperti orang pidato kalau Hania bilang, he..he ) dan lebih dewasa dalam berpikir kalau dilihat cara dia menangani suatu masalah, berperawakan tidak terlalu gemuk, ideal untuk tinggi cewek, kulit sawo mateng, dan berwajah manis, sebenarnya dia cerewet juga kalau lagi menjelaskan sesuatu yang menurut dia menarik.
Rani, perawakan yang imut, kulit putih dan berlesung pipit dan berwajah manis, dan type cewek yang tidak bisa diam dan bekerja keras, diapun sama seperti hania bekerja dan menyambi kuliah, Rani memang mandiri dan lebih berpengalaman dalam pergaulan dan dunia kerja, dibanding Hania.
Citra, cewek yang ceria, paling suka masak dan beberapa kali dibawa ke kampus buat icip icip kita berempat pas jam istirahat, dan hania akui masakannya enak, tapi orannya sangat sensitif jadi ada masalah sedikitpun udah berurai airmata, padahal kalau menurut kita itu masih menjadi hal yang belum fatal tapi tidak dengan citra, dia langsung memasang muka sedih dan air mata yang tak berenti kalau tidak buru buru kita tenangin, perawakannya agak berisi dibanding kita bertiga yang kurus, kulit sawo mateng, wajah manis, dan paling cerewet diantara kita berempat.
Dan kedekatan kami tidak hanya sampai dikampus, kadang kita juga jalan bareng saat libur kuliah, seperti hari ini, kita janjian disuatu mall di depok untuk sekedar jalan jalan dan makan.
__ADS_1
Akhirnya kita kompak bertemu di salah satu tempat makan yang sedang digandrungi anak muda” UP NORMAL” makanan yang menyediakan berbagai menu, dari indomie saus keju, nasi wagyu sau mentega,nasi ayam kane dan berbagai macam menu, dan kami berempat memesan menu foodiskon yang terdiri dari nasi gila dan es teh leci biasanya satu paket porsi utk 2 orang dan kita pesan 2 paket, dan harganya sudah pasti lebih hemat.
Kami saling bercerita mengenai privasi masing masing panjang lebar, dan saling membuka rahasia masalah cowok yang disukai, dari Ema yang menyukai ketua senat kita yang tak lain Angga, tetapi Ema meminta kami merahasiakan ini dari siapapun, lalu Citra yang suka dengan Erwin, yang dulu sempat satu tim dengan Hania, namun Citra yang sedikit agresif karena dia sudah pendekatan lebih intensif dengan Erwin, malah Erwin udah ada tanda tanda bakalan nembak dia katanya sumringah.
Hanya Hania dan Rani yang tetap belum bisa mencoba menceritakan kisah percintaan mereka, karena bingung memulai cerita dari mana.
Tak terasa waktu yang hampir menjelang sore kami berpisah di sekitar mall yang ada didepok dan naik angkot jurusan masing masing, karrna kita berbeda arah.
“Kamu udah makan, Dita? Tanya Hania pada adiknya saat akan berjalan menuju kamar mandi, dan Dita mengeleng kepalanya.
“ loh kok belum memang kemana kakak Dini," ucap Hania lagi sambil matanya melihat kesegala ruangan mencari Dini.
__ADS_1
“ itu kak, lagi dikamar bunda dengerin lagu pake yan kabel panjanng trus telinganya ditutup gitu loh kak, "ucap Dita polos, dan Hania hanya mengeleng geleng kepala sambil tersenyum pada Dita, “ itu namanya earphone, Dita,” ujar Hania sambil membelai puncak kepala Dita.
“ ya sudah nanti ka Hania siapin yah, kakak mandi dulu tapinya, gak apa khan, Dita, kamu udah laper banget belum, “tanya Hania pada adiknya Dita.
“Belum begitu kok kak, Dita masih kenyang juga soalnya, tadi nenek mampir kasih Dita bolu, noh Dita taruh di meja makan Bolunya, soalnya banyak banget, Dita udah kekenyangan," Ucap Dita sambil matanya tidak terlepas dari boneka barbienya.
Dan hania beranjak dan berlalu ke arah kamar mandi yang letaknya tidak terlalu jauh dari ruanng tamu.
Rasa lelahnya hari ini yang Hania rasakan menjadi tak terasa Hania, dan Hania terkadang tersenyum senyum sendiri bila mengingat kebersamaan bersama teman teman nya tadi, karena Hania akhirnya menemukan teman yanng sesungguhnya.
Didalam kamar mandi yang tidak terlalu besar Hania menumpahkan kegembiraannya hari ini sambil mengguyurkan air diseluruh badannya, menambah sensasi betapa sejuk dan segarnya air yang dirasa mengalir diseluruh tubuhnya.
__ADS_1