
Setelah kejadian waktu itu masalah lamaran ka Randy yang Hania tolak secara halus membuat Hania agak sedikit gak enak, entah kenapa Hania merasa ada bayangan bayangan ka Randy yang teriang ngiang ucapkannya.
Tapi mencoba untuk mengatakan iya untuk sekarang ini seperti Hania tidak siap.
Dan semenjak itu ka Randy tidak membahasnya, samapi sewaktu ketika Hania minta ijin untuk melanjutkan sekolah lagi, maksudnya kuliah dan sepertinya dengan berat hati ka Randy menyetujuinya.
Bukan karena masalah biaya yang mungkin dikawatirkan ka Randy tetapi makin lamalah dia menunggu Hania mau menerima lamarannya.
__ADS_1
Karena untuk biaya Hania tidak memberatkan ka Randy kaena selama ini walau Ayah bundanya sudah berpisah tetapi Hania masihbisa meminta uang untuk biaya kuliahnya walau mungkin tidak sepenuhnya ditanggung ayahnya sebagian Hania sendiri yang menanggungnya.
“ kapan kamu mulai perkuliahannya, de? Tanya Ka Randy,” saat kami sedang duduk duduk manis diruang tamu, kebetulan hari ini hari minggu jadi bisa berlama lama menikmati hari libur dari rutinitas, biasanya kita jalan sekedar makan, entah untuk hari ini lebih enaknya menghabiskan waktu dirumah.
“Awal bulan depan ka, “jawab Hania singkat, kenapa memang ka, owh iya kakak bisa emput aku gak dikampus nanti hari pertama aja ka, bisa gak ka, khan ka Randy hanya sampe siang khan kerjanya, “ tanya Hania lagi.
Kenapa sich ini ka Randy kalau aku mencoba ngebahas masalah kuliah mimiknya seperti kurang suka, apa pikiran aku aja yah, ucap Hania dalam hati.
__ADS_1
“ De, minggu depan main ke rumah kakak yah, nanti kakak kasih tau naik mobilnya, apa perlu kakak jemput,” tanya ka Randy lagi.
"Owh, minggu depan yah, kayanya aku juga belum ada kegiatan ka, Insya Allah yah, kasih tau aja ancer ancernya kaka tunggu aja digang kakak jd aku tidak perlu nyaru nyari ruma kakak lagi. Jawab Hania.
“ Entah sejak kapan, tiba tiba wajah Ka Randy saat Hania sadar sudah berjarak yang hampir dekat dengan wajah Hania, dan tangan ka Randy tiba tiba memeganng tengkuk Hania dan membelai pipi hidung dan bibir Hania, dan Hania menjadi muka Hania seketika memerah karena malu belum pernah diperlakukan seperti ini sama mahluk yang namanya cowok, sering lihatnya difilm film belum pernah merasakan lansung, dan Hania terkesiap kaget saat merasakan rasa hangat dibibirnya dan memainkan bibirnya dengan lemah lembut, Hania mberasa kaku sekujur tubuhnya, tidak berekasi sedikitpun hanya diam. Dan setelah beberapa menit kemudian ka Randy melepaskan ciuman itu dan dengan mimik muka yang sedikit merasa tidak enak pada Hania.
” maaf aku gak ijin pada kamu untuk ini.” Jawab ka Randy. Kamu gak marah ka, de, aku sudah mencoba menahannya selama 1,5 tahun untuk tidak menyentuh kamu sama sekali, tapi entah dorongan apa aku melanggar janjiku sendiri, jawab ka Randy menyesal, tapi hanya itu aja kok de untuk hal lainnya aku menunggu kita syah menjadi suami istri , jawab ka Randy tegas, aku gak ingin menghancurkan masa depan kamu, sebisa mungkij aku jaga sampai kita menikah nanti. “Jawab ka Randy lagi.
__ADS_1
Lalu Hania dengan reflek memegang kedua telapak tangan ka Randy, digenggamnya erat, dan memandang wajah ka Randy dengan penuh kehangatan, iya ka aku gak apa apa kok, makasih kaka sudah menjelaskannya aku menjadi lega, aku juga gak mau terjadi hal hal yang tidak aku inginkan, semoga semuanya berjalan dengan semestinya yah ka, dan makasih kakak mau memahami keinginanku. Jawab Hania.