
Gak terasa sambil bernyanyi bersama Rido, Tak terasa sampailah ditoko perlatan tulis yang mereka tuju, dan Hania bergegas ke toko tersebut tanpa menunggu Rido yang sedang parkir motornya.
Dan tak lama Rido menghampiri Hania yang sedang memilih milih apa aja yang harus dibeli sesuai dengan permintaan ketua senat alias Angga.
" ehm, apalagi yah, do " ucap Hania sambil matanya melihat daftar catatan yang tadi sempat dicatat dan mencontreng yang sudah dipilih.
Dan Rido hanta melihat semua yang dibeli Hania dengan manggut manggut.
" Aku rasa udah cukup Han, "ucap Rido sambil matanya melirik ke arah Hania.
" Ok, deh, "ucap Hania setuju sambil membayar seluruh perlalatan yang dibeli dan tidak lupa meminta bonnya plus stempel toko tersebut.
" Ayo, Han buruan udah mendung nih, nanti keburu hujan, " ucap Rido, tiba tiba cemas.
Memang Hania liat langit tiba tiba bertambah gelap, sepertinya memang mau hujan, dan Hania ingin buru buru pulang, mungkinkah Hania meminta Rido mengantarnya pulang atau hanya sampe halte bis terdekat yah, ucap Hania dalam hati.
Dan benar saja, baru setengah perjalanan tiba tiba hujan turun, Untungnya Rido menepikan motornya dengan cepat ditempat yang agak nyaman untuk berteduh, dideket deretan pedagang pedagang kaki lima, yang berjejer rapi sepanjang pinggiran jalan yang letaknya didrpan toko toko yang sudah tutup, setidaknya hanya motornya yang terkena guyuran air hujan, bukan Hania dan juga belanjaan yang Hania sudah beli tadi sudah Hania terlebih dahulu masukin dalam tas.
" Makan dulu yuk, Han, ajak Rido sambil mengeringkan bajunya yang sempat terkena air hujan dengan handuk kecil yang diambil Rido dari dalam tasnya, dan matanya melihat sekeliling disekitar pedagang pedagang kaki lima yang mulai menyiapkan dagangannya.
" ya udah yuk, gimana kalau nasi goreng aja," ujar Hania, Yang saat itu Hania liat, kebetulan baru pedagang nasi goreng yang sudah siap sepertinya dibanding pedagang yang lain, mungkin dikarenakan faktor hujan juga.
Akhirnya mereka berdua berjalan ke arah pedagang nasi goreng yang tidak terlalu jauh dari tempat Hania dan Rido berteduh, jadi tidak sulit menerpa hujan yang belum berenti, yang malah tambah deras.
Aroma nasi goreng yang sedang dimasak menambah rasa lapar Hania yamg makin tidak tertahankan, dan ingin buru buru menikmatinya.
Sambil menunggu pesanan, Rido pun menghampiri Hania yang sudah duduk terlebih dahulu, karena Rido yang berinisiatif memesan nasi gorengnya.
__ADS_1
" Ujannya bakalan lama gak yah, "ujar Rido sambik matanya menatap guyuran hujan diluar dari dalam tenda tempat pedagang nasi goreng.
" semoga aja tidak, " ucap Hania dengan dagu yang ditanggkup dikedua telapak tangannya.
Tak lama nasi goreng yang Hania dan Rido pesanpun datang, dengan lahapnya mereka berdua memakannya ditemani segelas jeruk panas, dan 20 menit kemudian makanan mereka makan telah habis dan pindah ke perut masing2.
Sambil menunggu hujan yang belum reda juga, Rido memulai obrolan setelah 20 menit sempat hening karena mereka berdua sibuk menikmati nasi gorengnya.
" Hania, sebenarnya ada aku mau omongin sama kamu, ehm..ehm..uhuk..uhuk.., "tiba tiba Rido belum selesai ngomong tersedak sesuatu, dan Hania dengan gerakan cepat memeberikan minuman ke Rido yang masih ada setengahnya. Dan Rido dengan segera meminumnya.
" Mau ngomong apa sich, Do, ampe segitunya, ucap Hania terkekeh geli liat Rido yang berubah mukanya menjadi agak kemerahan.
" Ehm..Ehm.
Ak..Akkuu..Aku suka kamu Hania Humairah Puteri, mau gak kamu jadi cewekku, buat hari ini, esok dan seterusnya sampai waktunya nanti' Ujar Rido lantang.
" Kamu tuh, kalau mau ngomong kaya gitu liat liat tempat juga, " ucap Hania pelan tapi terdengar jelas dengan Rido sambil kedua matanya melotot ke arah Rido yang menatap Hania tajam tanpa rasa bersalah sedikitpun.
" Abis kamu juga sich, tadinya aku mau pelan pelan ngomongnya eh kamu malah ngetawain aku, " ucap Rido membela diri.
Dan keheningan beberap saat kemudian, Tanpa meraka sadari hujan pun seketika berenti, dan tinggal gerimis yang masih tertinggal.
Dan Hania merasa senang ada kesempatan untuk tidak menjawab pertanyaan Rido, dan memeberikan selembar uang 20 ribu pada Rido, tapi Rido tidak menerima uang pemberian Hania. " Biar aku yang bayar, masa cewek yang bayar, ucap Rido sambil beranjak ke abang penjual nasi goreng.
Dan mereka berdua pun melanjutkan perjalanan pulang.
Lagi lagi Rido menanyakan ungkapan perasaannya tadi apakah Hania menerimanya atau tidak, sambil tetap duduk manis bersama Hania yang dibelakangnya diatas motor yang melaju sedang.
__ADS_1
Dan sebenarnya Hania juga gak mau munafik dan merasakan yang sama juga terhadap Rido, tetapi hatinya belum yakin apakah perasaannya benar benar suka atau hanya pelarian dari kekecewaannya pada ka Rendy, pikiran Hania berkecamuk.
" Hania Humairah Puteri, kamu denger gak sich apa yang aku tanyain barusan, " ucap Rido sambil suara terdengar setengah berteriak.
" Ish, cerewet banget sich, iya aku denger kok, Rido, "ucap Hania dengan mimik muka cemberut.
" he..he..ya udah maaf, jangan ngambek gitu donk, nanti manisnya ilang loh? ucap Rido terdengar membujuk.
" lalu, jawaban kamu apa donk," lagi lagi Rido mengulang pertanyaannya tadi.
" ehm,..ya udah, kita jalanim aja dulu, tapi aku belum bisa menjanjikan apa apa sama kamu Do, jadi kamu jangan menuntutku berlebihan, apalagi kita baru kenal belum setahun, kita masih perlu saling mengenal lebih dekat," ucap Hania serius.
" yes, yes berarti intinya aku diterima,..ucap Rido, yang hampir setengah teriak karena senangnya dan tangannya dengan reflek menarik tangan Hania untuk berpegangan pada pinggangnya lebih erat, seolah olah Hania memeluk sebahagian tubuh Rido, dan Hania tidak menolaknya. dan menempelkan dagunya di bahu Rido, dan satu telapak tangan kiri Rido memegang kedua telapak tangan Hania yang didekat perut Rido dengan hangat, dan satu tangan kanan Rido tetap.memegang stang motor.
Hania merasakan hangat disekujur tubuhnya, dan perjalanan pulang itu terasa damai dan penuh kehangatan walau gerimis hujan belum berenti.
Dan Rido mengantarkan Hania hanya sampai Gang depan rumah Hania, karrna hari sudah larut malam.
" Makasih yah sudah mengantar Hania pulang, makasih juga nasi gorengnya, trus kabarin aku yah kalau sudah sampai rumah " ucap Hania, sebelumnya Rido udah siap siap menyalakan motornya.
" iya, makasih juga yah kamu menerima aku, " Ucap Rido, sambil mengucek ngucek rambut Hania.
" ya udah masuk sana aku liat dari sini, "ucap Rido dengan lembutnya.
Dan Hania beranjak dari hadapan Rido dan melambaikan tangan kemudian berjalan ke arah gang rumahnya.
Dan Rido beranjak pergi melaju motornya perlahan setelah melihat bayangan Hania sudah tak terlihat lagi.
__ADS_1