
Kemudian Aurelie menerima sebuah laporan kalau di dalam sebuah desa kecil yang terpencil, legenda kuntilanak telah hidup selama berabad-abad di desa itu.
Jiwa petualang Aurelie itu membara lagi, ia lalu berpamitan untuk meninggalkan kota Bayangan dan pergi ke desa terpencil itu, kebetulan Aurelie juga berencana untuk mencari saudara dari neneknya yang katanya masih hidup dan secara kebetulan ada di desa terpencil itu, dengan semangat yang baru, Aurelie pergi.
...----------------...
Langit sore yang cerah menggantung di atas desa kecil yang terpencil itu. Hujan baru saja berhenti dan bau tanah basah masih terasa di udara. Desa itu adalah tempat yang terasa seperti tengah waktu yang melambat, jauh dari gemerlap kota yang besar. Orang-orang yang tinggal di desa itu mengenal satu sama lain dengan sangat baik, dan sebuah legenda kuntilanak telah hidup selama berabad-abad di desa itu.
Aurelie, seorang wanita muda dengan mata cokelat yang tajam, melangkah perlahan di jalan setapak yang dilapisi batu menuju rumah tua saudara neneknya. Dia telah meninggalkan desa itu sejak ia masih sangat kecil, ia hanya ingat neneknya perna membawanya ke desa itu untuk menemui saudaranya. Setelah itu ia dan neneknya pergi mencari kehidupan di kota yang lebih besar sampai saat ini ia berpindah-pindah tempat dan tidak menetap sejak ia kehilangan neneknya untuk selamanya. Namun, ia tiba-tiba mengingat kalau neneknya mempunyai saudara. kemudian ia mencari tahu dan setelah mendapatkan informasi ia mendengar kalau kabar kesehatan saudara neneknya yang semakin memburuk hal itu juga telah memaksa Aurelie untuk kembali ke desa itu.
Ketika Aurelie mencapai pintu rumah saudara neneknya itu, dia menghela nafas lega. Pintu kayu yang usang terbuka lebar, dan cahaya hangat dari dalam menyambutnya. Neneknya, seorang wanita tua dengan rambut putih panjang yang terikat rapi, duduk di sebuah kursi goyang kayu di dekat jendela. Dia tersenyum lebar ketika melihat Aurelie.
"Aurelie, kamu sudah kembali, Nak!" kata nenek dengan suara lembut.
Aurelie tersenyum sambil mengangguk. "Iya, nenek. Aku datang untuk merawatmu."
Mereka menghabiskan sore itu dengan bercakap-cakap, mengenang kenangan lama dan berbagi cerita tentang apa yang terjadi selama Aurelie pergi. Neneknya juga menceritakan kisah-kisah kuntilanak yang selalu menghantui desa itu. Meskipun Aurelie awalnya menertawakan cerita-cerita itu, ada sesuatu dalam nada neneknya yang membuatnya merasa agak cemas.
Setelah makan malam, Aurelie berjalan menuju jendela kamarnya yang menghadap ke hutan yang gelap. Dia melihat pohon-pohon yang tinggi dan lebat, dan bulan yang muncul di langit. Sesuatu yang aneh terasa di udara, sebuah kehadiran yang tak terlihat.
Aurelie merenung, merasa bahwa kembalinya ke desa itu akan membawa lebih banyak misteri daripada yang dia duga. Dan dia belum tahu bahwa malam itu, takdirnya akan terpaut erat dengan kuntilanak dan rahasia yang telah lama terkubur di desa itu.
__ADS_1
...----------------...
Aurelie duduk di dekat jendela kamarnya, sementara ia duduk dan merenung ia merasa seolah-olah hutan terlarang itu terus memanggilnya. Hanya beberapa langkah dari rumah neneknya, pohon-pohon yang rimbun menandakan perbatasan antara dunia manusia dan dunia makhluk halus. Sementara itu rintihan angin malam terus berbisik lembut di telinganya, Aurelie merasa ada sesuatu yang tidak biasa di malam itu.
Saat dia mengamati bulan, cahaya yang menerangi jalan setapak hutan, dia mendengar langkah-langkah halus di luar jendela kamarnya. Suara itu seperti langkah kaki ringan di atas dedaunan kering. Aurelie tersentak dan merasa gugup, tetapi juga penasaran.
Dia perlahan berdiri dan meraih lentera yang diletakkan di meja di sebelahnya. Dengan hati-hati, Aurelie membuka pintu dan melangkah keluar ke teras rumah. Dia menyalakan lentera, cahaya kuningnya memecah gelap malam.
Di bawah cahaya lentera, Aurelie melihat sosok wanita tinggi berdiri di tengah jalan setapak hutan. Wanita itu memakai gaun putih yang anggun, tetapi wajahnya tertutup oleh rambut panjang yang mengalir menutupinya. Dia berdiri tegak, seolah-olah menunggu seseorang.
Aurelie berjalan mendekat, takut tapi tertarik. "Siapa kamu?" tanyanya dengan suara gemetar.
Aurelie mengikuti pandangan wanita itu dan melihat seruni merah berbunga besar yang tumbuh di dalam hutan terlarang. Seruni itu bercahaya di bawah sinar bulan, memancarkan keindahan yang luar biasa.
Kemudian, wanita misterius itu menghilang begitu saja, seolah-olah hanya sebentuk bayangan dalam malam. Aurelie berdiri di sana dengan lentera yang berkedip-kedip, hatinya berdebar kencang. Dia tahu bahwa malam itu akan menjadi awal dari petualangan yang tak terduga yang akan membawanya lebih dalam ke dalam misteri kuntilanak dan dunia yang selama ini hanya dia anggap sebagai legenda.
Aurelie yang baru saja kembali ke desa itu untuk mengunjungi neneknya, tanpa sengaja meresapi dunianya?
...----------------...
Aurelie yang tercengang berdiri di bawah cahaya lentera, memikirkan penampakan misterius tadi. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dalam seruni merah yang bersinar di hutan terlarang itu.
__ADS_1
"Apa hubungannya dengan wanita misterius tadi?"Gumam Aurelie.
Ketika Aurelie melangkah lebih dekat ke seruni itu, dia merasakan sesuatu yang aneh. Seruni itu tidak hanya sekadar tanaman biasa. Ketika dia menyentuh salah satu kelopak bunga yang indah itu, dia merasakan energi yang aneh, sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Aurelie tiba-tiba teringat cerita neneknya tentang kuntilanak.
"Mungkinkah ada hubungan antara seruni ini dan makhluk halus yang telah lama menghantui desa ini?"lagi-lagi gumam Aurelie.
Dalam kegelapan malam, Aurelie memutuskan untuk kembali ke rumah neneknya. Dia tidak bisa tidur dan terus merenungkan kejadian tadi.
"Apakah aku hanya bermimpi ataukah ini adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar?" Pikir Aurelie sepanjang malam.
Saat dia berbaring di ranjang tempat tidurnya, bulan purnama terang benderang di langit, dan hutan terlarang bersama dengan seruninya berpulang pada gelap malam. Aurelie tidak tahu bahwa kembalinya ke desa itu akan mengantarnya pada petualangan yang tak terduga, di mana batas antara mitos dan kenyataan mulai memudar.
Aurelie tertidur dalam ketidakpastian, tanpa tahu bahwa dunianya akan berubah secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.
Aurelie terbangun dalam cahaya pagi yang terang. Dia merasa pusing dan lelah setelah malam yang penuh dengan misteri. Mengingat kejadian semalam, dia memutuskan untuk memulai hari ini dengan mencari tahu lebih lanjut tentang seruni yang menggoda dirinya.
Setelah sarapan pagi bersama neneknya, Aurelie kembali ke hutan terlarang itu. Dia merasa tarikan yang kuat menuju seruni merah yang bersinar. Saat dia mendekati tanaman itu, dia melihat ada tanda-tanda tertentu di sekitarnya.
Bersambung...👉
__ADS_1