
Dalam gelapnya alam setan, sebuah persaingan yang ganas untuk merebut mahkota Neraka kini semakin memanas. Lucifer, sang penguasa, telah memutuskan untuk mengadakan ulang sebuah kompetisi untuk menentukan siapa yang akan menjadi permaisurinya. Para kandidat yang berambisi pun kin berkumpul kembali di istana mengerikan Lucifer, si penguasa kegelapan itu.
Istana itu terletak di tengah daratan neraka yang dipenuhi oleh lava mendidih dan pohon-pohon yang terbakar abu-abu. Api biru menyala dan asap hitam melingkupi istana itu, menciptakan suasana yang menakutkan dan di luar tembok istana, terdapat lautan api yang menggelora, dan setan-setan jahat berkeliaran dengan wajah-wajah yang penuh dengan kekejaman.
Kandidat-kandidat yang datang dari berbagai sudut Neraka berkumpul di aula besar istana neraka, dan mereka mengenakan pakaian serba hitam yang mengkilap, dengan mata yang memancarkan niat jahat. Setiap kandidat memiliki kekuatan unik mereka sendiri dan siap untuk digunakan demi mencapai tujuan mereka yang gelap.
Lucifer, yang duduk di atas takhta kegelapan, melihat dengan senyum penuh kepuasan ketika kandidat-kandidat itu saling beradu pandang. Dia tahu bahwa kompetisi itu akan membawa kerusuhan dan kekacauan ke dalam kerajaannya, tetapi dia menantikan momen ketika salah satu dari mereka akan berhasil merebut mahkota yang begitu didambakan itu.
Dalam kesunyian yang menakutkan, babak pertama persaingan antar sesama kandidat permaisuri Lucifer di neraka pun dimulai.
Aurelie melihat istana yang tadinya megah kini berubah dalam sekejap menjadi mengerikan. Lalu tiba-tiba sebuah Cahaya kecil terlihat di pandangannya, cahaya itu mengelilingi Aurelie dan ia menghilang dari neraka. Lucifer melihat hal itu dan berkata.
"Sampai jumpa lagi calon permaisuriku, suatu saat kita akan bertemu lagi! Itu pasti!" ucapnya dengan tatapan penuh misteri.
...----------------...
Di rumah sakit, tangan Aurelie tiba-tiba bergerak, Boy melihat hal itu sangat senang dan segera memanggil perawat dan dokter.
Dokter segera memeriksa kondisi Aurelie.
"Bagaimana kondisinya dokter?" tanya Boy.
"Gadis ini telah melewati masa kritisnya." ucap dokter Alam.
"Alhamdulillah...!!" Kata Boy dengan perasaan lega.
Perlahan-lahan, Aurelie membuka matanya, wajah samar-samar terlihat di pandangannya hingga perlahan-lahan menjadi jelas.
"Hai nona, apa aku bisa melihat aku?" tanya boy.
__ADS_1
"Dimana aku?" Tanya Aurelie.
"Sekarang mau ada di rumah sakit. Aku Boy yang bertanggung jawab atas kejadian 3 hari yang lalu." kata Boy.
" 3 hari yang lalu?" ucap Aurelie.
"Ia, kau pingsan selama tiga hari penuh dan itu membuat aku sangat khawatir." Kata Boy.
"Tapi disana berada selama berminggu-minggu, dan kau bilang aku tidur selama tiga hari saja?" kata Aurelie.
"Apa yang kau bicarakan?" Boy tidak mengerti.
Dokter kemudian memeriksa Aurelie lagi.
"Dia akan baik-baik saja,besok dia sudah bisa kembali ke rumahnya.
"Alhamdulillah..." ucap Boy sekali lagi.
"Nona, aku akan kembali malam nanti, aku harus mengurus sesuatu dulu, beristirahatlah. Suster aku titip nona ini, tolong jaga dia selama aku pergi." kata Boy dan kemudian pergi.
Perawat itu mengangguk dan kemudian tertidur. Setelah ruangan itu kosong, perawat itu tiba-tiba berubah dan menjadi setan mengerikan dengan senyum mengerikan di wajahnya kemudian ia menghilang dalam sekejap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat babak pertama dimulai, sebuah ketegangan mencekam mengisi aula besar istana neraka. Para kandidat-kandidat permaisuri Lucifer yang berada di sana masing-masing merasa tertekan oleh aura kegelapan yang menyelimuti ruangan itu. Mereka tahu bahwa satu langkah salah bisa berarti kematian atau penghancuran yang tak terbayangkan.
"Apa yang terjadi padaku, bukankah tadi aku ada di rumah sakit? Itulah kenapa aku benci tidur. Oh dewa, jika aku menutup mataku aku berada di dunia bawah yang mengerikan ini, bolehkah jika aku tidak pernah tidur atau menutup mata?" Gumam Aurelie.
Tiba-tiba, sebuah cahaya kecil bersinar di depan Aurelie.
__ADS_1
"Kau harus lihat ini, ku ijinkan kau mengalami semua ini, tapi tidak sekali-kali ada yang bisa merenggut nyawamu jika itu bukan kehendak dariku. Kau harus lihat ini, inilah yang terjadi jika kau menjadi permaisuri iblis itu." ucap Cahaya kecil yang bersinar di depannya.
Mendengar itu, Aurelie mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia mengerti.
"Mereka ku ijinkan melakukan hal apapun kepadamu, tapi sekali-kali mereka tidak akan bisa mengambil nyawamu." kata cahaya kecil yang bersinar di depannya.
...----------------...
Lucifer, dengan tatapannya yang tajam, memberikan peraturan bagi persaingan ini. Mereka harus melewati serangkaian ujian yang tak terduga dan sangat berbahaya. Hanya yang terkuat, paling cerdik, dan yang paling licik yang akan berhasil melewati tantangan itu.
Babak pertama adalah ujian kekuatan fisik. Lantai aula tiba-tiba berubah menjadi lapisan tipis batu bara yang terbakar. Kandidat-kandidat, dengan kekuatan mereka yang luar biasa, harus berduel satu sama lain. Api membubung tinggi saat pertarungan mereka memuncak. Beelzebub, dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, berhasil mengalahkan beberapa pesaingnya dalam pertarungan yang hebat.
Dalam babak pertama yang penuh dengan tantangan ini, persaingan antar kandidat permaisuri Lucifer telah resmi dimulai. Setan-setan kuat ini akan bersaing untuk menguasai Neraka, dan masa depan yang gelap dan penuh intrik pun terbentang di depan mereka.
Lucifer tersenyum puas melihat betapa bergairahnya persaingan ini. Kandidat-kandidatnya, yang masing-masing memiliki kekuatan unik mereka sendiri, terus berusaha untuk menonjol.
...----------------...
Dalam aula besar yang mendebarkan itu, setelah melewati ujian-ujiannya, kandidat-kandidat permaisuri Lucifer akhirnya duduk bersila dalam suasana yang tegang. Mereka merenung tentang perjalanan mereka yang berbahaya dan persaingan yang terus memanas.
Lucifer, dari takhtanya yang mengkilat, bangkit berdiri. Ekspresinya tetap tak terbaca, namun kehadirannya saja sudah cukup untuk memenuhi ruangan dengan aura kegelapan yang lebih dalam. Dalam bahasa yang dingin dan tegas, dia mengumumkan bahwa babak selanjutnya akan menjadi ujian terberat yang akan menguji kesetiaan, keberanian dan kelayakan mereka mendapatkan mahkota permaisuri Lucifer.
Babak selanjutnya adalah ujian emosi. Selama ujian itu, terungkaplah luka-luka batin yang tersembunyi dari masa lalu kandidat-kandidat tersebut.
Ujian itu membuat emosi mereka tercampur aduk.
Seiring babak selanjutnya terus berlanjut, Lucifer tersenyum dalam kepuasan jahatnya. Persaingan mereka telah mencapai puncak intensitasnya, dan kandidat-kandidat tersebut telah teruji hingga batas kemampuan mereka. Namun, perjalanan menuju mahkota Neraka yang begitu didambakan masih jauh dari selesai. Ruangan yang sebelumnya penuh dengan ketegangan kini terasa lebih hening, seolah-olah setan-setan itu telah menemukan kedamaian sesaat dalam kesunyian gelap.
Lucifer, yang masih duduk di takhtanya, kini memandang kandidat-kandidatnya dengan tatapan yang lebih terbuka.
__ADS_1
Bersambung...👉