
Beberapa bulan telah berlalu sejak kemenangan mereka melawan kekuatan gelap di kota kecil Redwood. Kota itu kini telah pulih sepenuhnya dan terus berlanjut dengan kehidupan sehari-harinya. Aurelie kini berencana untuk pergi dan melanjutkan perjalanannya yang tak tentu kemana ia akan pergi. Ia lalu tiba di sebuah desa terpencil.
Malam itu, langit terbungkus dalam kegelapan, dan hujan gerimis turun dengan lembut, menciptakan suasana yang gelap dan mencekam. Aurelie, berdiri di depan rumah tua yang sudah terbengkalai selama bertahun-tahun. Rumah itu dikenal sebagai rumah terkutuk di desa kecil yang terpencil itu. Sejumlah cerita mengerikan telah mengelilingi bangunan itu, dan Aurelie telah mendengar kabar tentang kehadiran hantu paling menyeramkan yang pernah ada di sana.
Aurelie memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang rumor yang beredar itu, dan kebetulan ia juga belum menemukan tempat tinggal untuk sementara waktu, ia lalu memasuki rumah tua itu dengan langkah berhati-hati, meskipun rasa ketakutan yang mendalam menghantuinya dan suara-suara hujan yang mengetuk jendela dan angin yang melolong di antara celah-celah bangunan membuat atmosfer di sekelilingnya semakin mencekam dan menyeramkan.
Aurelie memulai pencariannya di dalam rumah yang terasa dingin dan lembab itu dan ia mulai merasakan kehadiran yang ganjil, seolah-olah mata tak kasat mata sedang mengawasinya. Suara-suara aneh bergema di ruangan gelap itu, membuatnya semakin merinding.
Aurelie mulai menyusuri setiap lorong dan kamar di rumah tua itu, mencari tanda-tanda aktivitas paranormal. Sementara ia bergerak mendalam ke dalam rumah, hantu yang tak terlihat mulai menampakkan diri. Bayangan-bayangan pucat dan gemetar melewati lorong-lorong rumah tua itu, seakan-akan mencoba untuk berkomunikasi dengan dunia yang masih hidup.
Namun, yang paling menyeramkan adalah saat Aurelie melihat bayangan wajah-wajah yang muncul dalam kilatan cahaya lilin yang ia bawa. Wajah-wajah itu dipenuhi ekspresi penderitaan dan kebingungan yang tak terlupakan. Ia tampak terjebak dalam waktu, terjebak di antara kisah-kisah mengerikan yang telah menghantui rumah itu selama bertahun-tahun.
Aurelie tahu bahwa ini hanya permulaan, dan tantangan yang lebih besar menunggunya, Hantu yang menghuni rumah itu semakin aktif, dan Aurelie harus mencari tahu sejarah dan rahasia rumah itu sebelum terlambat.
Aurelie terus menyelidiki ruang demi ruang dalam rumah terkutuk tersebut dan ia merasakan tekanan yang semakin besar, ekspresi ketakutan mulai terlihat di wajah Aurelie saat ia mendengar suara-suara aneh yang datang dari dalam dinding dan lantai yang semakin membingungkan.
Tiba-tiba, dalam sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar tidur, Aurelie merasakan seperti ada kehadiran yang sangat kuat dan Ia merasakan sentuhan dingin yang mengelus lengannya dan ia mulai merinding. Aurelie segera beralih ke kilatan cahaya senter, dan di sudut kamar, ia melihat sosok hantu yang tak terlupakan.
__ADS_1
Hantu itu adalah seorang wanita dengan gaun putih kuno yang lusuh, wajahnya penuh luka dan pucat. Matanya tampak kehilangan harapan, dan ia mengambang di udara tanpa berat. Hantu itu mencoba berbicara, tetapi hanya suara-suara gemetaran yang bisa terdengar.
Aurelie bertanya dengan lembut, "Siapakah Anda? Mengapa Anda di sini?"
Hantu itu, dengan susah payah, mengungkapkan bahwa ia adalah ibu dari keluarga yang pernah tinggal di rumah itu. Ia memberitahu bahwa mereka datang ke sini dengan harapan memulai hidup baru, tetapi rumah itu mengubah hidup mereka menjadi mimpi buruk yang tak berkesudahan. Ibu itu menceritakan kisah kehilangan anak-anaknya dan kematian tragis yang mereka alami.
Aurelie mendengarkan dengan hati-hati, sedih oleh cerita tragis itu dan ia mulai memahami bahwa hantu-hantu itu sebenarnya adalah jiwa-jiwa yang terluka dan terjebak dalam waktu. Mereka merindukan ketenangan dan pembebasan dari kutukan rumah terkutuk itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ia mencatat semua yang dia dengar dari hantu ibu tersebut dan Ia ingin mencari tahu lebih banyak tentang keluarga tersebut, tentang apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu, dan apakah ada cara untuk mengakhiri kutukan yang telah menyiksa rumah itu.
Seiring malam semakin larut, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah terkutuk itu dan pergi mencari tempat untuk menginap. Ia tahu bahwa perjalanannya yang baru itu baru saja dimulai, dan bahwa ia harus menyelidiki lebih lanjut untuk memahami sisi gelap rumah yang menghantui itu.
Ketika ia meninggalkan rumah tua itu, hujan gerimis masih turun dengan lembut, seolah-olah alam sendiri ikut merasakan ketakutannya.
Setelah ia mendapatkan rumah penginapan , Aurelie merasa terusik oleh pengalaman yang baru saja ia alami di rumah terkutuk itu. Ia duduk di ruang tamu, duduk di sekitar meja bundar dan cahaya lilin menggantikan cahaya lampu yang tiba-tiba mati ketika ia berada di dalam rumah penginapan tersebut.
__ADS_1
Aurelie mulai berbicara sendiri.
"Aku telah menemui sesuatu yang jauh lebih kuat daripada yang aku bayangkan dan hantu-hantu yang menghuni rumah itu bukan hanya sekedar roh-roh tanpa wajah, tapi mereka adalah jiwa-jiwa yang telah menderita selama bertahun-tahun dan terjebak dalam kenangan yang mengerikan." katanya.
lalu ia mengangguk-angguk seperti setuju, tetapi ekspresi kebingungan juga menghiasi wajahnya.
"Sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak tentang sejarah keluarga yang tinggal di rumah tua itu dan mengapa rumah itu menjadi terkutuk. Aku merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka menemukan kedamaian." lagi-lagi kata Aurelie berbicara sendiri.
Ia mencoba untuk berkomunikasi dengan hantu-hantu di rumah terkutuk tersebut. Aurelie tahu bahwa tantangan yang lebih besar sedang menunggunya dan ia tidak bisa mundur lagi sekarang.
Dengan tekad yang kuat, ia kembali ke rumah terkutuk itu di malam berikutnya dan siap untuk mengungkap rahasia gelap yang menghantui rumah itu selama bertahun-tahun.
Ketika Aurelie kembali ke rumah terkutuk itu pada malam berikutnya, kegelapan menyelimuti bangunan dan angin bertiup dengan lebih keras, menciptakan suara-suara mengerikan yang membuat bulu kuduk Aurelie merinding. Ia memasuki rumah dengan hati-hati, senter dan peralatan paranormal siap digunakan.
Kali ini, hantu-hantu di rumah itu seakan-akan menyambut kedatangan Aurelie. Aurelie mulai berkomunikasi dengan roh-roh yang terjebak di rumah tua itu. Ia menanyakan pertanyaan dan mencoba memahami lebih dalam tentang pengalaman yang pernah dialami oleh keluarga yang dulu tinggal di rumah itu.
Bersambung...👉
__ADS_1