ALAM MAUT

ALAM MAUT
Aurelie dan Misteri Asrama Melatih


__ADS_3

[Angin topan kini telah melanda negeri ini. Dan pemerintah mengeluarkan peringatan siaga topan nasional. Hujan lebat mengguyur beberapa daerah disertai angin kencang. Topan diperkirakan akan menyebabkan kerusakan berat. Mohon bersiap meminimalkan potensi kerusakan.]


Semua stasiun televisi menyiarkan secara langsung kondisi cuaca yang terjadi.


...----------------...


Aurelie merasa tidak nyaman lagi tinggal di apartemen Pelangi itu. Sejak kasus penemuan kerangka mayat itu, hari-harinya selalu di dihantui oleh penghuni kamar apartemen sebelumnya. Hal tersebut membuat Aurelie tidak lagi fokus dalam kariernya sebagai seorang guru.


Pada akhirnya, Aurelie harus kehilangan pekerjaannya sebagai guru. Karena menganggur cukup lama, keuangan Aurelie mulai memburuk. Aurelie kemudian mencari pekerjaan di sebagai tempat yang berbeda dari pekerjaannya yang sebelumnya.


Kemudian ia menemukan pekerjaan baru sebagai seorang novelis. Untuk memulai kehidupan barunya ia harus meninggalkan kota Towe dan pergi ke pusat kota City Land. Jarak dari kota Towe ke City Land hanya ditempuh sekitar 2 jam saja.


...----------------...


[Para penumpang sebentar lagi kita sampai di terminal. Pastikan semua barang bawaan anda tidak ada yang tertinggal saat bus berhenti.]


Ditengah hujan deras Aurelie tiba di terminal kota dengan mengendarai Bus City Land express.


Aurelie adalah seorang calon novelis baru. Aurelie datang ke City Land sebab mendapat pekerjaan baru di pusat kota tersebut. Aurelie kini hidup sederhana. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat Aurelie tidak bisa leluasa memilih tempat tinggal karena terbatas biaya. Aurelie kemudian mendapatkan tempat tinggal yang sesuai dengan dana miliknya.


Aurelie tiba didepan sebuah asrama. Sebelumnya, Aurelie telah menelfon pemilik asrama itu. Aurelia merasa tidak akan sanggup tinggal di asrama itu, namun kondisi keuangannya sedang buruk. Aurelie akhirnya masuk ke dalam asrama itu yang kurang lebih memiliki hampir 500 kamar kost. Kemudian ia naik ke lantai 2 asrama itu.


"Tampaknya asrama ini tidak berpenghuni." Kata Aurelie dalam hati.


"Apa anda wanita yang menelfon tadi?" Tanya seorang wanita.


"Ya, itu benar. Saya Aurelie yang tadi menelfon." Jawab Aurelie.


"Pasti sulit menanjak kesini." Kata wanita itu.


"Maaf karena aku datang agak kemalaman." jawab Aurelie.


Tidak apa-apa tempat ini lumayan terpencil. Wajar kalau orang baru bingung. Aku pemilik kost ini. Kau bisa panggil aku Bibi Dina." Kata pemilik asrama.


"Ah, aku melihat banyak sekali kamar disini. Tapi kenapa tampak asrama ini seperti tidak berpenghuni?" Tanya Aurelie.


"Semua orang sudah pindah, karena kawasan ini akan di tata ulang. Jadi kini sepi penduduk. Apa kau berencana akan tinggal lama disini?" Tanya bibi Dina.


"Tidak. Hanya sebentar saja." Jawab Aurelie.

__ADS_1


"Disini murah karena akan ada penataan ulang. Fasilitas di sini juga bagus. Demi kesehatan penghuni aku menyediakan telur gratis untuk para penghuni kost ini setiap harinya." Kata bibi Dina.


"Akan ada penataan ulang di sini, tapi kenapa kau memberi harga yang sangat murah untuk kamar ini?" Tanya Aurelie.


"Baiklah. aku tidak enak jika berbohong. Sejujurnya, penghuni kost ini sebelumnya meninggal karena bunuh diri." Kata bibi Dina.


"Apa?" Aurelie terkejut.


"Tapi penghuni kamar ini, tidak mati dikamar ini. Aku jujur karena kau tidak mau berbisnis dengan cara mengelabui mu. Kau pasti bukan orang sini." Kata bibi Dina.


"Aku dari kota Towe." jawab Aurelie.


"Apa kau seorang mahasiswa?" Tanya bibi Dina.


"Bukan, aku seorang karyawan." Jawab Aurelie.


"Sungguh? Wajahmu sangat awet muda. Aku kira kau masih seorang mahasiswa." Kata bibi Dina.


Aurelie keluar dari kamar kost itu dan tidak sengaja menabrak penghuni kamar kost lainnya.


"Hey kau, jangan menghalangi jalan. Gerah tau!" Kata penghuni kost lainnya.


Aurelie memperhatikan lorong-lorong kamar kost itu, semuanya tampak mengerikan baginya.


Tempat tinggal Aurelie bernama Asrama Melati. Aurelie memilih tinggal di asrama melatih, karena biaya sewanya yang sangat murah. Tampilan dari asrama Melatih tentu saja jauh dari kata mewah. Asrama Melatih lusuh dan kumuh. Para penghuni harus berbagi dapur dan kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena tidak ada pilihan lain, dan dana Aurelie sedang buruk. Aurelie terpaksa harus tinggal di asrama itu. Melihat Aurelie yang tampak tidak nyaman, bibi Dina kemudian menemaninya sebentar membuatkan Aurelie segelas teh, lalu bibi Dina mencoba menenangkan Aurelie.


"Semua penghuni yang masih ada di sini semuanya baik, kecuali pria yang tadi.


"Begitu ya?" Kata Aurelie.


"Semoga kau bisa terbiasa disini. Kamar mandi dan dapur adalah fasilitas bersama. Semoga kita bisa akrab." Kata bibi Dina.


"Begitulah harapanku." Kata Aurelie.


"Kamarmu nomor 660, ini kunci kamarmu dan kunci cadangannya, jangan dihilangkan." Kata bibi Dina.

__ADS_1


"Baik bibi Dina, kalau begitu aku akan pergi kemar dulu sekalian untuk beberes disana." Kata Aurelie pamit.


Aurelie berjalan melewati setiap lorong yang remang-remang dan sepi itu. Kemudian ia berhenti didepan kamar nomor 660. Saat hendak membuka pintu kamar itu, penghuni kamar sebelah keluar dan menatap Aurelie dengan tatapan tajam.


seorang pria dengan kacamata menatap Aurelie tanpa mengatakan apapun. Pria itu hanya melihat Aurelie saja. Aurelie mencoba bersikap normal lalu menyapa pria itu.


"Halo, maaf apa ada yang mau kau sampaikan?" Tanya Aurelie pada pria itu yang terus menerus memandangi Aurelie.


Tampa memberi jawaban pada Aurelie, pria itu masuk kembali kekamarnya dan menutup pintu kamar kostnya.


Lalu muncul penghuni kamar kost lainnya sambil terus tertawa.


"Hihihihi, itu bukan kamarmu. Kamarmu yang ini, nomor 660 kan?" Katanya sambil tertawa-tawa.


Aurelie menyadari kalau ia salah kamar, kemudian segera pindah kekamar sebelah.


"Maaf, apa kau penghuni kost ini juga? Aku Aurelie, aku akan tinggal disini mulai sekarang." Kata Aurelie.


orang itu tidak juga menjawab atau mengatakan apapun, dia langsung pergi dan berjalan sambil terus tertawa kemudian masuk ke dalam kamar kostnya.


"Ada apa dengan orang-orang itu?" Pikir Aurelie.


Aurelie kemudian masuk kedalam kamar kostnya. Saat ia masuk, penghuni kamar sebelahnya pria berkacamata itu, keluar dan mengintip dari balik pintu kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Memilih tempat tinggal, baik rumah, apartemen atau kost harus dipertimbangkan baik-baik. Pasalnya si sana lah kita akan tinggal, beristirahat dan melakukan hal-hal besar lain yang siapa tahu bisa mengubah dunia. Salah-salah memilih tempat tinggal, kita tidak akan betah.


Tanpa disadari oleh Aurelie, kehidupannya di asrama akan berjalan lebih berat dari sebelumnya. Bangunan asrama yang jelek dan pantas disebut tidak layak huni lagi bukan satu-satunya penderitaan Aurelie. Hal yang paling membuatnya tidak betah tinggal di Asrama melatih adalah dia bertetangga dengan orang-orang aneh, misterius dan psikopat.


Tetangga-tetangga aneh tersebut lama-lama mulai mengganggu kehidupan Aurelie. Gangguan yang diberikan cukup bermacam-macam, dari mulai yang sepele hingga gangguan yang dapat mengancam nyawanya.


Salah satu tetangga Aurelie yang cukup aneh dan misterius adalah Dimas. Dimas merupakan seorang dokter gigi dengan perangai dingin, pendiam serta penuh misteri. Dia membuka praktik tidak jauh dari asrama Melatih. Sayang wajahnya yang tampan tidak bisa menutupi sisi gelap yang ada pada dirinya.


Bagaimana kehidupan Aurelie di asrama melatih? Apakah dia dapat bertahan dari gangguan para penghuni lain serta apa yang akan dimas lakukan padanya?


Pernah membayangkan memiliki tetangga satu kost yang aneh-aneh? Perilaku serta tampilannya penuh misteri dan meneror hingga membuat kost bagai neraka? Tidak perlu membayangkan karena kalian cukup duduk manis saja dan lanjut baca ke episode selanjutnya ya?


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2