ALAM MAUT

ALAM MAUT
Misi Berbahaya


__ADS_3

Dalam perjalanannya mereka terus membahas soal patung Budha terkutuk dan masalah-masalah yang timbul akibat roh-roh Jahat itu.


"Kalian melihatnya bukan?" ucap Aurelie.


"Jangan mempercayai siapapun di luar mobil ini, walaupun itu pada polisi, mengerti?" Kata Ikel.


"Jadi semua keanehan dan bencana ini, semua karena patung Buddha berhantu itu?" ucap detektif Yano.


"Ya, sepertinya begitu." Jawab Ikel.


"Keadaan yang terjadi di balai kota lebih mengerikan dari ini." kata Aurelie gemetaran.


"Hal itu disebabkan karena, mereka mengeluarkan sesuatu yang seharusnya tidak pernah keluar. Roh jahat yang tinggal di dalam patung Buddha terkutuk itu tidaklah sederhana. Roh itu menyusup ke dalam hati setiap orang dan membangkitkan kenangan paling menyakitkan, benda apapun bisa di rasuki oleh roh-roh Jahat itu juga." kata Profesor Ikel.


Kekacauan semakin menjadi di balai kota, dan di lobi balai kota tempat dimana kotak kaca yang menyimpan patung Buddha raksasa itu. Kotak kaca itu kini telah hancur dan patung Buddha raksasa terkutuk itu kini terlihat jelas. Satu persatu orang-orang di lobi itu mulai kerasukan dan saling menyerang satu sama lain.


Aurelie dan yang lainnya sedang dalam perjalanan kembali ke Balai kota dimana patung terkutuk itu di simpan untuk menghentikan kehancuran kota.


...----------------...


Balai kota dan sekitarnya kini diselimuti oleh kegelapan, manusia hidup dalam ketakutan akibat kehadiran iblis yang mengerikan. kota kini telah hancur, dan harapan semakin memudar.


Aurelie, profesor Ikel sang ahli misteri, detektif Yano bersama para biksu harus bersatu, menghadapi ketakutan dan keraguan, serta menemukan kekuatan dalam persatuan mereka untuk menyelamatkan kota dari cengkraman iblis jahat yang kini merajalela tersebut.


 Roh-roh jahat memasuki dunia manusia dan menimbulkan kekacauan di balai kota dan sekitarnya. Mereka tahu bahwa mereka harus bekerja sama untuk mencari cara untuk mengatasi ancaman tersebut.


Kakek Suryo kepala dari para biksu dengan pengetahuannya tentang sejarah dan tradisi, memberikan wawasan yang berharga. Dia menjelaskan bahwa ada sebuah upacara kuno yang harus digunakan untuk menjaga keseimbangan dengan kekuatan patung terkutuk tersebut. Upacara itu harus melibatkan doa-doa khusus, persembahan, dan ritual tertentu yang dilakukan oleh penduduk yang terpilih dan seluruh biksu.


Aurelie, Ikel dan Detektif Yano bersama dengan para warga yang terpilih dan seluruh biksu, memutuskan untuk menghidupkan kembali upacara tersebut sebagai cara untuk mendamaikan kekuatan Patung Budha. Namun, mereka menyadari bahwa mereka harus melakukan persiapan yang sangat hati-hati dan mengumpulkan semua kekuatan para biksu terlebih dahulu dan pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan upacara tersebut dengan benar.


...----------------...

__ADS_1


"Kita sekarang telah ada di sekitar Balai kota." kata profesor Ikel sang ahli misteri.


"Kita harus bergegas!" ucap detektif Yano.


Saat dalam ketegangan yang semakin memuncak, telefon profesor Ikel berdering.


[Biksu Joy menelepon]


profesor Ikel mengangkat telepon dari biksu Joy dan menyalakan speaker.


"Aku menemukan cara." kata biksu Joy.


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Ikel.


"Pertama, kalian harus menyegel patung Buddha terkutuk itu dengan mata yang tertutup." Ucap biksu Joy.


"menyegel patung itu dengan mata yang tertutup?" kata Ikel.


"Lalu?" tanya Ikel.


"Kau harus mengucapkan mantra dalam bahasa Tibet yang telah kau terjemahkan."Kata biksu Joy.


"Bahasa Tibet? Baiklah aku mengerti." ucap Ikel.


"Oke, kami akan menyiapkan mantar Buddha untuk melemahkan roh jahat itu, panggilan telepon ini jangan ditutup, biarkan terus hidup apapun yang terjadi dan kalian semua harus mendengarkannya." kata biksu Joy.


"Baiklah! Aku akan berusaha sebaik mungkin." kata Ikel.


"Semoga berhasil dan jaga diri kalian baik-baik." ucap biksu Joy.


Ikel melaju dengan cepat dan biksu Joy segera menyuruh biksu Jay untuk memerintahkan semua biksu berkumpul di ruang suci.

__ADS_1


"Biksu Jay, suruh semua orang-orang yang terpilih untuk datang ke ruang suci. Mari siapkan ritual Buddha untuk orang mati." perintah biksu Joy.


"Baik." jawab biksu Jay dan segera melaksanakan perintah Biksu Joy.


Kini Aurelie dan lainya telah masuk ke dalam balai kota.


"Pak, apa kalian semua sudah siap?" tanya Ikel pada para biksu.


"Ya, kami semua sudah siap." ucap biksu Joy.


Para biksu dan orang-orang terpilih kini telah memulai ritual di kuil ruang suci kuil.


Ritual Buddha untuk orang mati pun dimulai.


Mendengar ritual itu telah dimulai, Ikel dan lainnya pun bersiap untuk masuk ke lobi balai kota tempat patung Buddha raksasa yang terkutuk itu.


...----------------...


Ketika hari upacara tiba, Para biksu itu bersatu dalam doa dan persembahan. Para warga yang terpilih, mereka berharap bahwa dengan mengikuti ritual itu, mereka akan dapat memulihkan keseimbangan alam semesta dan menghentikan potensi bencana yang dapat terjadi akibat patung terkutuk itu.


Namun, ketika upacara dimulai, mereka menyadari bahwa mereka telah memasuki wilayah yang tidak mereka mengerti sepenuhnya. Energi yang terpancar dari Patung Budha di kuil sangat kuat seolah memberikan sinyal dan mereka merasakan bahwa mereka menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang mereka perkirakan. Dalam ketegangan yang memuncak, mereka berdoa dan berharap bahwa upacara ini akan berhasil dalam menjinakkan kekuatan misterius yang sedang terjadi di balai kota dan sekitarnya itu.


Keberhasilan upacara ritual dan rencana penyegelan kembali patung terkutuk itu oleh Aurelie dan timnya tersebut akan menentukan nasib kota, tetapi juga menghadirkan risiko yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa mereka.


Dalam ketegangan yang mencapai puncaknya, upacara ritual berlangsung dengan khidmat. masyarakat yang terpilih bersama para biksu bersatu Dalam doa, persembahan dan ritual-ritual itu untuk melemahkan kekuatan roh jahat yang kini sedang merajalela di balai kota dan sekitarnya itu, Aurelie dan timnya berusaha sekuat tenaga mereka untuk menyegel patung terkutuk itu dengan bantuan dari doa-doa yang tengah berlangsung di ruang suci kuil.


Saat mereka lelah Aurelie dan timnya mulai merasa keanehan terjadi dalam tubuh mereka, saat mereka bertarung melawan roh jahat seringkali mereka mendapati diri mereka telah berhasil di rasuki oleh roh-roh itu, namun kekuatan doa-doa di kuil suci kembali melemahkan kekuatan roh-roh jahat itu dan membebaskan mereka dari kutukan, mereka melanjutkan aksi mereka untuk menyegel patung itu, profesor Ikel ahli misteri dengan cepat menulis mantra-mantra sambil mengucapkannya di depan patung itu dengan mata yang tertutup di bantu doa-doa yang di panjatkan oleh parah biksu.


Namun, tiba-tiba, suasana berubah. Gempa bumi yang lebih kuat dari sebelumnya mengguncang balai kota dan juga kuil dimana para biksu melakukan ritual itu. Mereka berjuang untuk tetap berdiri, dan Aurelie, profesor Ikel dan Detektif Yano juga tidak luput dari getaran kuat tersebut.


Bersambung...πŸ‘‰

__ADS_1


__ADS_2