ALAM MAUT

ALAM MAUT
Tetangga Psikopat Sekaligus Seorang Kanibal


__ADS_3

Bibi Dina terlihat sangat serius memasak di dapur untuk para penghuni kostnya.


Ia mulai tertawa aneh, saat ia memasukan seloyang daging ke dalam panci, itu adalah daging-daging manusia yang diolahnya menjadi sebuah makanan.


Kemudian mereka segera membereskan mayat pak Ronal yang sudah dimutilasi itu, sebelum di kuburkan di hutan.


"Satu, dua , tiga.." Kata Jojo.


"Diam kau, nanti penghuni kamar lain bangun." Tegur Cecep.


"Hati-hatilah, bereskan dengan benar dan cepat ya?" Pinta bibi Dina yang adalah pemilik asrama melatih.


"Aku sudah tidak sabar." Kata Jojo kegelian.


"Tenanglah! Nanti yang lain bangun." Tegur Jono.


"Jangan main-main." Kata Bibi Dina.


"Jangan khawatir ibu kost." Jawab Jojo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aurelie baru saja akan masuk ke dalam asrama melatih. Tidak Sengaja ia melihat si kembar Jono dan Jojo sedang mengangkat karung besar. Namun karena Aurelie berpikir mereka aneh dan sedikit gila dia tidak mengira kalau yang ada di dalam karung itu adalah tubuh manusia yang sudah dimutilasi. Aurelie mengabaikan mereka dan terus berjalan masuk ke dalam asrama melatih itu.


"Itu si kembar? Sedang apa mereka malam-malam larut begini?" Pikir Aurelie.


Namun sejenak ia berpikiran aneh, melihat tingkah laku si kembar itu yang berusaha mengangkat karung itu masuk di dalam bagasi mobil.


"Tunggu sebentar, apa isi karung itu?" Pikir Aurelie.


Aurelie memberanikan diri membuntuti si kembar itu.


Saat sedang mengikuti si kembar, tanpa disadarinya Dimas telah berdiri dibelakangnya.


"Sedang apa kau disitu? Ah itu si kembar ya!" Kata Dimas.


"Ah iya, aku melihat mereka saat aku dalam perjalanan pulang tadi." Jawab Aurelie gugup.


Aurelie semakin tidak nyaman dengan perilaku Dimas yang terus menerus mengamati dirinya. Ketika dia berjalan-jalan di kompleks perumahan, dia merasa selalu diawasi. Suatu hari, ketika dia kembali dari supermarket, dia melihat bayangan seseorang bergerak di balik lorong dan ia sangat yakin bahwa itu adalah para penghuni kost lainnya dan juga Dimas yang mengawasi setiap gerak-geriknya.


Kemudian, Dimas segera menghampiri si kembar untuk menghilangkan kecurigaan dari Aurelie.


"Hey, teman-teman, sedang apa kalian disini?" Tanya Dimas.


"Halo, pak dokter Dimas." Jawab Jono.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini." lagi-lagi tanya Dimas sambil mengedipkan mata.


"Ah, itu bibi Dina menyuruh kami membuang sampah ini sebagai ganti kami tinggal gratis di kostnya hihihi..." Jawab Jojo.


"Kami membantunya beres-beres rumah." Jawab Jono.


"Oh, ku kira kalian membuang Mayat." Kata Aurelie.


"Benarkah?" Tanya Dimas.


"Kenapa kalian membuang sampah disini?" Tanya Dimas lagi sebab Aurelie berjalan kearah mereka bertiga.


"Ah, bibi Dina meminta kami membuangnya di tempat yang tidak ada CCTV." Jawab Jono panik melihat Aurelie mendekati karung itu.


Aurelie merasa semakin tertekan oleh suasana misterius di sekitarnya.


"Itu noda hitam itu apa?" Tanya Dimas pura-pura demi menghilangkan kecurigaan Aurelie yang tau kalau dalam karung itu adalah potongan-potongan tubuh Manusia yang adalah Ronal tetangga kost Aurelie.


"Itu seperti noda darah." Kata Aurelie.


Aurelie ingin mengumpulkan lebih banyak bukti tentang perilaku aneh si kembar, dia merasa semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sangat tidak beres. Namun, dia juga merasa terjebak di tengah-tengah situasi yang semakin rumit. Dan tanpa diketahui oleh Aurelie yang sebenarnya adalah si kembar adalah tangan-tangan dari dokter ganteng itu yang tidak lain adalah Dimas.


"Astaga, ini sampah makanan, jadi air kotornya merembes hihihi..."Jawab Jojo cekikikan.


Aurelie mulai merasa semakin terjebak dalam misteri yang mengelilingi para tetangga-tetangga kostnya itu. Dia merasa kesulitan membedakan antara fakta dan bukan yang saat ini sedang berkembang dalam pikirannya itu. Dia merasa harus mengetahui isi sebenarnya dari dalam karung itu untuk menghilangkan kecurigaannya. Hal itu dikarenakan ia sering merasa gelisah dan terganggu oleh kehadiran para tetangganya yang misterius itu.


Jono merasa tertekan, sedangkan Dimas mengeluarkan senyum aneh dan misterius dari bibirnya sambil memandangi Aurelie yang penuh penasaran itu.


"Hey kau Jono, Bukalah Karung itu." Kata Dimas.


"Cepat buka karungnya, jika tidak aku akan lapor polisi." Kata Aurelie yang merasa di bantu oleh Dimas.


"Silakan kau buka sendiri, jika kau penasaran!" Jono menyerahkan sebilah pisau pada Aurelie.


Aurelie mengambil pisau itu lalu Membuka ikatan dari karung tersebut. Baru saja terbuka sedikit, Aurelie sudah terlempar jauh karena terkejut yang luar biasa melihatnya. Jojo tertawa semakin menjadi-jadi melihat Aurelie.


Dimas kemudian melihat isi karung itu dan mencoba mencairkan suasana.


"Hey kembar, kalian jangan buang bangkai kucing disekitar sini." Kata Dimas.


"Dia mati setelah kebanyakan makan racun tikus." Jawab Jono.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Dimas pada Aurelie.


"Astaga, kakiku gemetar." Jawab Aurelie.

__ADS_1


"Tunggu aku. Kamu takut, ya" tanya Dimas.


"Tidak. Aku baik-baik saja." Jawab Aurelie.


...----------------...


Dimas penuh dengan ekspresi aneh, campuran antara kemarahan dan kebingungan. Aurelie merasa jantungnya berdebar kencang, dan dia merasa seperti dia terperangkap dalam keadaan yang tidak bisa dia kendalikan.


Dimas langkah mendekat dan berseru, "Apa yang kau lakukan di sini?" Suaranya tajam dan mengandung ancaman yang sulit disembunyikan.


Karena Aurelie tidak memberikan jawaban, Dimas menawarkan Aurelie untuk singgah di klinik tempat ia praktek sebagai seorang dokter dan menawarkan teh hangat pada Aurelie.


"Tunggu sebentar." Kata Dimas sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kulkas.


"Apa ini?" Tanya Aurelie.


"Coba dan makan saja. Itu akan membuatmu menjadi lebih baik. Ibu kost yang memasaknya." Jawab Dimas.


Aurelie baru saja makan daging manusia yang dimasak oleh bibi Dina di dapur. Dimas memperhatikan Aurelie dengan penuh serius.


"Mungkinkah karena ini aku baru saja melihat bangkai tadi? Rasanya agak berbeda. Rasanya sangat aneh." kata Aurelie dalam hati.


"Rasanya tidak sesuai dengan selera ya?" Tanya Dimas.


"Ya, aku pikir juga begitu." Jawab Aurelie.


"Kamu tidak suka bagian yang ini ya?" Tanya Dimas.


"Apa?" Tanya Aurelie kembali sambil kebingungan.


"Aku punya bagian dari yang lain. Tunggu sebentar akan aku ambilkan." Kata Dimas sambil membuka kulkas.


"Tidak perlu, ini sudah larut. Kita habiskan tehnya saja, lalu tidur." jawab Aurelie.


"Aneh, padahal ini adalah daging yang berkualitas." Jawab Dimas, sambil memakan daging manusia itu yang telah diolah menjadi makanan.


Aurelie sangat terkejut melihat Dimas makan begitu lahap.


"Kenapa kau tertegun begitu? Apa kau pikir ini adalah daging manusia?" Tanya Dimas sambil tersenyum aneh.


Aurelie merasa jantungnya berdebar kencang, dan dia merasa seperti dia telah terperangkap dalam keadaan yang tidak bisa dia kendalikan.


Aurelie merasa benar-benar terjebak dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia mencoba mencari tahu cara untuk menyelamatkan diri dari situasi yang semakin mengancam ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2