
Sementara itu di kuil Budha, biksu Joy dan biksu Jay terus memantau mengenai patung Budha terkutuk itu.
"Biksu Joy, lihat ini. laporan berita mengatakan mereka menutup balai kota hari ini." kata biksu Jay sambil menunjukkan berita utama dari laptop.
"Menutup?" ucap biksu Joy sambil memutar video berita itu.
[Pemerintah mengatakan Balai kota dan area sekitarnya menjadi pusat area bencana nasional. Tempat hujan hitam turun. Menurut badan riset lingkungan nasional, hujan hitam mungkin mengandung komponen yang ada di senjata kimia. Komponen kimia dalam hujan itu tampak berkaitan dengan insiden fatal yang sedang terjadi.] Berita utama.
"Berikan belas kasihan." kata biksu Joy.
"Biksu Joy, lihat ini." kata biksu Jay sambil memperlihatkan foto patung Budha terkutuk yang telah di publikasikan di internet.
"Apaa?? Segelnya hilang? Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan sekarang!" Ucap biksu Joy terkejut.
...----------------...
Hujan hitam misterius turun sangat deras dan kembali mengguyur Balai kota City Land dan sekitarnya, awan hitam menutupi langit. Angin kencang berdesir di antara pepohonan yang berdiri tegak di sekitar Balai kota City Land dan sekitarnya, menciptakan suara seram yang menghantui dan sangat mencekam. Para penduduk dan masyarakat kota City Land sibuk menutup rapat pintu dan jendela rumah mereka, seperti yang selalu mereka lakukan ketika malam seperti telah tiba.
Di dalam Balai kota, khususnya di lobi balai kota yang dihiasi dengan lentera berwarna-warni, terdapat sebuah Kotak kaca yang menjulang tinggi ke atas dan di dalam kotak kaca itu, di ruang yang penuh dengan aroma dupa yang harum, berdiri Patung Budha terkutuk dan pembawa Bencana yang tidak di ketahui oleh para masyarakat dan pemerintah kota City Land. Mereka beranggapan kalau Patung Buddha yang di temukan tempo hari terkubur dalam di bawah tanah adalah sebuah harta Karun yang tidak ternilai harganya. Patung itu memiliki wajah tenang, tetapi mata patung Buddha itu terlihat seolah-olah menyimpan rahasia kuno yang tak terpecahkan.
Di kuil Buddha, biksu Joy dan biksu Jay selalu mencari cara untuk mengingatkan orang-orang agar menjauh dari patung itu, Namun, kesaksian mereka tidak di indahkan warga dan pemerintah, Gubernur balai kota memerintahkan untuk melarang kuil Budha khususnya biksu Joy dan biksu Jay untuk berhenti ikut campur dan menghentikan penyelidikan mereka mengenai patung Budha tersebut. Sejak patung itu di simpan di balai kota city land, bencana aneh dan misterius terus saja terjadi. Biksu Joy dan biksu Jay percaya bahwa patung tersebut adalah sumber malapetaka yang menghantui Kota City Land. Hal itu di karenakan penutup mata dari patung tersebut di pisahkan dari patung itu. Biksu Joy dan biksu Jay percaya jika penutup mata itu di pisahkan dari patung itu, hal itu akan mendatangkan bencana yang tak terduga kepada Balai kota City Land dan sekitarnya bahkan sampai kepada seluruh kota.
__ADS_1
Hujan semakin deras, membuat tatapan mata dari patung itu terlihat semakin aneh dan berbahaya. Petir menyambar di langit dan guntur menggema, menciptakan suasana yang begitu mencekam. Patung itu berdiri tegak di di dalam kotak kaca di lobi balai kota, dan mata patung Buddha itu terlihat seperti seolah-olah sedang mengawasi semua orang.
Seseorang mencoba menyentuh patung itu dan tanah di sekitarnya tiba-tiba bergetar dengan keras. Gempa bumi yang mengerikan pun melanda, dan mereka terjatuh ke tanah. Patung itu, bagaimanapun, tetap utuh, seolah-olah dilindungi oleh kekuatan yang tak terlihat.
Mereka menyadari bahwa mereka telah mengganggu sesuatu yang lebih besar daripada yang mereka bayangkan. Dalam kegelapan malam dan di hujan deras yang melanda kota dan sekitarnya, rasa takut mulai tumbuh di dalam hati semua orang yang ada di dalam lobi itu.
Orang-orang mulai saling menatap sama dengan yang lainnya dengan ekspresi campuran antara kebingungan dan juga ketakutan. Mereka merasakan kekuatan misterius yang tak terduga dari Patung Budha terkutuk dan pembawa Bencana itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERITA TERPOPULER HARI INI;
[Korban terus berjatuhan di Balai kota City Land dan sekitarnya. Pemerintah meneliti hubungan antara korban yang terus berjatuhan dengan hujan hitam misterius yang terjadi di balai kota City Land dan sekitarnya. Karena pengumuman resmi di tunda, para ahli mengatakan terdapat bahan kimia misterius di dalam hujan hitam misterius yang terjadi di balai kota City Land dan sekitarnya. Mereka berargumen itu mungkin serangan kimia oleh *******. Pemerintah sedang menunggu hasil tes bahan kimia dari hujan hitam misterius itu. Jika ternyata memang benar itu adalah serangan kimia, wilayah itu akan di asapi. Dan jika ternyata itu adalah virus mematikan maka balai kota City Land dan sekitarnya akan di blokir. Dianjurkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap berada di rumah.]
Suana sudah mencekam namun aksi gila salah satu pria di lobi balai kota itu tidak juga berhenti dan malah semakin menjadi-jadi.
"Ikat mereka semua, semua orang yang terkena badai hujan hitam itu, ikat mereka semua." teriak pria itu.
"Aku tidak kena hujan." kata salah satu warga yang juga terjebak di dalam lobi itu.
Namun gubernur balai kota tidak berani menantang pria itu selain menuruti perkataannya. Semua orang kini terikat sesuai dengan permintaan pria itu.
__ADS_1
Semua orang memberontak, kemudian pria itu mengambil sebuah tongkat besi dan memukuli meja.
"Kalian semua bisa diam, tidak?" kata pria itu.
"Kami tidak apa-apa!" kata semua orang.
"Teruskan berisik kalian jika kalian ingin mati." ucap pria itu mengancam.
Semua orang mengeluh dan menangis. Aurelie adalah satu dari mereka yang sekarang terikat itu. Aurelie terdiam membisu melihat semua orang yang bersamanya itu.
...----------------...
Situasi di luar gedung balai kota semakin mencekam. Korban terus berjatuhan, orang-orang yang telah di rasuki oleh roh-roh Jahat itu terus membunuh orang-orang dan mereka semua saling membunuh dengan cara yang kejam dan tidak biasa.
Terlihat dari kejauhan seorang pria yang dengan mesin pemeras berjalan sambil menebas semua orang yang ada di depannya. Balai kota City Land kini telah menjadi lautan darah Karena banyaknya mayat di mana-mana dan darah segar muncrat kemana-mana bagaikan hujan deras yang turun mengguyur kota.
Ditengah kepanikan dan ketakutan yang terjadi di dalam lobi balai kota di mana gubernur dan beberapa orang lainnya yang selamat untuk bersembunyi, Gubernur balai kota mencoba menenangkan orang-orang dan mengambil remote televisi.
"Kalian semuanya, mohon jangan panik bala bantuan sedang dalam perjalan. Mari kita menonton berita." kata gubernur wali kota sambil menghidupkan televisi.
Semua orang berkumpul dan menonton berita di televisi.
__ADS_1
[Kami akan melaporkan detailnya. Balai kota dan sekitarnya di nyatakan sebagai area bencana nasional, setelah hujan hitam misterius yang berkepanjangan beberapa hari terakhir.]
Bersambung...👉