
Detektif Yano mengirimkan pesan pada Aurelie dan setelah menerima pesan itu tanpa berlama-lama Aurelie berlari dengan sangat cepat ke arah mobil mereka.
"Astaga anak itu!" Detektif Yano menggelengkan kepalanya.
Detektif Yano segera membuka pintu mobil dan Aurelie masuk ke dalam mobil itu dan dengan cepat detektif Yano menutupi pintu mobil lagi.
Ikel melihat tangan Aurelie berdarah akibat burung gagak itu, mereka lalu membalut luka Aurelie.
"Apa yang terjadi? kenapa burung-burung itu tidak menyerang kita?" tanya Aurelie.
"Untuk sekarang kita tidak terlihat oleh mereka, jangan keluar dari mobil kita harus
pergi dari sini terlebih dahulu." Ucap Ikel sambil menyalakan mobil itu dan pergi.
Saat mereka sedang di perjalanan untuk menjauhi balai kota, tiba-tiba tanah bergoyang hebat. Terlihat gedung-gedung tiba-tiba runtuh, listrik lalu padam secara acak, dan orang-orang menghilang tanpa jejak. Warga kota menjadi ketakutan, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu.
"Apa lagi sekarang?" kata Ikel.
Aurelie, seorang jurnalis mulai terinspirasi dan mencoba mengungkap kebenaran di balik bencana tersebut. Sedangkan Detektif Yano, sekaligus mantan seorang insinyur terinspirasi dan berusaha mencari tahu penyebab teknis di balik keruntuhan gedung. Kemudian profesor Ikel, seorang ahli mistis ia merasa ada kekuatan supernatural yang terlibat.
Mereka bertiga bekerja sama bersama biksu Joy dan biksu Jay untuk menyelidiki hal-hal misterius yang telah terjadi di kota. Saat ketiganya memulai penyelidikan mereka masing-masing, mereka menemukan petunjuk yang semakin mengerikan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kota itu. Ada kekuatan gaib yang telah lama terkubur di bawah tanah kota, dan sekarang sedang bangkit dengan niat jahat.
"Kekuatan gaib yang terkubur?" tanya Aurelie.
"Ya, Aku rasa itu adalah patung Budha terkutuk itu, hal ini terjadi karena seseorang sengaja melepaskan segel mata patung Buddha itu. Aku akan menelepon Biksu Joy terlebih dulu." ucap Ikel.
...----------------...
Di Kuil Buddha biksu Joy dan biksu Jay segera mencari informasi terkait tentang yang di katakan oleh profesor Ikel padanya.
Kemudian handphone biksu Joy berdering.
__ADS_1
"Ya ini aku." Jawab biksu Joy.
"Apa ada perkembangan?" tanya Ikel.
"Ya, aku menemukannya." kata biksu Joy.
"Katakan padaku." ucap Ikel.
"Roh jahat yang ada di Patung Buddha itu, adalah iblis yang menyamar sebagai biksu di kuil Himalaya." kata Biksu Joy.
"Himalaya?" ucap Ikel.
"Ya, mereka tertangkap karena korupsi dan di penggal. Kemudian dia berkeliaran di sekitar kuil tanpa kepala. Hantu di patung budha ini sangat cerdik, dan merasuki orang-orang untuk membuat mereka saling membenci dan pada akhirnya membuat orang-orang saling membunuh. Jika roh jahat ini masih ada di patung budha, akan sulit menghilangkan energinya dengan cara apapun. Kita harus mengumpulkan kekuatan semua biksu sekarang!." kata biksu Joy.
"Baik pak." jawab Ikel kemudian mengakhiri panggilan telepon.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Aurelie.
"Kita harus bisa mengatasi ketakutan kita sendiri dalam menghadapi misteri yang semakin rumit ini, dan bekerja sama untuk menghentikan kekuatan jahat yang mengancam kota ini." Jawab profesor Ikel.
Namun, sesuatu telah mengganggu segel yang melindungi Patung Buddha terkutuk itu, dan entitas itu sekarang bebas. Aurelie, profesor Ikel, detektif Yano dan para biksu menyadari bahwa mereka harus menemukan cara untuk memperbaiki segel tersebut sebelum roh jahat yang diam di patung Buddha terkutuk itu merenggut seluruh kota.
Dalam perjalanan mereka, ketiganya dihadapkan pada pengorbanan besar, pertarungan dengan kekuatan jahat, dan misteri yang semakin mendalam tentang alam semesta supernatural. Mereka juga menemukan sekutu tak terduga dalam bentuk warga kota yang juga ingin menyelamatkan kota mereka.
Untuk rencana penyelesaian misteri ini, mereka menemukan bahwa mereka harus menggabungkan seluruh pengetahuan mereka. Aurelie menggunakan jaringan kontaknya di dunia jurnalisme untuk mengungkapkan lebih banyak detail tentang sejarah kuil Himalaya dan patung Buddha terkutuk itu, dan bagaimana cara mengalahkannya. Detektif Yano mengembangkan rencana teknis yang rumit untuk memperbaiki segel yang rusak, sementara profesor Ikel dan para biksu memusatkan diri pada sisi spiritual dan supranatural untuk menghadapi roh jahat yang kini merajalela di kota akibat iblis yang ada di patung Buddha terkutuk itu.
...----------------...
Mereka lalu kembali ke dalam mobil, mereka berlari dengan sangat cepat mengindari burung-burung gagak itu. Saat mereka masuk kedalam mobil, burung-burung itu berhenti seolah-olah tidak melihat keberadaan mereka.
"Aku masih penasaran dengan gambar apa yang ada di kap mobil itu?" tanya Aurelie pada profesor Ikel.
__ADS_1
"Itu sesuatu yang membuat kita tidak terlihat. Jadi, sekali lagi aku katakan kalian tidak bisa meninggalkan mobil ini dan aku bukan dukun, jadi kalian jangan salah paham." kata Ikel.
"Ah, baiklah." jawab Aurelie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kabut tebal merayap perlahan Menyelimuti kota dan jalanan menciptakan suasana yang mencekam di sekitar mereka. Aurelie merasa gugup, tidak tahu apa yang terjadi di luar sana. Dia membuka sedikit jendela mobil, mencoba melihat sesuatu di luar, tetapi hanya mendapati dirinya terperangkap dalam gelap yang menggigit. Kabut yang misterius ini telah mengunci seluruh kota dalam ketakutan.
"Apa ini?" Kata Aurelie.
Di tengah kabut tebal tiba-tiba detektif Yano melihat seseorang terkapar di tengah jalan.
"Hentikan mobilnya." Kata Detektif Yano.
Ikel terkejut dan langsung menginjak rem secara mendadak, setelah mobil berhenti, detektif Yano segera membuka pintu mobil dan keluar menghampiri orang itu.
"Kau mau kemana?" kata Ikel mencoba menghentikan detektif Yano.
Namun, detektif Yano tidak mendengarkan Ikel ia berlari ke arah mayat itu.
"Astaga, kenapa dia tidak mendengarkan aku?" Kata Ikel was-was sambil melihat sekelilingnya.
Detektif Yano melihat mayat itu adalah petugas polisi, ia mengambil pistol polisi itu dan menyeret polisi itu ke tepi jalan agar tidak menghalangi jalan raya.
"Apa yang dia lakukan?" pikir Ikel.
Setelah itu detektif Yano kembali ke mobil.
"Pak detektif, menurutmu kenapa aku menggambar itu di kap mobilku? sudah aku bilang berbahaya untuk meninggalkan mobil." kata Ikel.
"Dia petugas polisi termuda di Polsek kami, kurasa ada hal serius yang sedang terjadi di sini." jawab Detektif Yano.
__ADS_1
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
Bersambung...👉