
Sementara semua orang sedang berkumpul menonton berita, Aurelie bersama beberapa orang lainnya sedang terikat. Aurelie duduk di sudut ruangan berhadapan langsung dengan patung Budha terkutuk itu. Aurelie duduk di hadapan Patung Budha terkutuk yang misterius di dalam kotak kaca yang disimpan dalam lobi balai kota, suasana di sekitar Aurelie dan orang-orang penuh dengan ketegangan dan juga kebingungan.
Aurelie memandangi patung itu dengan rasa hormat dan ketakutan yang campur aduk. "Ini jauh lebih besar daripada yang saya bayangkan, mungkin pemerintah kota tidak seharusnya bermain-main dengan ini. Aku punya firasat buruk, sepertinya patung inilah penyebab semua bencana misterius yang tiba-tiba ini. Ada sesuatu di balik tatapan mata patung ini. Tapi apa itu?" Pikir Cahaya dalam hatinya sambil menatap patung itu.
Namun, pertanyaan masih banyak bergema di pikiran Aurelie.
"Apa hubungan antara Patung Budha ini dengan bencana yang terjadi di Balai kota dan sekitarnya ini? Apakah patung ini memiliki kekuatan nyata, ataukah ini hanya ilusi?" Kata Cahaya dalam hatinya sambil melihat semua orang yang bersamanya di lobi itu.
Gubernur dan beberapa orang lainnya sedang menonton berita di televisi mengenai situasi dan perkembangan di luar balai kota.
[Kami akan melaporkan detailnya. Balai kota dan sekitarnya di nyatakan sebagai area bencana nasional, setelah hujan hitam misterius yang berkepanjangan beberapa hari terakhir. Perkiraan kerugian akibat hujan hitam lebat misterius di daerah ini di perkirakan sekitar 11,5 juta dollar. Pernyataan resmi dari pemerintah soal penyebab kerusakan akan lebih lama dari dugaan. Jika hujan hitam misterius mengandung virus yang mematikan, itu bisa menyebabkan infeksi.]
"Apa kubilang? Itu benar karena virus." Kata pria itu pada gubernur dan masyarakat yang sedang menonton berita di televisi di lobi balai kota City Land itu.
"Pak gubernur, apa menurutmu hujan hitam misterius itu yang telah menyebabkan orang-orang bersikap aneh seperti itu?" Tanya salah satu masyarakat yang ada di lobi balai kota itu pada gubernur.
"Kami yakin, bala bantuan sedang dalam perjalanan ke sini?" sambung yang lainnya.
"Bus ku ada diluar, jika bisa ke bus kita semua bisa akan kabur." kata salah satu orang di dalam lobi balai kota.
"Bagaimana jika orang-orang gila itu menyerang mu saat menuju bus itu? Di perkirakan akan butuh waktu lama. Jika kau memberiku isin untuk membunuh mereka semua, itu layak di coba. Tapi gubernur suka pembawa virus." Kata pria jahat itu pada gubernur dan semua orang yang ada di lobi balai kota.
Pria jahat itu meminta izin gubernur dan orang-orang untuk membunuh semua orang yang terikat itu termaksud Aurelie. Mendengar kata-kata pria jahat itu, orang-orang yang telah di ikat itu mulai histeris dan ketakutan. Mereka memohon untuk tidak di bunuh. Aurelie yang sedang terikat itu duduk terdiam dan pasrah akan apapun yang akan terjadi padanya.
"Tolong kami!"
"Tolong lepaskan kami!"
"Maafkan kami atas segalanya! Tolong keluarkan kami dari sini!"
"Pak gubernur! Tolong lepaskan kami."
__ADS_1
Teriakan orang-orang yang terikat itu semakin kuat. Aurelie yang juga terikat tidak bisa melakukan apapun, ia duduk di sudut ruangan dan mulai menangis. Aurelie berusaha untuk melepaskan ikatan yang mengikat dirinya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
YouTubers terkenal Ikel dan Detektif Yano sedang dalam perjalan ke balai kota City Land.
saat mereka memasuki wilayah balai kota dan sekitarnya, jalan mereka berkabut, mereka kemudian berhenti sejenak dan turun dari mobil.
"Apa ini?" Ucap Ikel.
"Ada badai hujan hitam yang aneh disini, ini akan lebih buruk di pusat kota balai kota City Land.
Mereka turun dari mobil dan memperhatikan sekitar mereka.
Ikel memperhatikan Air hujan yang berwarna hitam pekat itu yang tertampung di lobang-lobang tanah yang terbentuk itu.
"Jangan sentuh air hujan itu." kata Detektif Yano.
"Hujan mengerikan?" tanya detektif Yano.
"Ya, sudahlah lupakan saja!" kata Ikel.
Seketika suasana hati mereka bercampur aduk, mereka merasa seperti lingkungan itu memiliki aura yang sangat berbeda dan lebih seperti tempat yang dihuni oleh kekuatan kuno yang tak bisa terjangkau oleh akal manusia.
Namun, tak lama kemudian, ketika mereka sedang sibuk memperhatikan sekitar mereka, mereka mendengar suara gemuruh yang familiar. Tanah di sekitar mereka mulai bergetar, dan gempa bumi yang hebat sekali lagi mengguncang tempat mereka berdiri tersebut di tengah kepanikan yang luar biasa mereka berusaha keras untuk tetap berdiri.
"Ada apa lagi ini." ucap Ikel.
"Apa ini hujan es lagi?" kata detektif Yano.
"Tapi ini terlihat seperti wajah-wajah manusia." ucap Ikel sambil memungut sesuatu di tanah.
__ADS_1
"Ya, kau benar ini tampak aneh." ucap detektif Yano.
Sementara mereka bercerita-cerita, tiba-tiba seekor burung gagak menarik perhatian mereka. Burung itu terus bersuara seolah-olah sedang memanggil kawanannya.
"Apa lagi sekarang?" ucap Ikel.
Tiba-tiba sekumpulan burung gagak beterbangan di langit, membuat suana menjadi lebih buruk dan mencekam. Burung-burung gagak itu terus bertambah dan semakin banyak, di tengah kebingungan bercampur aduk itu, burung-burung gagak itu, beterbangan ke arah ikel dan detektif Yano. Burung-burung itu, bukanlah burung gagak biasa, tapi mereka menyakiti manusia.
"Lari!" teriak Ikel.
Mereka kemudian berlari ke arah rumah tua yang tidak berpenghuni untuk bersembunyi dari burung-burung itu untuk sementara waktu.
Sekumpulan burung itu mengejar mereka dan menyerang mereka, kepala Ikel terluka dan hingga akhirnya mereka tiba di rumah tua itu dan bersembunyi. sekumpulan burung itu berusaha masuk dan menabrakkan tubuh mereka di dinding kaca rumah tua itu untuk menerobos masuk. Dalam kepanikan yang tidak terhingga, Ikel segera mengambil handphonenya hendak menelepon Biksu Joy yang ada di kuil Budha di puncak gunung yang jauh dari kota city land.
"Apa itu tadi?" kata Ikel sambil merintih kesakitan akibat luka di kepalanya yang di sebabkan oleh burung-burung itu.
"Kamu baik-baik saja?" tanya detektif Yano panik sambil memeriksa luka di kepala Ikel.
"Aku tidak apa-apa!" Jawab Ikel.
Mereka kemudian melihat burung-burung itu semakin banyak dan berusaha menerobos masuk ke dalam rumah tua tempat ikel dan detektif Yano bersembunyi.
"Setelah hujan hitam misterius, sekarang burung gagak. Itu artinya, ada roh jahat di kawasan distrik ini dan sekitaran balai kota." kata Ikel.
"Roh jahat? Bagaimana kau tahu? Siapa kau sebenarnya?" tanya detektif Yano.
Ikel menyuruh detektif Yano untuk menutup lubang di pintu yang berhasil di jebol oleh burung gagak itu sementara ia membuat suatu lingkaran mengelilingi meja dan menggambar sesuatu di atas meja itu, seperti simbol segitiga dan beberapa tulisan kuno dengan tulisan latin.
"Biarkan mereka masuk." kata Ikel dan kemudian menarik detektif Yano masuk ke bawah meja itu.
Bersambung....👉
__ADS_1