ALAM MAUT

ALAM MAUT
Depresi, Rasa Takut Dan Hilangnya Pengendalian Diri


__ADS_3

"Jangan konyol! Aku tahu kalian berdua sangat terobsesi untuk membunuh gadis itu." Ucap Cecep pada Jojo dan Jono.


"Perna dengar sebuah pepatah yang mengatakan berpikirlah sebelum bertindak?" Ucap Jojo sambil cekikikan.


"Hey kita unggul karena kita menang jumlah. Kau, kakak kembarmu, dan aku juga pria itu tak perlu kau hitung bibi Dina." Ucap Cecep.


"Astaga lucu sekali, kurasa kau tidak tahu tapi orang yang paling menakutkan di kost ini adalah bibi Dina." Ucap Jojo cekikikan.


Sementara Jojo, Jono dan Cecep bercakap-cakap, bibi Dina pergi ke kamar Dimas dan menanyakan soal Aurelie.


...----------------...


"Bagaimana dengan gadis itu?" Tanya bibi Dina.


Namun, Dimas terlihat mengabaikan bibi Dina.


"Astaga dengarkan aku, bukankah sudah saatnya kita mengakhiri semuanya?" Ucap bibi Dina.


"Bibi, aku tidak paham maksudmu." Ucap Dimas.


"Hahahaha, kau pasti paham. Aku yang membesarkan mu, kau perna gagal mengurus penghuni sebelumnya." Ucap bibi Dina serius dan penuh aura mistis.


Dimas, berjalan kearah bibi Dina yang sedang tertawa jahat itu.


"Kali ini, aku pasti berhasil. Jangan khawatir dan santai saja." Ucap Dimas.


Setelah itu, dia pergi meninggalkan bibi Dina yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Aku bisa membunuh mereka semua, jika kau gagal." Ucap bibi Dina sambil tersenyum aneh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aurelie yang tengah tertidur, sedang bermimpi buruk. Ia mendengar suara sahabatnya sedang memanggil manggil namanya. Dalam mimpi itu, ia bangun dan mencari asal suara itu, ia berjalan menyusuri lorong-lorong kost dan ia mendengar suara tawa dari si kembar yang mengerikan dan saat ia masuk ke ruangan itu. Ia melihat sahabatnya duduk bersama dengan penghuni-penghuni kost aneh lainnya. Seketika ia melihat sahabatnya itu duduk sendirian di depan meja. Darah segar menetes di meja, dan saat sahabatnya berbalik dan menatap ke arah Aurelie. Wajah nya di penuhi oleh darah segar, darah keluar dari mata, hidung, telinga dan mulutnya.


Aurelie terkejut dan ketakutan melihatnya. Kemudian ia berteriak dan terbangun dari tidurnya.


"Astaga, aku bisa gila bila tiap malam bermimpi buruk seperti ini." Pikir Aurelie.


Kemudian Aurelie bangun dan pergi ke dapur umum untuk minum segelas air putih. Saat ia sedang minum air, tiba-tiba Cecep sudah berdiri di depan Aurelie. Aurelie terkejut, "Sedang apa si mesum ini?" Pikir Aurelie.


"Pak, ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Aurelie.


Cecep melangkah maju dan mendekati Aurelie.


"Hey, jujur saja mintalah aku membunuhmu. Maka akan aku lakukan dalam sekejap." Ucap Cecep sambil tertawa kecil dan meninggalkan Aurelie.


Mendengar hal itu, Aurelie menjadi marah dan menghentikan Cecep.


"Hey, bunuh aku! Bunuh aku!!! Lakukan saja!!! Bunuh aku jika kau bisa!!! Bunuh aku...!!!!" Teriak Aurelie.


Cecep tertawa kecil dan pergi meninggalkan Aurelie yang terbakar oleh emosi.

__ADS_1


"Dasar orang gila! Astaga!!" Ucap Aurelie sambil menghela nafas.


Kemudian, Jojo keluar dari kamarnya sambil terus cekikikan dengan sebuah gergaji besi di tangannya.


"Hihihi...Apa ada yang seru disini?" Ucap Jojo cekikikan.


"Mau apa lagi kau!! DIAMLAH, dasar sinting!!" Teriak Aurelie.


Emosi Jojo pun terpancing.


"Apa kau baru saja mengatai aku sinting?!!!" Teriak Jojo sambil berlari kearah Aurelie dengan gergaji besi di tangannya.


Tiba-tiba, Jono muncul dan menghentikan saudara kembarnya untuk bertindak. Dan Jono berdiri tepat di hadapan Aurelie.


"Memangnya kalian mau apa dariku?" Ucap Aurelie penuh emosi.


...----------------...


Saat emosi Jono ikut terpancing, Dimas keluar dari kamarnya dan seketika membuat mereka semua diam.


"Haruskah kita mulai sekarang?" Tanya Dimas sambil mengambil segelas air putih.


"Apa maksud kalian?" Ucap Aurelie kebingungan bercampur kesal.


"Kalian lupa ya, saling bentak begini tidak akan menyelesaikan masalah. Boleh aku bicara sebentar dengan Aurelie?" Ucap Dimas pada so kembar.


"Sudah tidak asik lagi! Ayo sudahi saja!!" Ucap Jono sambil menggaruk-garuk kepalanya. Semua orang sudah menjadi jengkel sekarang." Ucap Jono.


"Ucapanmu selalu saja aneh! Makanya Aurelie selalu ketakutan." Kata Dimas pada Jono.


Dimas berjalan maju mendekati Jono dan menatap Jono dengan tatapan tajam.


"Aku sudah tersenyum dan bicara baik-baik. Apa kau pikir aku bercanda? Apa kau mau melawanku?" Ucap Dimas penuh amarah.


"Aku mohon, tolong maafkan kami. Jangan marah! Senyum mengundang kebahagiaan. Mari kita semua tersenyum. Kami minta maaf." Ucap Jojo sambil cekikikan.


"Kami minta maaf, kami hanya sedang bosan." Ucap Jono. Kemudian mereka pergi dan meninggalkan Aurelie bersama dengan Dimas.


Kemudian Dimas mengajak Aurelie ke atap. Sampai di atap Aurelie langsung pada intinya.


"Sebenarnya, apa yang mau kau sampaikan kepadaku?" Tanya Aurelie pada Dimas.


"Sebenarnya tidak ada! Aku hanya ingin melerai saja karena semua orang tampak emosi. Kenapa kalian tadi bertengkar?" Tanya Dimas pada Aurelie.


"Pak Cecep bilang dia ingin membunuhku." Jawab Aurelie.


"Oh, dia aneh bukan? Kata bibi Dina, itu karena bisnisnya gagal. Kurasa dia melabrak mu karena kau semalam telah membuat onar. Kau mabuk Berat!" Ucap Dimas mengarang cerita.


"Apa yang dia bicarakan?" Pikir Aurelie.


"Kurasa kau lupa, semalam kau mabuk berat dan membuat onar di kost ini. Kau mabuk berat dan berteriak lalu membuat sumpah serapah di lorong. Kau bahkan mengetuk pintu kamar semua orang." Ucap Dimas mengarang cerita namun membuat seolah semua itu benar.

__ADS_1


"Aku? Aku melakukan hal itu?" Ucap Aurelie tidak percaya.


Setelah itu Aurelie menemui bibi Dina dan mengatakan kalau ia ingin pindah dari asrama melatih.


"Kenapa kau ingin pindah?" Tanya bibi Dina serius.


"Ada alasan pribadi dan kurasa aku ingin lebih dekat dengan kantor tempatku bekerja." Ucap Dimas sambil menggaruk kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aurelie segera pergi keluar dan berjalan-jalan untuk mencari kost baru dia tinggali. Sementara Aurelie duduk di taman kota, tiba-tiba ia melihat Dimas dari kejauhan sedang memperhatikan dirinya. Kemudian temanya Mira datang.


"Mira, aku takut sekali." Ucap Aurelie gemetaran.


"Ada apa?" Tanya Mira.


"Sepertinya, tadi aku baru saja melihat salah satu penghuni rumah kost ku berdiri disana sedang menatapku dan itu sangat mengerikan." Ucap Aurelie gemetaran.


Aurelie menceritakan semuanya kepada Mira, namun Mira marah dan kesal. Ia tidak mempercayai semua yang Aurelie katakan. Mira berpikir Aurelie tidak waras dan seperti orang gila. Terjadilah perdebatan kecil-kecilan di antara mereka. Kemudian tanpa berpikir panjang, Mira pergi dan meninggalkan Aurelie di taman kota sendirian.


Setelah kepergian Mira, Aurelie menangis di taman kota tersebut. Tanpa dia sadari Dimas sedang mengawasinya. Dimas tersenyum kecil dan kemudian ia juga pergi.


...----------------...


Hari sudah malam, Aurelie kembali ke kostnya dengan perasaan yang tidak menentu. Sebelumnya ia membeli sebilah pisau untuk dia gunakan sebagai senjata untuk berjaga-jaga sampai ia menemukan kost baru.


Setelah beberapa saat di kamarnya, tiba-tiba Aurelie di kejutkan oleh seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Siapa disitu?" Tanya Aurelie was-was.


"Aku baru pindah ke kamar seberang, kira-kira boleh aku pinjam charger mu?" Ucapkannya.


"Ada penghuni kamar kost yang baru?" Aurelie membuka pintu dan memegang pisau di belakangnya untuk berjaga-jaga.


Kemudian dia menutup pintu kamarnya dan mengambil charger hpnya dan di pinjamkan pada penghuni baru.


"Terima kasih." Ucap penghuni kamar kost yang baru.


Kemudian penghuni kost baru itu masuk kamarnya dan mulai mencoret-coret bukunya. Yang anehnya, penghuni kost baru itu mempunyai charger hp sendiri dan sekarang ia sedang mengecas hpnya. Charger milik Aurelie tidak dia gunakan sama sekali.


Sementara itu Cecep, Jono dan Jojo sedang membersihkan ruangan dimana mereka baru membunuh seorang wanita dan memutilasi tubuh wanita itu dan di masukkan ke dalam karung. Mereka saling berdebat di lantai atas dimana itu adalah area terlarang.


Aurelie merasa haus dan hendak ke dapur umum untuk minum. Tiba-tiba ia mendengar suara benturan keras di lantai atas.


"Jangan berisik bedebah!" Ucap Jojo.


"Suasana hatimu sedang buruk ya?" Tanya Jono pada Cecep.


"Apa kau tak takut wanita itu menangkap basah kita? Toh memang kita bisa saja langsung menghabisi gadis itu. Tapi Dimas bisa saja menghabisi kita semua juga." Ucap Jono pada Cecep.


" Bibi Dina adalah orang yang paling menakutkan disini." Ucap Jojo cekikikan.

__ADS_1


Terjadilah perdebatan Antara mereka. Sedangkan Aurelie yang penasaran itu, segera membuka pintu ke lantai empat area terlarang itu.


Bersambung...


__ADS_2