ALAM MAUT

ALAM MAUT
Misteri Dibalik Asrama Melatih


__ADS_3

"Oh my Goodness! Apa itu tadi? Demonstrasi neraka? Itu sangat mengerikan." Aurelie mematikan handphonenya.


Tiba-tiba Aurelie dikejutkan oleh nada dering handphonenya sendiri.


"Astaga, eh astaga! hampir saja jantungku copot." kata Aurelie.


[Ke kantor sekarang.] Michael mengirim pesan singkat.


Aurelie segera pergi ke kantor. 30 menit kemudian, Aurelie tiba di depan kantor.


"Halo, saya Aurelie karyawan magang." Sapa Aurelie pada karyawan lain.


"Wah, ada anak baru? Tampaknya masih muda sekali." Kata Warren.


"Kau sudah sampai? Semuanya kesini." Michael memanggil semua karyawan.


"Ada apa pak Michael? Wah ada karyawan baru ya? Cantik sekali." kata Romi.


"Semuanya, kenalkan ini junior yang aku cerita beberapa waktu yang lalu. Namanya Aurelie." kata Michael.


"Halo semuanya, aku Aurelie. Dan ini adalah hari pertama aku bekerja. Salam kenal."Kata Aurelie memperkenalkan diri.


Satu per satu karyawan memperkenalkan diri mereka kepada Aurelie.


"Ah, kakak Nadia, tadi aku jalan kesini, jalanan kota tampak sepi. Apa ada sesuatu yang terjadi lagi?" Tanya Aurelie.


"Belakangan kita melihat bahwa tidak ada orang yang mau keluar rumah. Sejak kasus kematian ibu Jeni orang-orang lebih banyak mengurung diri dirumah hal itu karena katanya mereka takut berbuat dosa." Jawab Nadia.


"Ah, Jadi begitu." Kata Aurelie.


"Apa itu di bajumu?" Tanya Nadia.


" Ah, sialan! Pria itu pasti pelakunya." Kata Aurelie sambil memeriksa belakang bajunya.


"Pria itu? Siapa maksudmu?" Tanya Nadia.


"Ah dia pria yang aku temui di kost. Apa-apaan ini?" Jawab Aurelie.


"Sangat banyak orang aneh diluar sana. Apa kau tau orang-orang yang masuk UGD semalam?" Tanya Nadia.


"Maksudmu detektif Yano itu? Ah dia bisa saja mati saat itu. Namun dia beruntung karena monster itu tidak membunuhnya." Jawab Aurelie.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian, Aurelie telah selesai bekerja, karena kelelahan dan merasa tidak enak badan ia akhirnya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah sakit City Land, Detektif Yano telah siuman. Ia lalu keluar dari ruangan dimana ia di rawat dan tanpa sengaja detektif Yano bertemu dengan Aurelie. Karena terburu-buru berjalan, Aurelie menabrak detektif Yano.


"Maafkan aku." Kata Aurelie.


"Tidak apa-apa. Nona Aurelie, guru SMA Towe Jaya yang menemukan rangka mayat itu, kan? kau sedang apa disini?" Tanya detektif Yano.


"Halo detektif. Aku sudah berhenti menjadi seorang guru. Sekarang aku memulai pekerjaan baruku sebagai seorang novelis di kota ini. Aku datang kesini untuk memeriksakan kesehatan. Aku merasa lelah karena telah banyak hal aneh yang terjadi." Jawab Aurelie.


"Ah iya, baiklah! Sampai jumpa dan berhati-hatilah." Kata Detektif Yano.


Setelah urusan dirumah sakit selesai, Aurelie segera kembali ke Asrama Melatih.


Sesampainya di asrama Aurelie segera masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya lalu ia tidur.


Sementara Aurelie tertidur, terdengar suara langkah kaki berhenti tepat di depan lorong kamar mereka. Ronal terbangun dari tidurnya karena melihat seseorang sedang mencoba untuk membobol pintu kamarnya.


Segera Ronal mencari pistolnya, namun tidak ia ketemukan dimanapun.


Pintu kamar Ronal terus di dobrak dari belakang.


"Apa yang terjadi? Dimana pisauku!" Ronal panik dan mencari pisaunya.


Seketika pintu kamar Ronal terbuka, semua penghuni kamar masuk kedalam kamar Ronal dan menangkap Ronal. Mereka membuat Ronal tidak dapat bergerak. Penghuni kost mengerumuni Ron dan menusukkan pisau ke punggungnya.


kemudian masuklah Dimas sambil membawah suntik di tangannya. Ronal meronta-ronta Berusaha untuk melepaskan diri.


"Lepaskan aku!" Teriak Ronal.


"Sekarang adalah giliranmu!" Kata Dimas.


"Hihihi...." Jojo dan penghuni kamar lainnya tertawa mengerikan.


Ronal meronta-ronta berteriak berharap Aurelie mendengarnya. Namun Aurelie tertidur pulas dan sambil memakai headset di telinganya. Aurelie memutar musik dengan keras, hingga ia tidak mendengar apapun selain musik itu di telinganya.


Karena Ronal sangat ribut, Jojo menyumbat mulut Ronal dengan kaos kakinya. Kemudian Dimas menyuntikan sesuatu pada Ronal, hingga membuat Ronal tidak sadarkan diri.


Mereka menyeret Ronal ke kamar 666. Tanpa sengaja Jojo tersandung dan jatuh. Kepalanya terbentur di pintu kamar Aurelie.

__ADS_1


Aurelie terkejut dan segera bangun. Ia lalu berjalan perlahan-lahan ke pintu kamarnya dan mendengarkan sesuatu di balik pintu.


"Apa tadi hanya perasaanku saja? Sepertinya ada orang diluar." Pikir Aurelie.


Perlahan-lahan Aurelie membuka pintu kamarnya. berjalan menyusuri lorong asrama itu. Tiba-tiba ia di kejutkan oleh sosok bayangan yang melintas dibelakangnya.


"Apa itu?" pikir Aurelie.


Kemudian Aurelie memberanikan diri mengikuti sosok bayangan itu. Kemudian terdengar sebuah ledakan di lantai atas dan mendorong Aurelie untuk menyelidiki lantai empat yang terlarang itu. Ia berjalan dan menaiki tangga, lalu membuka pintu dan naik ke lantai 4 dimana tidak ada penghuninya. Sekali lagi, ia melihat sosok bayangan hitam melintas di samping lorong-lorong asrama. Antara takut dan juga penasaran, Aurelie mengikuti sosok bayangan hitam itu. Ia mengambil sebuah sapu di sudut ruangan itu dan membawanya sebagai senjatanya. Aurelie berjalan perlahan-lahan dan sampailah ia di ujung lorong dan juga jalan buntu. Ada sebuah kamar yang terbuka, ia melihat kamar itu dan itu adalah kamar 666. Sejenak Aurelie bingung.


"Kamar 666? Bukankah kamar 666 ada di bawah? kenapa ada dua kamar 666 di asrama ini." Kata Aurelie dalam hati.


...----------------...


Aurelie masuk ke kamar 666 itu dan seketika ia terjatuh. Sesampai di sana, dia menemukan seorang pria berlumuran berdarah duduk di dinding dengan mata terbelalak. Dikamar 666 itu ada mayat seorang pria yang lehernya hampir putus. Aurelie menjadi pucat dan hampir tidak bisa berdiri dan berjalan. Dari leher pria itu darah segar terus mengalir dan sebuah pisau masih menempel di leher pria yang sudah hampir putus itu. Aurelie segera berlari dan dia berbalik untuk pergi kembali ke kamarnya. Aurelie mengambil handphonenya hendak menelfon polisi, namun sosok bayangan berdiri di depan kamarnya. Aurelie gemetaran hebat seseorang yang berdiri di depan kamarnya itu lalu berbicara.


"Jika kau berani menghubungi polisi, kau akan menjadi orang yang selanjutnya." Kata seseorang dibalik pintu.


Setelah beberapa saat, orang itu pergi. Aurelie yang ketakutan tidak lagi bisa tidur.


...----------------...


Sementara itu, Ronal terbangun dengan tubuhnya sudah terikat di kursi kayu dan mulutnya di tutup dengan lakban hitam.


Didepannya, terlihat Jono sedang bermain-main dengan sebuah kampak. kemudian Jono mendekati Ronal.


"Haruskah aku penggal sekarang lehermu?" Kata Jono sambil melayangkan Kampak itu ke leher Ronal.


Ronal meronta-ronta berusaha untuk melepaskan diri.


"Tapi kesepakatan kita tanganmu lah yang harus di potong." Jono mengangkat Kampak itu hendak memotong tangan Ronal.


"Kami takut ya?" Tanya Jono sambil tertawa aneh.


Ronal berteriak histeris kesakitan. Jari-jarinya terpotong.


"Ah sialan! Jika bukan karena pria itu, aku sudah pasti akan langsung mencincang-cincang tubuhmu". Kata Jono sambil tertawa kecil.


Kemudian, Jono keluar dari kamar 666 itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2