ALAM MAUT

ALAM MAUT
Kerasukan Roh Jahat


__ADS_3

"Katanya lantai empat tidak berpenghuni, tapi kenapa selalu ada suara-suara aneh?" Pikir Aurelie sambil berlari menaiki tangga menuju area terlarang itu.


Sementara Jono, Jojo dan Cecep sedang berdebat dan melakukan pertengkaran kecil saat hendak membereskan mayat wanita yang telah di mutilasi itu, mereka di kejutkan oleh suara Aurelie di lorong.


"Halo? Apa ada orang disana?" Teriak Aurelie.


"Dia sendiri yang datang mendekat. Kita bisa membunuhnya disini." Ucap Jono.


Segera Jono mengambil pisau yang sudah dia asah setajam mungkin dan berjalan ke arah lorong untuk menemui Aurelie dan berencana membunuhnya.


Jojo terus saja cekikikan, sedangkan Cecep merasa sedikit kesal dan was-was.


"Sialan! Belakang ini dia menurut. Dia benar-benar gila!" Ucap Cecep.


Jono membuka pintu kamar dan meninggalkan Jojo yang terus cekikikan bersama Cecep di dalam ruangan itu.


...----------------...


Sementara itu Aurelie sedang menerima panggilan telepon dari seseorang. Karena panggilan telepon itu, Aurelie keluar dari lantai empat area terlarang itu. Sedangkan Jono masuk kembali ke dalam kamar 666 bersama kedua temannya. Dia tampak aneh dan ketakutan. Jono duduk di kursi menghadap Jojo dan Cecep. Lalu, tiba-tiba hal aneh terjadi pada Jono. Darah segar keluar dari mulutnya. Ia memuntahkan begitu banyak darah keluar dari mulutnya hingga matanya melotot dan seperti ingin terlepas.


"Sialan, bedebah!" Ucap Jono.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Jono terjatuh dari kursi dan terkapar di lantai di hadapan Jojo dan Cecep. Cecep dan Jojo saling memandang dengan penuh kebingungan bercampur dengan rasa penasaran dan juga takut.


Melihat Jono yang telah terkapar di lantai tak sadarkan diri dan darah terus mengalir keluar dari mulutnya, membuat Jojo dan Cecep terdiam membisu bagaikan patung saat melihat Dimas berjalan ke arah mereka.


...----------------...


"Tenanglah. Itu wajib untuk penghuni disini. Penghuni kamar harusnya sudah Paham. Aku suka tugasku. Jadi, jika ada yang coba-coba mencampuri tugasku, aku tidak akan tinggal diam. Paham?!" Ucap Dimas memperingatkan Jojo dan Cecep dengan tatapan mata tajam dan penuh amarah.


Tidak lama kemudian bibi Dina ikut bergabung dengan mereka.


Dia mendekati Jojo yang tampak sedih itu sambil tersenyum aneh.


"Jono telah pergi ke neraka duluan." Ucap bibi Dina.


"Apa kau juga mau pergi ke neraka menyusul kakak kembarmu itu?" Tanya Dimas pada Jojo.


"Itu konyol! Aku suka sekali dengan tugasku." Jawab Jojo sedikit gemetaran.


"Baiklah, makin cepat makin bagus!" Ucap bibi Dina sambil tersenyum aneh.


"Apa kau yakin kau akan sanggup menuruti perintahku!?" Tanya Dimas lagi pada Jojo.


"Ya, tentu saja!" Jawab Jojo meyakinkan Dimas dan bibi Dina.


"Aku mencintai pekerjaan ini. Sangat mencintainya." Ucap Jojo.


Namun, air matanya sudah mengalir deras dipipinya mengetahui bahwa kakak kembarnya Jono telah mati.


Kembali setelah Aurelie selesai menerima telfon, ia berniat untuk kembali ke lantai empat area terlarang itu.


"Aku masih sangat penasaran, siapa yang masuk kesana?" Pikir Aurelie.


Saat ia mencoba untuk kembali, kembali ia berpikir untuk mengabaikannya saja.


"Sudahlah! Lupakan saja." Pikir Aurelie sambil berjalan kembali ke kamarnya.


Aurelie masuk kekamarnya dan tidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, diluar sedang turun hujan deras. Teguh baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ia kemudian mampir di warung kopi milik temannya. Pemilik warung kopi itu sudah menunggu kedatangannya.


"Astaga sial! Hujannya deras sekali." Ucap Teguh sambil membuka pintu warung kopi.


"Hey Teguh. Kau terlambat datang hari ini." Kata Boni.


"Ya, pekerjaanku sangat banyak hari ini. Aku pesan nasi goreng sama kopi panas ,ya?" Ucap Teguh.


"Apa itu sudah cukup? Kau terlihat tampak tidak sehat hari ini." Jawab Boni.


Teguh mulai merasa pusing dan badannya mulai terasa kaku. Ia merasa kepalanya hampir terbelah dan matanya serasa akan keluar.


"Apa istrimu baik-baik saja kau tinggal dirumah?" Tanya Boni.


"Ya dia baik-baik saja, aku akan segera pulang jika hujan telah reda." Jawab Teguh.


"Dia pasti senang. Kau adalah pria pekerja keras." Ucap Boni sambil menepuk pundak Teguh.


Namun keadaan Teguh serasa semakin memburuk, ia terus menerus mengucek matanya. Melihat ada yang tidak beres pada Teguh, Boni segera menghampirinya.


"Ada apa? Apa matamu sakit?" Tanya Boni sambil duduk di meja yang sama dengan Teguh.


"Tidak apa-apa!" Jawab Teguh.


Seketika petir dan guntur menggelegar dimalam hari membuat suasana mencekam. Boni melihat keluar dari pintu kaca warung kopinya.


"Astaga! Mengerikan sekali. Kenapa hujannya sangat deras." Ucap Boni.


Teguh terus menundukkan kepalanya dan mengecek matanya.


"Boni, tidak! Aku baik-baik saja. Aku harus segera pergi ke toilet." Ucap Teguh sambil berlari menuju ke kamar kecil.


...----------------...


Boni merasa ada yang tidak beres dengan Teguh. Terlihat wajah Teguh membengkak saat ia pergi ke WC.


"Ada apa dengannya?" Pikir Boni.


Teguh masuk ke dalam WC dan segera mencuci wajahnya dengan air berkali-kali. Namun ia mulai berhalusinasi melihat hal-hal mistis di dalam kamar mandi itu. Dia lalu keluar dari kamar mandi dengan memegang kepala dan menutupi wajahnya. Boni dan beberapa pelanggan terkejut melihat Teguh yang tiba-tiba membuka pintu dan berlari seperti sedang melihat hantu mengerikan di dalam kamar mandi.


"Hey ada apa?" Tanya Boni mencoba menenangkan Teguh yang tiba-tiba kehilangan kendali akan dirinya sendiri itu.


"Argh!!!!!!" Teguh berteriak kesakitan.


"Ada apa?" Tanya Boni.


Saat Teguh melihat Boni, ia merasa seperti melihat hantu dan mayat hidup, ia lalu mendorong Boni dari hadapannya dengan kasar. Teguh terjatuh dan terlempar hingga menabrak meja-meja dan kursi. Matanya berubah menjadi putih, bahkan bola matanya berubah seketika menjadi putih semua.


Tatapan mata Teguh berubah, setiap orang yang dia lihat itu terlihat seperti monster mengerikan. Ia bahkan melihat Boni seperti hantu yang sangat mengerikan. Tampa berpikir panjang, segera ia mengambil botol minuman dan memukuli Boni dengan botol.


"Enyalah! Menjauh dari ku!" Ucap Boni sambil memukuli Boni habis-habisan.


"Hei cukup!" Teriak beberapa pelanggan pria mencoba menghentikan Teguh yang kehilangan kendali tersebut.


"Lepaskan aku!" Teguh memberontak.


"Hey tenanglah! Tolong hentikan!" Teriak mereka sambil memegang kedua tangan teguh.

__ADS_1


Karena tidak bisa di kendalikan, pemilik warung kopi menelfon istri Teguh.


Istri Teguh sedang memotong-motong apel di rumahnya. Sementara ia makan apel itu tiba-tiba ia menerima telfon tentang suaminya. Tampa berpikir panjang lebar, dengan perut besarnya, ia segera keluar dari rumah dan hendak pergi menemui suaminya itu.


...----------------...


Sementara Teguh terus mengamuk dan telah kehilangan kendali atas tubuhnya.


Alih-alih membawanya ke rumah sakit, Teguh di bawah ke kantor polisi.


Didalam mobil itu itu, teguh terus berteriak-teriak.


"Aku akan membunuh semua orang." Teriak-teriak Teguh di dalam mobil.


Satu jam kemudian, Teguh telah di borgol di kursi oleh pihak kepolisian.


Tidak lama kemudian istrinya datang.


"Kenapa kalian memborgolnya? Dia itu orang baik." Tanya istri Teguh.


"Dia memukuli pemilik warung kopi di pusat kota." Jawab petugas polisi.


"Apa? Pria berhati lembut itu memukuli orang?" Ucap istrinya tidak percaya.


Istrinya berjalan mendekati Teguh, wajah Teguh telah membengkak dan matanya berubah menjadi putih bahkan dengan bola matanya berubah menjadi putih semua.


"Apa yang terjadi padamu?" Tanya istrinya.


"Jangan mendekat! Jangan!!! Menjauh dariku!!! Menjauh lah, sialan!!!" Teriak Teguh.


"Ada apa dengannya?" Tanya istrinya pada petugas polisi.


Teguh mengalami kejang-kejang dan kemudian ia memuntahkan begitu banyak darah dari mulutnya. Ia berubah menjadi mahluk mengerikan seperti mayat hidup yang kejam. Ia kemudian menarik borgol itu dengan paksa dan berusaha menyerang istrinya sendiri yang sedang berdiri di hadapannya. Karena ia menarik tangannya dengan keras agar terlepas dari borgol itu, tangannya sampai patah dan tulang lengannya keluar menembus kulitnya dan mengalirkan darah dari patahan lengannya. Namun, Teguh tidak merasakan sakit sedikitpun, sebaliknya ia tetap berusaha lepas dari borgol dan ingin menyerang semua orang yang di lihatnya itu. Di pandangan Teguh, semua orang terlihat seperti hantu-hantu dan monster-monster mengerikan dari neraka. Ia berusaha lepas untuk membunuh semua orang yang ia lihat.


Tampa berpikir panjang, istrinya segera memegangi Teguh.


"Tolong pegang dia." Teriak istrinya.


"Baik!" Jawab petugas polisi.


"Jangan diam saja, cepat panggil ambulans." Teriak istrinya.


Satu Jam kemudian, ambulance tiba di depan kantor polisi. Teguh yang telah tidak sadarkan diri segera di bawah ke rumah sakit.


"Ada apa dengannya?" Tanya istri Teguh pada petugas ambulance.


"Kita harus kerumah sakit dulu. Ini pertama kalinya kami mendapatkan pasien seperti suami anda. Jadi, ini sulit di pastikan." Jawab petugas ambulance.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Aurelie di asrama melatih sedang tertidur pulas. Tiba-tiba ia bermimpi mendengar seseorang memanggil namanya.


"Aurelie.....!!!" Berkali-kali namanya di panggil.


Ia bangun dan mengikuti arah suara itu berasal. Tibalah ia di sebuah ruangan kosong dan ia melihat dirinya sendiri sedang duduk di ruangan itu.


"Lari...!!!! Lari lah...!! Kau harus keluar dari sini! Lari...!!!" Kata wanita yang menyerupai dirinya di ruangan itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2