ALAM MAUT

ALAM MAUT
Cahaya Seruni


__ADS_3

Aurelie mengikuti petunjuk dalam kisah Surya dan mencari tahu apakah seruni masih ada di hutan itu dan apakah dia dapat berbicara dengannya. Dia merasa bahwa semakin dalam dia memasuki hutan, semakin dekat dia dengan jawaban-jawaban yang dia cari.


Saat dia terus berjalan melalui hutan yang sunyi itu, dia mendengar suara nyanyian yang indah, seolah-olah diundang oleh suara seruni itu sendiri. Suara tersebut membawanya ke dalam kegelapan hutan yang semakin dalam, dan Aurelie merasa seolah-olah dia berada di ambang penemuan besar.


Tetapi saat Aurelie mencapai sumber suara itu, dia tidak menemukan siapa pun disana. Hanya seruni merah yang bersinar di bawah cahaya bulan purnama yang terang. Dengan perasaan takjub, Aurelie meraih bunga itu dan memutarnya dengan lembut di tangannya.


Kemudian, tanpa peringatan, seruni itu mulai memancarkan cahaya yang semakin terang, mengelilingi Aurelie . Dia merasa seperti sedang diambil oleh kekuatan yang jauh lebih besar daripada dirinya.


...----------------...


Dalam kilatan cahaya seruni yang semakin terang, Aurelie merasa dirinya mengalami perasaan yang aneh dan tak terduga. Dia merasa seperti sedang terangkat dari tanah, melayang di udara, dan dihantarkan ke suatu tempat yang tak ia kenal.


Ketika cahaya seruni berpulang, Aurelie mendapati dirinya berada di tengah sebuah tempat yang ajaib. Dia berdiri di depan rumah-rumah kecil yang terbuat dari batu dan kayu, seperti sebuah desa yang terlupakan di dalam hutan. Aurelie tahu bahwa dia telah dibawa ke dunia seruni, tempat di mana makhluk halus itu hidup.


Dia mulai menjelajahi desa seruni dengan hati yang berdebar. Di tengah desa, dia melihat seruni-seruni lain yang sedang sibuk dengan berbagai aktivitas. Mereka menyanyi dan menari, mengumpulkan bunga-bunga yang berkilauan, dan merawat seruni merah yang indah.


Saat Aurelie berjalan lebih jauh, dia bertemu dengan seorang seruni yang sangat mirip dengan yang dia temui di hutan terlarang. Seruni itu memiliki mata yang berkilauan dan senyum yang ramah. Dia berbicara dengan Aurelie dalam bahasa yang aneh, tetapi Aurelie merasa seolah-olah mereka saling memahami.


"Selamat datang, Aurelie ," kata seruni itu dengan suara lembut. "Kita telah menunggumu."

__ADS_1


Aurelie merasa terpesona dan bingung. Dia bertanya kepada seruni itu tentang hubungan antara dunia seruni dan legenda kuntilanak yang hidup di desa manusia.


"Apa peran kalung merah yang aku bawah ini?" tanya Aurelie.


Seruni itu mengungkapkan bahwa seruni dan kuntilanak adalah dua wujud dari makhluk yang sama, makhluk yang berpisah oleh cinta dan takdir. Kalung merah adalah kunci untuk menggabungkan dua wujud itu agar kembali menjadi satu.


Aurelie tahu bahwa dia adalah bagian penting dari cerita itu. Dia merasa bertanggung jawab untuk membantu seruni dan kuntilanak dalam upaya mereka untuk bersatu kembali dan mengakhiri kutukan yang tengah berlangsung itu.


Aurelie merasa semakin terikat dengan dunia seruni yang misterius itu. Dia ingin tahu lebih banyak tentang kisah seruni dan kuntilanak yang terpisah oleh cinta dan kutukan.


Seruni yang menyambutnya menjelaskan lebih lanjut tentang peran Aurelie dalam membantu seruni dan kuntilanak. Mereka memberitahunya bahwa ada sebuah ritual kuno yang harus dilaksanakan untuk mengakhiri kutukan tersebut. Ritual itu melibatkan penggunaan kalung merah, dan Aurelie adalah satu-satunya manusia yang bisa melakukan ritual itu karena dia adalah satu-satunya manusia yang berhasil memasuki dunia seruni itu.


Dalam persiapan untuk ritual tersebut, seruni-seruni lain di desa itu memberikan bantuan kepada Aurelie. Mereka mengajari Aurelie tentang bahasa kuno dan mantra-mantra yang diperlukan untuk mengakhiri kutukan itu. Selama beberapa hari, Aurelie mempersiapkan diri dengan tekun.


Saat malam purnama tiba, Aurelie memasuki hutan terlarang bersama seruni dan kalung merah yang bercahaya. Mereka tiba di tempat yang sama di mana Aurelie pertama kali bertemu dengan seruni itu. Di bawah cahaya bulan, ritual kuno pun dimulai.


Ritual tersebut adalah perpaduan dari nyanyian, tarian, dan mantra. Dalam kegelapan hutan, Aurelie merasa dirinya terhubung dengan dunia makhluk halus. Cahaya merah dari kalungnya semakin terang, dan dunia di sekitarnya mulai berubah.


...----------------...

__ADS_1


Di dalam hutan yang terlarang itu dan di bawah cahaya bulan purnama yang menerangi gelapnya malam, ritual kuno yang bertujuan untuk mengakhiri kutukan kuntilanak dan seruni dimulai. Aurelie berdiri di tengah-tengah seruni yang berdansa dan menyanyikan mantra-mantra kuno.


Kalung merah yang di kenakan oleh Aurelie bersinar sangat terang, seolah-olah menangkap kekuatan magis dari dunia seruni. Suasana di sekitarnya terasa penuh dengan energi yang intens dan misterius. Aurelie merasa dirinya terhubung dengan dunia makhluk halus di cara yang tak terbayangkan.


Saat ritual mencapai puncaknya, Aurelie merasa seakan-akan dia sedang melayang di antara dua dunia. Cahaya merah kalungnya mulai merembes ke dalam hutan terlarang dan menyebar di sekitarnya. Semua seruni dan kuntilanak yang hadir di ritual itu merasakan bahwa itu adalah saat penting dalam sejarah mereka.


Ketika cahaya merah mencapai puncaknya, sesuatu yang luar biasa terjadi. Di hadapan Aurelie , seruni yang pertama kali dia temui di hutan terlarang berubah wujud menjadi kuntilanak. Dengan lembut, kuntilanak itu melangkah mendekati Aurelie , dan cahaya merah kalungnya menyatu dengan cahaya di mata kuntilanak itu.


Dalam momen itu, terjadi perubahan ajaib. Seruni dan kuntilanak yang selama ini terpisah akhirnya bersatu kembali menjadi satu makhluk yang indah. Mereka menggenggam tangan Aurelie sebagai tanda terima kasih dan bahagia atas kembalinya kesatuan mereka.


Ritual kuno itu berhasil mengakhiri kutukan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Aurelie merasa senang dan bersyukur atas peran kecilnya dalam peristiwa itu. Dia tahu bahwa cerita seruni dan kuntilanak telah mencapai akhir yang bahagia.


Aurelie merasa penuh dengan rasa lega dan kebahagiaan. Dia berdiri di tengah hutan terlarang bersama dengan seruni yang kini telah bersatu kembali dengan kuntilanak. Cahaya bulan purnama masih menerangi malam, dan semua makhluk di sekitarnya merayakan keberhasilan ritual itu.


Seruni dan kuntilanak yang sekarang bersatu menjadi satu makhluk yang indah dan penuh cahaya. Mereka berterima kasih kepada Aurelie atas peran pentingnya dalam mengakhiri kutukan yang telah menghantui mereka selama berabad-abad.


Namun, ada sesuatu yang masih harus diungkapkan, dan Aurelie merasa bahwa perjalannya dalam dunia seruni dan kuntilanak belum selesai. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan dia temui dalam kisah yang lebih dalam tentang legenda dan cinta yang tak berujung ini?


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2