
Roh-roh itu mengatakan kepada Aurelie bahwa ada suatu ritual kuno yang pernah dilakukan oleh nenek moyang desa mereka. Ritual itu merupakan kunci untuk memungkinkan mereka yang terperangkap di dunia gaib kembali ke dunia manusia. Namun, ritual itu membutuhkan pengorbanan besar-besaran, dan melibatkan risiko yang besar.
Aurelie, dipenuhi rasa tanggung jawab dan tekad untuk menyelamatkan penduduk desa dan mengembalikan Emily ke dirinya yang sebenarnya itu dan memutuskan untuk memimpin upaya untuk melakukan ritual tersebut. Dia merasa tidak bisa melakukannya sendiri, jadi dia mulai merundingkan hal itu dengan penduduk desa untuk membentuk kelompok yang akan menjalankan ritual itu.
Tapi ada juga penduduk desa yang tidak setuju dengan rencana yang di utarakan oleh Aurelie. Beberapa penduduk desa skeptis terhadap kekuatan gaib dan khawatir tentang pengorbanan yang diperlukan dalam ritual tersebut. Konflik muncul di antara penduduk desa, yang harus memutuskan apakah mereka akan mempercayai Aurelie dan roh-roh itu atau tidak.
Tegangan di desa terus memuncak seiring dengan berlanjutnya persiapan untuk ritual kuno yang akan dilakukan oleh Aurelie dan kelompoknya. Beberapa penduduk desa yang skeptis mungkin mencibir dan meragukan upaya tersebut, tetapi keinginan untuk mengembalikan penduduk yang hilang menjadi pendorong utama.
Aurey dan anggota kelompoknya mulai mencari petunjuk lebih lanjut tentang ritual tersebut. Mereka mendalam ke dalam sejarah desa, mempelajari catatan kuno, dan berbicara dengan roh-roh yang menjadi teman Aurelie. Petunjuk-petunjuk itu membawa mereka ke lokasi-lokasi kuno yang pernah digunakan untuk ritual serupa.
Namun, semakin dalam mereka menjelajahi sejarah desa, semakin banyak misteri yang terungkap. Mereka menemukan bahwa praktik-praktik gelap pernah ada di desa itu, dan ada indikasi bahwa ritual itu bukan tanpa risiko. Beberapa penduduk desa mulai mempertanyakan apakah pengorbanan yang akan diperlukan dalam ritual itu akan sepadan dengan hasilnya.
Di tengah konflik dan keraguan itu, Emily masih terperangkap dalam dunianya yang sendiri, dan Aurelie semakin terobsesi dengan gagasan untuk menyelamatkannya. Dia merasa bahwa hanya dengan menyelesaikan ritual ini dia akan bisa mengembalikan Emily ke kehidupannya yang dulu.
Semakin mendekati pelaksanaan ritual kuno, ketegangan di desa semakin memuncak. Penduduk desa yang awalnya meragukan upaya Aurelie dan kelompok pencari mulai terbagi. Sebagian besar dari mereka ingin mengambil risiko dengan harapan mengembalikan penduduk desa yang hilang, termasuk saudara, teman, dan keluarga mereka yang masih tersesat di dunia gaib.
__ADS_1
Namun, ada sekelompok kecil yang tetap skeptis dan menentang pelaksanaan ritual tersebut. Mereka memperingatkan tentang bahaya yang terkait dengan campur tangan dengan dunia gaib dan meneriakkan pengorbanan besar yang harus dilakukan dalam ritual itu.
Konflik antara kedua kubu semakin memanas. Diskusi yang panas dan perdebatan berkepanjangan menguasai desa. Aurelie, yang merasa beban tanggung jawab besar, terus bekerja keras untuk meyakinkan penduduk desa bahwa ritual itu adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan penduduk yang terperangkap di dunia gaib.
Sementara itu, Emily, yang selalu terlihat dalam keadaan hampir tidak sadar, mulai menunjukkan tanda-tanda kegelisahan yang tidak bisa dijelaskan. Dia terus menerus menggambar gambar-gambar aneh di pasir dengan tangannya, gambar-gambar yang tampaknya memiliki makna tersirat.
Ketika Aurelie dan anggota kelompoknya memperhatikan gambar-gambar itu, mereka mulai menyusun petunjuk-petunjuk yang mungkin terkait dengan ritual kuno.
"Apakah Emily, dalam keadaan yang aneh ini, memiliki kunci untuk suksesnya ritual ini?" Pikir Aurelie.
Ketegangan di desa semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya persiapan untuk ritual kuno yang akan datang. Meskipun konflik antara penduduk desa yang mendukung dan yang menentang ritual masih ada, beberapa di antara yang skeptis mulai merasa bahwa tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencana Aurelie. Mereka melihat petunjuk yang disusun dari gambar-gambar Emily sebagai tanda bahwa mereka harus mencoba.
Aurelie dan kelompoknya mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk ritual. Mereka mengunjungi tempat-tempat kuno yang diidentifikasi dalam gambar Emily dan menemukan benda-benda bersejarah yang konon memiliki kekuatan gaib. Persiapan itu berlangsung dengan harapan dan ketegangan yang besar, seolah seluruh desa itu bertumpu pada upaya itu.
Saat tanggal pelaksanaan ritual semakin mendekat, Emily mulai menunjukkan lebih banyak tanda-tanda pemulihan. Dia bisa berbicara secara samar-samar, memberikan petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana ritual tersebut harus dilakukan. Namun, dia juga mengingatkan semua orang tentang risiko yang akan mereka hadapi.
__ADS_1
Malam pelaksanaan ritual tiba. Desa itu dikelilingi oleh obor-obor yang berkilauan, dan penduduk desa berkumpul dengan harapan dan rasa takut yang besar. Aurelie, sebagai pemimpin kelompok, mengambil peran utama dalam ritual itu. Mereka memulai prosesi yang penuh makna itu, dengan harapan bahwa mereka bisa mengakhiri penderitaan penduduk yang hilang dan menyatukan kembali dunia gaib dengan dunia manusia.
Suasana di desa penuh dengan ketegangan yang tak terbantahkan. Aurelie dan kelompoknya telah mengumpulkan semua bahan-bahan yang diperlukan dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Emily. Mereka percaya bahwa ritual itu adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan penduduk yang hilang dan menyatukan kembali dunia gaib dengan dunia manusia.
Desa itu bermandikan cahaya obor yang berkilauan, menciptakan lingkaran magis yang melingkupi tempat pelaksanaan ritual. Emily, meskipun masih dalam kondisi yang tidak stabil, hadir sebagai bagian dari prosesi tersebut. Matahari terbenam, dan malam yang gelap merayap mendekat, menambahkan elemen ketegangan ke udara.
Aurelie, yang telah mempersiapkan diri untuk saat itu, berdiri di tengah lingkaran. Dia memimpin kelompoknya dalam chant-chant kuno dan gerakan-gerakan yang diajarkan oleh Emily. Entitas gaib mulai muncul, mengelilingi mereka, dan atmosfer semakin menegangkan.
Saat ritual mencapai puncaknya, roh-roh yang selalu menjadi teman Aurelie muncul, memberikan kekuatan tambahan dan membantu menjaga keseimbangan dalam proses itu. Tapi semakin dalam mereka pergi dalam ritual, semakin kuat resistensi dari dunia gaib. Suara-suara menakutkan dan bayangan-bayangan gelap melingkupi mereka.
Di tengah ritual yang mendebarkan, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Salah satu anggota kelompok mencoba berbicara dengan penduduk desa yang hilang melalui mediasi gaib, dan mereka mendapatkan pesan misterius yang mengungkapkan bahwa dunia gaib sedang dilanda konflik internal. Ada entitas jahat yang berusaha menghentikan ritual itu.
Pertarungan antara kelompok Aurelie dan kekuatan gelap dalam dunia gaib menjadi lebih seru. Mereka harus bekerja sama untuk mengatasi entitas jahat yang ingin menggagalkan upaya mereka. Pertanyaannya sekarang adalah, akankah mereka berhasil menyelesaikan ritual itu dan mengakhiri penderitaan penduduk yang hilang, ataukah akan kalah oleh kekuatan yang lebih besar lagi?
Pertarungan sengit antara kelompok Aurelie dan entitas jahat dalam dunia gaib berlanjut. Mereka merasa beban dari dua dunia sekaligus, dengan ritual yang mencapai puncaknya. Ketegangan mencapai titik tertinggi ketika entitas jahat mencoba menghentikan ritual dengan semua kekuatannya.
__ADS_1
Bersambung...👉