
Dimas tersenyum aneh dan penuh misteri melihat Aurelie telah jatuh pingsan di kamarnya. Kemudian dia keluar dari kamar dan membisikkan sesuatu kepada Jono lalu ia pergi. ketiga orang itu yang telah siap melakukan tugas mereka untuk mengeksekusi Aurelie seketika terdiam dan menjadi kesal.
"Apa katanya?" Tanya Cecep.
"Belum saatnya bagi gadis itu untuk mati." Jawab Jono.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurelie terbangun di sebuah gua yang gelap.
"Apa ini? Kenapa aku ada disini lagi?" Ucap Aurelie.
Aurelie bangun dan berjalan menelusuri lorong gelap itu semakin dalam ia menjelajahi gua itu, semakin banyak rahasia gelap yang terungkap. Aurelie menemukan bahwa gua itu bukan hanya penjara fisik, tetapi juga penjara jiwa. Aurelie menemukan bahwa beberapa penghuni neraka terjebak di sana karena dosa dan kesalahan mereka yang tak lagi bisa termaafkan.
Dalam perjalanan Aurelie yang berliku-liku di dalam gua, ia memberi dukungan pada dirinya sendiri dalam menghadapi rasa takut dan penderitaan yang terus menghantui.
Aurelie juga menemukan bahwa gua itu memiliki ruang-ruang misterius yang terhubung dengan ingatan dan emosi mereka. Di dalam ruangan-ruangan itu, mereka menghadapi bayangan-bayangan dari masa lalu mereka yang memunculkan rasa bersalah, keraguan, dan ketidakpastian. Saat perjalanan Aurelie semakin mendalam, Perjalanan itu membawa Aurelie melintasi wilayah yang dipenuhi dengan ilusi dan kebingungan. Aurelie harus menghadapi monster mengerikan yang mewakili ketakutannya yang terdalam.
Aurelie melanjutkan perjalanannya di dalam gua yang gelap dan menakutkan itu. Setiap langkah Aurelie dihadapkan pada tantangan baru yang menguji ketahanan fisik dan mentalnya. Di tengah perjalanan Aurelie, Aurelie menemui sebuah ruangan yang penuh dengan bayangan-bayangan. Setiap bayangan mewakili rasa takut dan keraguan Aurelie yang paling dalam. Aurelie harus berhadapan dengan bayangan masa lalunya yang paling menyakitkan. Sempat ia berpikir tentang dimana kedua orangtuanya.
"Ayah dan Ibuku, apakah mereka disini atau mereka ke tempat yang baik? Jika mereka disini, aku harus menemukan mereka, tapi aku berharap mereka tidak masuk dan datang di tempat ini." Ucap Aurelie.
Melalui perjuangan dengan bayangan-bayangan itu, Aurelie belajar bahwa menghadapi ketakutan adalah langkah awal untuk mengatasinya. Aurelie menyadari bahwa untuk keluar dari neraka itu, Aurelie harus menghadapi rasa takut dan keraguannya dengan kepala tegak dan hati yang kuat.
Ketika perjalanan Aurelie berlanjut, Aurelie bertemu dengan penghuni neraka lainnya, termasuk seorang wanita yang terjebak karena rasa marah dan dendam yang tak terpuaskan.
Sementara itu, Aurelie juga menemukan bahwa gua itu memiliki banyak ruangan misterius.
Aurelie terus menjalani perjalanannya di dalam gua yang penuh dengan kegelapan dan penderitaan itu. Setiap langkah Aurelie membawahnya lebih dekat pada pemahaman tentang penderitaan dan ketakutan yang dialami oleh para penghuni neraka lainnya.
__ADS_1
Dalam perjalanannya Aurelie bertemu dengan seorang laki-laki tua yang telah lama menjadi penghuni neraka. Dia menceritakan tentang bagaimana keputusasaan dan ketakutan mengendalikan dirinya selama bertahun-tahun.
Kemudian Aurelie melanjutkan perjalanannya dan menemui sebuah ruangan misterius yang tampaknya dipenuhi dengan bayangan-bayangan yang menakutkan. Aurelie juga bertemu dengan seorang wanita yang terjebak karena dendam dan kebencian.
Aurelie terus bergerak maju di dalam gua neraka, semakin mendekati tujuannya untuk menemukan secercah cahaya jalan keluar. Dalam perjalanan Aurelie, Aurelie menemui medan yang berubah-ubah, tempat-tempat misterius yang tampaknya tidak mengikuti aturan fisik. Aurelie harus mengatasi ilusi dan tantangan yang tak terduga, mengandalkan pengetahuan dan wawasan yang ia peroleh selama perjalanan itu.
Ketika Aurelie menjelajahi lebih dalam gua itu, Aurelie menemukan sebuah ruangan yang berisi tiga pintu yang mengarah ke arah yang berbeda. Dengan keberanian dan keputusan yang bijaksana, Aurelie memilih pintu pertama dan menemukan dirinya dalam sebuah labirin gelap yang tampaknya tak berujung. Labirin itu dipenuhi dengan suara-suara menakutkan dan ilusi yang membingungkan.
...----------------...
Aurelie terus berjuang melintasi berbagai rintangan dan ujian di dalam gua neraka itu. Setiap langkah Aurelie dihadapkan pada tantangan baru yang menguji ketahanan dan tekadnya. Namun, semakin dekat Aurelie dengan cahaya kecil itu, semakin kuat juga semangat Aurelie untuk mencapai kebebasan.
Dalam gua itu Aurelie, memasuki ruangan yang gelap dan misterius. Di tengah ruangan itu, terdapat makhluk besar yang menakutkan, mewakili ketakutan terbesar Aurelie. Makhluk itu memancarkan aura yang menakutkan, dan Aurelie merasa cemas dan ketakutan saat berada di dekatnya. Dengan mengumpulkan tekad yang kuat dan mengatasi ketakutannya, Aurelie berhasil mengalahkan makhluk itu dan makhluk itu menghilang dari pandangannya.
Dengan tekad yang menggebu, Aurelie akhirnya berjalan menuju pintu keluar. Aurelie membuka pintu itu dan cahaya yang terang menyinari.
...----------------...
"Pasti pelakunya adalah so mesum di kamar 666 itu." Pikir Aurelie.
Dengan marah segera ia pergi ke kamar 666, dan itu adalah kamar Cecep dia menggedor-gedor pintu itu dan memulai pertikaian.
"Aurelie, ini sedang panas, jangan cari ribut." Teriak bibi Dina.
"Pak Cecep keluar! Buka pintunya sialan!" Kata Aurelie.
"Tenanglah!" Ucap bibi Dina.
"Pak, kua menyelinap ke kamarku kan? Jujurlah! Barusan aku ngecek rekaman CCTV." Teriak Aurelie.
__ADS_1
Cecep hanya tertawa aneh sambil mengangkat kaos bajunya.
"Bibi Dina juga melihat dia terekam, benar kan?" tanya Aurelie pada bibi Dina.
"Iya benar, tapi aku tidak yakin dia yang membuka pintu." Jawab bibi Dina.
Mendengar itu, Cecep segera pergi. Namun, dihentikan oleh Aurelie dengan suaranya yang keras. Sehingga mengundang semua penghuni kost lain ikut bergabung.
"Hey, kau jangan coba-coba kabur. Kau menyelinap masuk kedalam kamar kost ku kan?" ucap Aurelie memukul pundak Cecep.
"Jangan menganggu aku, kau tidak punya bukti." Kata Cecep kesal.
"Kau masuk kedalam kamarku!!!!!!" Aurelie menambah volume suaranya.
"Kamu cari mati, ya? Kubunuh kau!!!" ucap Cecep sambil mendorong Aurelie hingga membentur tembok.
"Hey, kalian berdua hentikan!" Teriak bibi Dina."
"Katakan saja kalau kau ingin segera mati!!! Aku akan membunuhmu!!!!" ucap Cecep pada Aurelie.
"Apa maksudmu! Kau menyelinap masuk kamarku." teriak Aurelie.
"Ada apa ini?" Tanya Dimas.
seketika suasana ribut itu menjadi tenang dan hening. Semua orang termasuk Aurelie terdiam.
"Tenanglah! Apa kau baik-baik saja?" tanya Dimas pada Aurelie.
"Pada saat itu, aku paham kenapa waktu itu paman Ronal gemetaran saat melihat mereka semua. Aku takut! Orang-orang yang tersenyum kepadaku ini, sangat menakutkan!" Kata Aurelie dalam hati.
__ADS_1
Kemudian ia masuk ke dalam kamarnya meninggalkan semua orang.
Bersambung...