ALAM MAUT

ALAM MAUT
Penghilangan Misterius Part 1


__ADS_3

Aurelie melihat semua itu dengan sangat jelas. Bagaimana persaingan ketat dari setan-setan dari segala penjuru yang memperebutkan mahkota kekuasaan penuh sebagai seorang permaisuri Lucifer.


"Sekarang kau harus kembali."


Sebuah Cahaya menyilaukan mengelilingi Aurelie dan ia kini kembali ke tubuhnya yang sedang terbaring di rumah sakit.


Hari demi hari berlalu, dan akhirnya, setelah melewati masa kritis yang panjang, Aurelie mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Boy sebagai walinya selama ia dirawat di rumah sakit itu bersukacita melihatnya semakin kuat setiap hari. Dan akhirnya, Aurelie berhasil pulih sepenuhnya. Dia keluar dari rumah sakit dengan rasa syukur dan tekad untuk menjalani hidupnya dengan lebih baik.


"Aku sangat berterima kasih padamu, karena selama ini kau sudah membuang begitu banyak waktumu yang berharga hanya untuk aku." kata Aurelie pada Boy.


"Tidak perlu berterima kasih, aku merasa ini adalah tanggung jawabku, kau yang saat ini sudah sehat itu sudah lebih dari cukup, dan aku bersyukur pada dewa karena telah menyelamatkanmu dan juga menyelamatkan aku." kata boy.


"Apa maksudmu?" tanya Aurelie.


"Jika terjadi sesuatu padamu, keluargaku pasti akan memenjarakan aku dan membunuh aku. Tapi suatu kesyukuran bagiku kini kau telah pulih kembali, tapi apakah kau kan memaafkan aku? Atau kau akan menuntut aku? Karena aku kau mengalami ini." kata Boy merendahkan diri.


"Aku tidak akan menuntut apapun, lihatlah aku sudah baik-baik saja. Aku tahu kau orang baik, jika bukan karenamu mungkin saat ini aku sudah ada di dunia lain alias sudah lenyap dari dunia ini hahaha." kata Aurelie sedikit bercanda.


"Hus, jangan bicara seperti ini, ngomong-ngomong jika kau tidak keberatan, aku ingin pamit untuk pulang." ucap Boy.


"Oh, iya tentu saja, terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa lagi, namaku Aurelie senang berkenalan denganmu." ucap Aurelie.


"Ah, terima kasih kembali padamu,aku Boy dan sampai jumpa lagi di lain waktu, aku pamit ya? Bye.." kata Boy.


Setelah keluar dari rumah sakit, Aurelie memutuskan untuk mengubah gaya hidupnya.

__ADS_1


Ia tahu penyebab dia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya adalah Lucifer.


"Jika saja hari itu aku tidak berlari keluar dari rumahku, mungkin aku tidak akan mengalami hal ini. Aku akan pergi dari kota ini, aku ingin mencoba hidup di pedesaan." kata Aurelie sepanjang perjalanannya kembali ke rumahnya.


2 jam kemudian, ia tiba di kota kecil dan bus berhenti di pinggiran kota dimana rumahnya berada. Ia merasa gelisah dan tidak ingin masuk ke dalam, aura mistis rumah itu membuat buku kuduknya berdiri.


"Aku harus menjual rumahku dan pergi." gumam Aurelie.


Ia lalu pergi ke pusat kota kecil itu untuk menjual rumahnya. Tidak butuh lama untuk rumah itu terjual, sepasang kakek dan nenek sangat menyukai rumah itu dan mereka langsung membelinya.


Aurelie sangat bahagia, bersama kakek dan nenek itu, Aurelie kembali ke rumahnya. Ia merapikan barang-barangnya dan sebelum ia pergi, ia membantu kakek dan nenek itu untuk memindahkan barang-barang mereka dari kontrakan lama kerumah Aurelie.


"Terima kasih banyak,Nak. Kami menabung cukup lama dan tidak ada rumah yang bisa kami beli sampai kau datang dan menawarkan rumahmu dengan harga yang mampir kami jangkau, terima kasih banyak, Nak." kata kakek dan nenek itu.


...----------------...


Di sebuah desa kecil yang terletak di tengah hutan lebat, suasana senyap dan hening adalah hal yang biasa. Penduduk desa menjalani kehidupan sederhana mereka dengan damai di desa itu.


Aurelie tiba di desa itu dan ia di sambut baik penduduk desa.


Tiga bulan kini telah berlalu Aurelie merasa nyaman dengan kehidupan di desa itu dan penduduk desa yang ramah lingkungan. Aurelie menyewa kamar penginapan di desa itu selama 6 bulan ke depan.


"Semoga aku bisa beta tinggal di desa ini." gumam Aurelie sambil membentangkan tangannya menikmati angin sepoi-sepoi di depan rumah penginapan itu.


Namun, ketika matahari terbenam dan malam tiba, suasana berubah drastis.

__ADS_1


"Eh ada apa ini? sepertinya perkiraan cuaca salah." Aurelie masuk ke dalam kamar penginapannya.


Beberapa hari berlalu, Aurelie telah merasa ada yang tidak beres di desa itu, ia mulai mencatat bahwa orang-orang yang ia kenal satu per satu menghilang. Teman-teman barunya yang ia kenal di desa itu sejak kedatangannya, tetangga, semuanya tiba-tiba menguap tanpa jejak.


Suatu malam, ketika hujan lebat mengguyur desa, Aurelie memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di desa itu. Dia menyelinap keluar dari rumah penginapan itu dengan sebuah obor untuk menerangi jalannya, ia memutuskan untuk menjelajahi hutan yang kelam di malam gelap itu.


Ketika ia berada di tengah hutan yang penuh dengan bayangan misterius dan suara-suara gemuruh yang aneh, dia mendengar bisikan-bisikan yang menakutkan di antara pepohonan. Dia merasa diawasi oleh sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


"Apa itu?" Aurelie menoleh ke belakangnya dan memperhatikan sekitarnya.


Aurelie pun tiba di tempat yang terasa seperti jantung hutan itu sendiri. Di tengah kegelapan, ia melihat sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding. Sosok bayangan hitam yang tumpang tindih dan berbentuk aneh mengambang di udara. Itu adalah sesuatu yang jelas bukan benda biasa.


Ketika bayangan itu mendekat, Aurelie menyadari bahwa itu adalah wajah-wajah dari orang-orang yang telah menghilang dari desa itu yang ia kenal. Mereka berbicara padanya dengan suara serak dan mengeluhkan keadaan mereka.


Aurelie takut, tetapi juga ingin tahu, tentang apa yang telah terjadi pada mereka.


"Mengapa mereka terperangkap di dunia yang tak kasat mata itu?" Gumam Aurelie.


Daniel, yang masih terpana oleh penampakan bayangan-bayangan itu, merasa terdorong untuk berbicara dengan mereka. Dia bertanya tentang apa yang telah mereka alami, tetapi jawaban yang dia terima penuh dengan kesedihan dan keputusasaan. Mereka menceritakan bagaimana mereka tiba-tiba terlempar ke dalam dunia gaib setelah menghilang dari desa. Mereka tak dapat meninggalkan hutan itu, mereka terperangkap di antara dua dunia.


Ketika bayangan-bayangan itu mencoba menjelaskan lebih banyak, suara-suara gemuruh yang aneh dan sorotan cahaya yang tiba-tiba muncul membuat Aurelie terkejut. Dia menyadari bahwa mereka tidak sendirian di hutan itu. Ada kekuatan gelap yang mengintai di tengah bayangan, entitas yang jelas berbahaya.


Aurelie dengan cepat menggenggam obornya dan mencoba mengusir entitas itu dengan cahaya terang, tetapi kekuatan itu terlalu kuat dan membuatnya terjatuh. Ketika dia melihat ke atas, dia melihat wajah mengerikan dari entitas itu, wajah yang tidak mungkin dilupakan.


Bersambung...👉

__ADS_1


__ADS_2